Laporan Dampak Bulanan
Dampak yang sampai ke tangan umat
Pusat Studi Al-Quran, Agustus 2026
- 150peserta mendapat layanan donor darah, cek kesehatan, dan periksa mata gratis
- 52warga duafa menerima paket sembako
- 30santri baru memulai Program Pascatahfiz di Bayt Al-Quran
- 648peserta mengikuti Kajian Membumikan Al-Quran (KMQ) Edisi ke-37
- 150jamaah mengikuti doa bersama dan tausiyah kemerdekaan malam 17 Agustus
- 185jamaah memperingati Maulid Nabi 1448 H
- 264pertanyaan masyarakat masuk ke Tanya Ustadz, seluruhnya terjawab
- 13.400jamaah menunaikan salat fardhu di Masjid Bayt Al-Quran
- 100anak belajar baca-tulis Al-Qur'an di TPQ Bayt Al-Quran
- 895kehadiran di kajian dan dzikir rutin, setiap pekan



Kesehatan Masyarakat
Bakti Sosial: Donor Darah, Cek Kesehatan, dan Periksa Mata Gratis
150peserta
Pada Minggu pagi, 30 Agustus 2026, Aula Bayt Al-Quran menjadi tempat warga merawat kesehatan. Bersama PMI Tangerang Selatan, Yayasan Amal Mata Indonesia, dan NHC, PSQ menggelar bakti sosial yang terbuka untuk jamaah umum, berlangsung pukul 08.30 hingga 12.00.
Tiga layanan tersedia tanpa biaya: donor darah, cek kesehatan, dan periksa mata. Peserta yang membutuhkan kacamata dapat memperolehnya dengan harga khusus.
Sebanyak 150 orang mendapatkan manfaat dari kegiatan ini. Bagi PSQ, merawat umat tidak berhenti pada urusan rohani, karena kesehatan jamaah dan masyarakat sekitar juga bagian dari kepedulian itu.



Kepedulian Sosial
Peduli Duafa
52warga duafa
Pada Sabtu, 1 Agustus 2026, PSQ melalui Masjid Bayt Al-Quran menyalurkan paket sembako kepada 52 warga duafa di RT 4, 5, dan 6, RW 02, Pondok Cabe Udik. Setiap paket berisi beras super 5 kg, minyak 1 liter, dan gula 1 kg.
Setelah Juli menjangkau RT 1, 2, dan 3, penyaluran Agustus beralih ke RT 4, 5, dan 6. Dengan begitu, kepedulian PSQ menjangkau lebih banyak warga di lingkungan terdekat masjid.

Awal Pembinaan
Santri Baru Memulai Program Pascatahfiz di Bayt Al-Quran
30santri baru
Pendidikan santri diawali dengan orientasi selama lima hari (12-16 Agustus) di Bayt Al-Quran. Selama masa ini, 30 santri baru Program Pascatahfiz, terdiri dari 13 putra dan 17 putri, mengenal seluruh sarana, pengurus, dan kegiatan pesantren, termasuk cara operasional sarana dan prasarananya berjalan. Tujuannya agar santri tahu kepada siapa atau ke mana mereka merujuk ketika membutuhkan bantuan di tengah program. Orientasi juga diisi khataman dan perkenalan antarpenghuni pesantren.
Rangkaian dibuka pada 12 Agustus bersamaan dengan Halaqah Tafsir di Masjid Bayt Al-Quran. Ada sesi perkenalan dan pembacaan SK kelulusan, lalu materi pembuka dari dewan pakar senior. Materi ini dimaksudkan sebagai pemantik pertama rasa ingin tahu dan haus ilmu santri.
Pada 13 Agustus, santri mengikuti placement test untuk memetakan kemampuan membaca literatur berbahasa Arab, jenjang pendidikan, dan perangkat belajar yang dimiliki. Hasilnya dipakai menyusun kelompok belajar yang seimbang, karena sejumlah kegiatan program dikerjakan berkelompok. Tes ini juga membantu santri menentukan target hafalan yang ingin diperbaiki selama program, dan menjaring santri putra bersuara baik untuk bertugas sebagai muazin dan imam salat jahr.



Kajian Publik
KMQ Edisi ke-37
648peserta mengikuti kajian daring
Kajian Membumikan Al-Quran (KMQ) Edisi ke-37 digelar PSQ secara daring pada Kamis, 27 Agustus 2026, dengan tema “Tadabbur Al-Qur'an: Apa, Mengapa, dan Bagaimana”. Prof. Dr. M. Quraish Shihab, pendiri PSQ, dan Dr. Muchlis M. Hanafi, M.A. hadir sebagai narasumber. Kajian diikuti 648 peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum.
Peserta diajak membedakan tadabbur dari tafsir. Jika tafsir berfokus pada penjelasan makna teks, tadabbur adalah interaksi aktif antara pembaca dan Al-Qur'an untuk menemukan petunjuk dan hikmah yang mengubah kesadaran serta tindakan sehari-hari. Karena itu, tadabbur menuntut bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga kejernihan hati dan pemahaman atas realitas, agar Al-Qur'an benar-benar hadir dalam diri dan kehidupan sosial.
Kajian juga memaparkan bekal dan langkah bertadabbur. Bekalnya adalah meluruskan niat, menjernihkan hati agar Al-Qur'an menjadi imam dan bukan makmum, serta menyadari bahwa diri sepenuhnya bergantung kepada Allah. Langkahnya dimulai dari membaca, memahami makna melalui terjemahan atau tafsir yang diakui, merenungkan, lalu melahirkan tindakan nyata. Hasil tadabbur pun tetap perlu diuji agar sejalan dengan makna ayat, tafsir yang otoritatif, dan tujuan-tujuan Al-Qur'an.



Semangat Kebangsaan
Merayakan Kemerdekaan Bersama Santri dan Jamaah
150jamaah doa bersama
Peringatan kemerdekaan dimulai pada malam 17 Agustus. Selepas salat magrib, 150 jamaah berkumpul di Masjid Bayt Al-Quran untuk membaca Yasin dan tahlil bagi para pejuang kemerdekaan. Acara dilanjutkan tausiyah kemerdekaan oleh Dr. Muhammad Erfin Beddu, S.Pd., M.Pd.I., lalu ditutup salat isya berjamaah dan ramah tamah.
Pada 17 Agustus pukul 07.00, santri dan pengurus Bayt Al-Quran menggelar upacara bendera selama sekitar 30 menit. Pengasuh pesantren bertindak sebagai pembina upacara dan seluruh petugasnya adalah santri. Hari itu dilanjutkan dengan lomba Agustusan yang melibatkan santri dan karyawan, dari kategori anak-anak, khusus santri, hingga santri bersama pengurus.



Peringatan Keagamaan
Maulid Nabi 1448 H: Cahaya di Tengah Bisingnya Dunia
185jamaah
Tepat di malam 12 Rabiul Awwal, malam yang dikenal sebagai malam kelahiran Nabi Muhammad, Masjid Bayt Al-Quran memperingati Maulid Nabi 1448 H dengan tema “Cahaya di Tengah Bisingnya Dunia”. Tema ini mengingatkan bahwa teladan Nabi tetap menjadi penerang di tengah hiruk pikuk zaman.
Sejak pukul 17.30, santri membacakan maulid, dilanjutkan mahallul qiyam dan doa maulid selepas magrib. Dr. Syahrullah Iskandar, M.A. menyampaikan tausiyah, dan acara ditutup salat isya berjamaah serta ramah tamah bersama jamaah.
Sebanyak 185 jamaah hadir mengikuti rangkaian acara. Dari pembacaan maulid hingga tausiyah, jamaah diajak mengambil ibrah dari sosok Nabi Muhammad.
Layanan Digital
Tanya Ustadz dan Artikel Keislaman
Melalui CariUstadz.id, layanan Tanya Ustadz menerima 264 pertanyaan dari masyarakat sepanjang Agustus, dan seluruhnya terjawab oleh para ustadz. Layanan ini hadir setiap hari selama 24 jam, memberi ruang bagi siapa saja yang membutuhkan jawaban atas persoalan keagamaan sehari-hari.
Di kanal yang sama, tim redaksi menerbitkan 21 artikel keislaman. Temanya dekat dengan keseharian pembaca: dari makna kemerdekaan dan Maulid Nabi, budaya pamer dan haus validasi di media sosial, hingga pendidikan di era kecerdasan buatan.
Dari warga yang menerima paket sembako, santri baru yang memulai pembinaan, hingga jamaah yang berkumpul merayakan kemerdekaan dan kelahiran Nabi, inilah wujud kerja PSQ sepanjang Agustus 2026: menghadirkan Al-Qur'an lebih dekat dengan kehidupan umat.
