Prof. Dr. K.H. M. Quraish Shihab Nyambangi Santri-santri BQM

Usai menghadiri muktamar pada Kamis dan Jumat (27-28/4/2017), esok harinya, Sabtu (29/4) Prof. Dr. K.H. M. Quraish Shihab menyempatkan diri menemui para santri Bayt al-Quran Mesir, alumni Bayt al-Quran-Pusat Studi al-Quran Jakarta yang melanjutkan studi di Mesir.

Pak Quraish—demikian sapaan akrabnya—mengundang para santri untuk hadir ke Hotel Fairmont Kairo. Lumrahnya “bapak” yang menyambangi “anak”, perjumpaan itu terasa demikian teduh nan hangat. Tiga puluh lima menit pertama, ruangan itu penuh dengan canda dan tawa. Cendekiawan muslim yang populer dengan tulisan-tulisan serta kajian-kajian serius itu bercerita tentang peristiwa-peristiwa jenaka masa-masa saat ia di Mesir dengan penuh humor. Hampir tanpa jeda para santri dibuatnya terpingkal-pingkal.

Menit-menit selanjutnya, Pak Quraish bertanya tentang keluhan-keluhan santrinya. Dan setelah hampir satu jam, barulah beliau mulai berbicara hal-hal yang serius.Quraish Shihab dan Santri Bayt al-Quran

Quraish Shihab dan Santri Bayt al-Quran

“Al-Azhar itu wasatiah. Kita harus menghormati semua pendapat. Walaupun, pendapat itu tidak dapat disetujui. Wong Tuhan saja memberi kebebasan. Fa Man Syā’a Fal Yu’min. Wa Man Syā’a Fal Yakfur. Siapa pun yang mengucapkan dua kalimat syahadat, maka dia muslim, meskipun tidak salat. Saya ditanya tentang ISIS. Saya menjawab, ISIS muslim, tetapi dia muslim yang durhaka,” tutur Pak Quraish.

Direktur Pusat Studi al-Quran (PSQ) itu juga memaparkan bahwa di Pusat Studi al-Quran, semua pendapat kita terima. Tapi, kita punya pendapat yang kita anut. Pendapat yang kita anut itu adalah pendapat Ahlussunnah wal Jamaah. Tetapi kita tidak kafirkan Wahabi, walaupun kita tidak setuju. Kita tidak kafirkan Syiah, walaupun kita tidak setuju.

Wasatiah adalah keberagamaan yang paling sulit. Anda yang ingin menganut dan mengamalkan paham ini, ada dua yang harus sangat diperhatikan, dan itu yang sangat menyulitkan. Yang pertama adalah ilmu. Dan yang kedua adalah kemampuan mengendalikan emosi.

Pak Quraish memberikan sebuah ilustrasi. “Jika ada sejumlah orang, dan Anda mau mencari siapa yang berada di tengah, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu berapa orang yang ada di sana, berapa yang bukan orang, dan berapa bayangannya. Anda harus tahu persis, itu orang yang harus dihitung, atau itu bayangannya.”

“Kenapa di mana-mana ada orang ekstrem?” lanjutnya dengan pertanyaan retorik. “Karena ilmunya kurang. Boleh jadi dia hanya mengira ada lima orang. Sehingga ia menunjuk tiga lah yang di tengah. Tapi kalau tujuh orang? Sudah salah jika tiga dikatakan yang di tengah. Karena itu Anda harus tahu.”

Pakar tafsir kebanggaan Indonesia tersebut mengatakan bahwa penyebab utama kekerasan adalah karena keterbatasan ilmu. “Dia pikir hanya ini pendapat. Dia hanya tahu yang ini. Padahal yang ini dan yang itu sama. Hanya redaksinya yang berbeda.”

“Saat ini banyak orang yang tidak memiliki keduanya. Tidak punya ilmu. Emosi semangatnya lebih hebat dari Nabi saw. Nabi dulu juga begitu semangatnya, tapi kemudian ditegur oleh Tuhan, La’allaka Bākhi’un Nafsaka An Lā Yakūnū Mu’minīn.”

“Didiklah diri Anda untuk paham, dan kendalikan emosi,” tegasnya lagi.

Nasihat lainnya yang diberikan Pak Quraish pada para mahasiswa al-Azhar itu adalah, bahwa kita sudah tidak bisa lagi berpegang sepenuhnya dengan pendapat lama. Kita akan ketinggalan. Ada hal-hal baru yang perlu kita lihat.

Riwayat selain Alquran, hampir semuanya bisa diragukan kebenarannya. Orang-orang memercayai bahwa Hadis Mutawatir dijamin kebenarannya. Tapi, Syekh Muhammad Abduh berkata, “Suatu berita yang menyenangkan, memiliki potensi banyak yang menceritakan. Sehingga, jika cerita menyenangkan itu diceritakan oleh banyak orang tetapi bohong, maka tidak harus kita menerimanya.” Dalam hal ini, Muhammad Abduh memberi contoh Hadis Mutawatir tentang al-Kautsar, bahwa ia adalah telaga di surga.

Semua riwayat dapat diragukan, kecuali Alquran. Karena Alquran selain mutawatir, ia juga dijaga oleh Allah swt. dan dijamin kemurniannya.

“Apakah semua dalam Bukhari itu benar?” Kembali Pak Quraish bertanya dengan pertanyaan retorik. “ Bahkan Imam Muslim memiliki kritik terhadap sahih Bukhari. Ada orang-orang yang dipakai oleh Imam Bukhari, tapi dianggap daif oleh Imam Muslim.”

Belajar. Berusaha objektif. Carilah pandangan yang bisa mempersatukan.

Sudah tidak bisa lagi Anda hidup dengan pemikiran-pemikiran masa lalu. Jangan lagi berbicara soal mayoritas dan minoritas. Karena mayoritas dan minoritas cenderung membeda-bedakan. Padahal kita semua sama dalam berkewarganegaraan.

“Semua bisa salah, semua bisa benar. Ada yang benar sebagian, sebagiannya salah. Bisa juga yang berbeda-beda itu benar semua. Tuhan tidak bertanya lima tambah lima berapa. Tapi, Tuhan bertanya sepuluh itu berapa tambah berapa,” pungkasnya. (tw/hd)

Sumber : https://nuhidiyah.wordpress.com/2017/04/30/prof-dr-k-h-m-quraish-shihab-nyambangi-santri-santri-bqm/

Selamat, Alumni Bayt al-Quran Lolos Seleksi Imam Masjid di Abu Dhabi

Alhamdulillah, berita gembira ini kami terima. Salah seorang alumni kami dari angkatan XIII, yakni M. Shoifi akhirnya lolos dan menjalani kontrak selama dua tahun untuk menjadi imam masjid di Abu Dhabi dan wilayah lain di Emirat.

Kegiatan ini adalah kerjasama Kementerian Agama dengan Lembaga Urusan Agama Islam dan Wakaf Persatuan Emirat Arab (PEA). Ada lebih dari 60 orang peserta yang mengikuti ujian seleksi ini. Tercatat ada enam utusan langsung datang dari Dubai untuk melakukan seleksi.

Delegasi dipimpin oleh Muhammad Ubaid Rosyid Al Mazru’i (Direktur Eksekutif Urusan Islam), beranggotakan Hamad Yusuf Hamad (Direktur Eksekutif Layanan), DR. Abdul Azis Abdullah (Direktur Otoritas di Al Ain), Muhammad Hamad Al Khobiri (Staff Ahli), Rosyid Muhammad Hamad (Penceramah), Adil Muhammad Abdullah (Staf Administrasi).

M. Shoifi

M. Shoifi

Selanjutnya M. Shoifi dan rekan-rekan lainnya yang telah lulus seleksi akan diberangkatkan dan mendapatkan tunjangan sebesar AED 6.300 atau 22 Juta rupiah. Inipun dengan ketentuan, jika selama bertugas mendapat respon baik dari masayarakat maka kontrak akan diperpanjang.

M. Shoifi adalah alumni Bayt al-Qur’an yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Selama menjalani masa pendidikan selama 6 bulan, beliau tetap bersemangat untuk melanjutkan kecintaannya mempelajari al-Qur’an dan hadits dengan mengikuti beragam kegiatan, hingga akhirnya mencoba untuk mengikuti ujian menjadi calon imam masjid.

Selamat, doa kami selalu menyertaimu.

Bedah Buku Islam Moderat dan Isu-Isu Kontemporer

Kegiatan bedah buku menjadi kegiatan rutin yang biasa dilakukan oleh Pusat Studi al-Qur’an (PSQ). Sebagai lembaga yang mengkaji tulisan-tulisan dan pemikiran-pemikiran terkait dengan al-Qur’an, kali ini buku yang diangkat untuk dibahas adalah buku ‘Islam Moderat dan Isu-isu Kontemporer’.

Acara ini menghadirkan penulisnya, yakni Ayang Utriza Yakin, ditemani oleh General Manager Pusat Studi al-Qur’an Agus Rachmanto dan juga beberapa narasumber dari PSQ yakni Ust. Romli Syarqawi Zein, Lc. berlangsung pada Senin 17 April 2017.

Lepas Sambut Santri Pesantren BQ Angkatan XIV dan XV

Mulai bulan Februari ini, pesantren Bay al-Qur’an yang berada di kawasan South City Tangerang Selatan memiliki santri angkatan baru. Kali ini adalah angkatan ke XV. Santri angkatan sebelumnya dihadirkan untuk memberikan pengenalan akan lingkungan baru di pesantren. Selain itu, dengan adanya pisah sambut, santri angkatan baru juga diharapkan akan memiliki pandangan akan apa yang akan mereka dapatkan selama mengikuti pendidikan untuk 6 bulan ke depan.

Itulah mengapa, saat salah santri santri yang menjadi santri terbaik angkatan XIV, yakni Ahmad Mubarok Alyamamah menyampaikan selamat datang kepada santri baru dan berharap mereka bisa berbelanja sebanyak mungkin akan ilmu-ilmu berbobot yang akan disampaikan oleh pemateri dari Pusat Studi al-Qur’an (PSQ). Lanjutkan membaca “Lepas Sambut Santri Pesantren BQ Angkatan XIV dan XV”

Formulir Pendaftaran Santri Baru Angkatan XV

Telah dibuka, pendaftaran Program Pasca Tahfizh Pesantren Bayt al-Qur’an – Pusat Studi al-Qur’an Jakarta Angkatan ke-15, Periode Pebruari s/d Juli 2016.

Bagi Para Huffazh yang ingin bergabung bersama kami, segera untuk mendaftarkan diri dengan mengisi formulir di
http://goo.gl/forms/y1JSSDuai6.

Nb:
Waktu & Tempat Seleksi:
1. Jawa Timur :
Waktu : 7 Desember 2016
Tempat : PP. Hamalatul Qur’an (Pphq Jombang), Sumberbendo, Jogoroto, Jombang

2. Jawa Tengah
Waktu : 18 Desember 2016
Tempat : Masjid Agung “al-Mabrur” Kab. Semarang (Depan Rumah Dinas BUPATI Semarang).

3. Jawa Barat, Banten dan DKI
Waktu : Setiap hari kerja sampai tgl 6 Januari 2017
Tempat : PP. Bayt al-Qur’an-Pusat Studi al-Qur’an (PSQ) Jakarta.
Perum. South City, Jl. Terbang Layang, Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

4. Luar Jawa
Waktu : Setiap hari kerja sampai tgl 6 Januari 2017
SELEKSI VIA TELPON

Brosur bisa di download di sini:
https://drive.google.com/open?id=0B24hkmUYxQMkVlhvYnhZQXRqbHc

Halaqah Tafsir : Kajian Tafsir Ayat-ayat Tentang Salat

Ayat-ayat yang membahas perihal salat dalam al-Qur’an bersifat global, karena itu kita tidak akan menemukan ayat yang secara rinci menjelaskan teknis bagaimana mengawali dan mengakhiri alat.

Kita akan menemukan rincian salat dalam hadits-hadits Nabi saw., seperti صلوا كما رأيتموني اصلي

Jumlah rakaat itu sifatnya tauqifiy, tidak perlu ada kajian khusus untuk membahasnya.

Ayat–ayat mengenai salat bertebaran dalam al-Qur’an, ini menunjukkan bahwa salat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam agama dan memiliki hikmah yang sangat besar.

Pengertian salat menurut al-Qur’an memiliki dua pengertian:

1. Ibadah sholat seperti yang dikenal dalam fiqh
Salat secara bahasa adalah doa. Secara istilah ucapan-ucapan dan gerakan yang diawali takbiratul ihram dan diakhiri salam.
Kaitannya terdapat tiga tempat;
a. Salat lima waktu
QS. Al-Baqarah 238 Lafadz صلاة – صلوات menunjukan salat lima waktu
b. Salat Jum’at
QS. Jumu’ah ayat 9 ; lafadz للصلاة maksudnya adalah salat jum’at.
c. Salat janazah
QS. At-Taubah 84; ولاتصل maksud disini adalah larangan untuk salat yang bertujuan mendoakan orang munafik.

2. Bukan bermakna ibadah salat
Ada 7 tempat lafadz salat yang tidak bermakna ibadah salat :
a. Memberi keberkahan
QS. Al-Baqarah 157. صلوات bermakna memberi keberkahan.
b. Memohonkan ampun
QS. Al-Ahzab 56, يصلون – صلوا bermakna memohonkan ampunan
c. Membaca sholawat
QS. Al-Ahzab 56 يصلون bermakna membaca sholawat

Nabi mengajarkan bersalawat tanpa lafal sayyidina karena Nabi bukanlah orang yang gila pujian. Penambahan lafal sayyidina dalam salawat adalah untuk penghormatan kepada Nabi. Allah memanggil Nabi pun dengan panggilan yang mesra, wahai orang yang berselimut, Hai Nabi, Rasul, kalau disebut nama saja disebut juga jabatannya, Muhammadur rasulullah.

d. Mendoakan
At-Taubah 103; صل bermakna doakanlah mereka. Dan lafadz صلاتك doamu.
At-taubah 99; صلوات bermakna memperoleh doa rasul.
e. Membaca al-Qur’an
Al-Isra’ 110; ولا تجهر بصلاتك
Menurut Imam asy-Syaukani dengan mengutip ibnu abbas ra. Kata بصلاتك adalah membaca al-Qur’an
Menurut Aisyah ra. بصلاتك disini adalah doa.
f. Rumah ibadah orang yahudi
QS. Al-Hajj 40 ; صلوات bermakna tempat ibadah orang yahudi
Ibnu katsir menyebutkan dalam tafsirnya, menurut Ibnu Abbas maknanya adalah gereja-gereja orang Kristen.
Menurut Ikrimah, ad-Dhahak, Qatadah artinya adalah tempat ibadahnya orang yahudi.
g. Masjid
An-Nisa’ 43 الصلاة bermakna masjid
Imam Qurtubi mengutip pendapatnya Imam Syafi’i, jangan dekat-dekat dengan salat, maksudnya adalah larangan masuk masjid.

Inilah ayat awal yang menjelaskan pelarangan khamr, sebab al-Qur’an memakai metode tadrij as-Syar’ (step by step) dalam mengharamkan khamr, dengan diawali لا تقربوا الصلوة وأنتم سكارى lalu kemudian إثمهما أكبر من نفعهما terakhir dengan ayat إنما الخمر والميسر.
Begitu pula pada pengharaman riba nasi’ah (disebut juga riba jahiliyyah), sebab memakan riba adalah kebiasaan orang jahiliah selain mabuk-mabukan.

Tafsir Ayat-ayat Salat

1. Waktu dan nama-nama salat, Al-Isra’ 78
Menjelaskan waktu-waktu salat wajib. Yaitu sejak tergelincirnya matahari yakni permulaan waktu zuhur dan ashar. Sampai gelapnya malam maksudnya adalah salat maghrib dan isya’ dan salat yang didirikan karena munculnya fajar yakni salat subuh.
Kalimat قرأن الفجر secara harfiah berarti bacaan di waktu fajar, tapi sebab ayat ini berbicara dalam konteks kewajiban salat, maka semua penafsir menyatakan bahwa lafadz ini adalah salat subuh.
Berdasarkan sabda rasulullah, salat subuh itu disaksikan oleh malaikat malam dan malaikat siang.
Salat subuh disebut juga قرأن الفجر karena di waktu subuh masih hening sehingga dianjurkan membaca surat yang agak panjang.

Pokok kandungan ayat
• Perintah mendirikan salat 5 waktu
• Petunjuk waktu salat wajib.
• Informasi bahwa keutamaan salat subuh itu disaksikan malaikat siang dan malaikat malam.

Nama-nama salat berdasarkan ayat tersebut
1. Salat fajar/ subuh.
Waktu fajar berlangsung kurang lebih 45 menit, sampai kemudian cahaya alam menjadi terang yang menandakan terbitya matahari. Disamping perintah ibadah salat, Allah SWT juga memerintah untuk mengkaji al-Qur’an di waktu fajar.
2. Salat wustha -ditengah-tengah dan utama- yakni salat asar.
3. Duluki as-Syamsi yakni salat zuhur dan ashar sedangkan ghasaqil laili berarti maghrib dan isya
2. Perintah salat dalam al-Qur’an
• Sedikitnya tercatat dalam 14 tempat dalam al-Qur’an dalam bentuk perintah yang khithabnya jama’ (aqimu as-Sholah).
• Sementara 5 perintah yang ditujukan pada 1 orang dengan lafadz aqimi
Pada QS Hud 114, al-Isra’ 78, Thaha 14, al-Ankabut 45, Luqman 17.

Penafsiran ayat وأقم الصلوة طرفي النهار وزلفا من الليل.
Mengajarkan untuk salat secara teratur dan benar sesuai dengan ketentuannya.
Kata zulafan merupakan bentuk jamak dari zulfa yakni waktu-waktu yang berdekatan.
Tsa’labi mengatakan bahwa zulafan adalah permulaan malam.
Innal hasanat hudzhibnas sayyiat, perbuatan baik yang didasarkan pada keimanan dan ketulusan akan dapat membentengi diri sehingga terhindar dari keburukan. Dapat juga diartikan Allah mengampuni dosa-dosa kecil. Artinya, dosa kecil dapat dihapus dengan perbuatan baik dan dengan beristighfar, sedangkan dosa besar dihapus dengan taubat.
Menurut M. Quraish shihab, Al-Hasanat diartikan dengan salat dan istighfar, tapi lebih baik adalah memahami dengan makna umum. Sedangkan as-Sayyiat dipahami dengan makna khusus, yakni dosa kecil.

Pokok QS hud 114
• Pendirikan mendirikan salat wajib dan petunjuk waktunya
• Perintah untuk selalu berbuat baik karena dapat menghapus dosa

3. Larangan berbicara saat salat حافظوا علي الصلاة QS. Al-Baqoroh: 238-239
Pokok kandungan ayat ini kurang lebih:
• Memelihara salat wajib secara teratur, harus khusyu’, salat tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apapun. Ayat ini diapit ayat dengan tema pernikahan, talak, cerai, ‘iddah, ruju’ serta nafkah namun tiba-tiba menjelaskan tentang salat. Ketentuan yang diceritakan Allah sebelum ayat tersebut, semua disatukan oleh kesamaan berupa ibadah kepada Allah SWT.
4. Wudlu sebelum salat, QS. Al-Maidah ayat 6.
Menurut Imam Syafi’i menyentuh perempuan berarti sentuhan kulit laki-laki dan perempuan yang bukan mahram tanpa halangan. Sedangkan Imam Hanafi mengartikan lafal ini sebagai hubungan suami istri.
5. Pakaian, QS. Al-A’raf 31
Menggunakan pakaian yang indah dan bagus.
6. Kiblat QS. Al-Baqarah 144
Manakala seeorang tidak mengatahui arah kiblat atau berada dalam perjalanan, seseorang boleh salat menghadap kemana saja.
7. Adzan, QS. Jumuah: 9
Menurut Imam Syafi’i yang wajib mendatangi salat Jum’at adalah yang mendengar suara azan dimanapun mereka berada.
8. Bacaan
Bacaan dalam salat dalam al-Qur’an hanya berisi memohon pertolongan pada Allah, lihat QS. Al-Baqoroh: 45. Sedangkan bacaan salat diajarkan oleh Rasullah saw.
Shalat juga didirikan untuk mengingat /menyebut nama Allah.
9. Suara
Jangan terlalu dikeraskan dan dilirihkan yang sedang-sedang saja, QS. Al-Isro: 10
10. Gerakan, QS. Al-Hajj 26
11. Memendekkan salat/ Qoshor salat, QS. An-Nisa’ 101.

Wallahu a’lam

Disaripatikan dari narasumber KH. HASANUDDIN IBNU HIBBAN, MA, pada Rabu 21 September 2016

Pembukaan PKM Angkatan XII dan Santri BQ Angkatan XIV

Pesantren Bayt Quran mendadak kembali ramai pada Rabu 27 Juli 2016. Ini menandai dimulainya kegiatan rutin setelah libur panjang Ramadhan dan Syawal. Rabu kembali dipilih untuk dijadikan awal bagi kegiatan baru di pesantren di daerah Pondok Cabe ini.

Pengumuman PKM dan Santri PSQ

Halaqah Tafsir tak lagi sekedar kegiatan pengajian rutin di hari Rabu, karena tampak di antara bapak-ibu majelis taklim, ada beberapa wajah baru yang menghiasi aula pesantren. Mereka inilah yang selama 6 bulan ke depan, mulai Juli hingga Januari tahun depan akan menyemarakkan kegiatan pendidikan di lingkungan PSQ ini.

PKM Angkatan XII

PKM Angkatan XII

Bagi para mahasiswa-mahasiswi S2 dan S3 yang tengah menyiapkan tesis dan disertasi, mereka akan tergabung ke dalam program Pendidikan Kader Mufassir angkatan XII. Sebanyak 17 peserta, tampak hadir di hari pertama pertemuan ini. Mereka terdiri dari 12 mahasiswa dan 5 mahasiswi. Dengan empat peserta diantaranya tengah mengikuti pendidikan S3. Kampus mereka berasal dari UIN Jakarta, IIQ Jakarta, PTIQ Jakarta, UIN Yogyakarta, UIN Makassar, IAIN Tulungagung, UIN Semarang hingga UIN Surabaya.

Santri Bayt Quran Angkatan XIV

Sedangkan beberapa santri, baik dari pesantren yang berasal dari Jawa dan Luar Jawa, tergabung dalam Bayt Al-Qur’an angkatan XIV. Tercatat 28 santri sudah hadir dan siap melaksanakan pendidikan mereka di pesantren yang baru pada angkatan ini digunakan secara penuh.

Mengingat ketersediaan tempat baru ini, pihak PSQ melalui Achmad Zayadi akan melibatkan peserta PKM angkatan ini untuk menjadi pembimbing bagi para santri baru. Mengingat intensitas pertemuan mereka yang akan lebih sering bila dibandingkan angkatan sebelumnya, serta ruangan kelas yang kini bisa dimanfaatkan kedua program ini secara bersamaan. Dengan ini diharapkan potensi perkembangan didikan santri maupun PKM akan menjadi lebih terarah dan termanfaatkan.