Sambutan Prof. Dr. Nasaruddin Umar dalam Pemancangan Tiang Pembangunan PSQ Pondok Cabe

Ibu-airiin

Bismillahirrahmanirrahim 
Alhamdulillah pada sore hari ini, betapa bangganya kami atas kehadiran Ibu Airin hadir dalam rangka, insyaallah, pemancangan awal dari pembangunan masjid. Yang kita pancang ini bukan hanya tiang untuk masjid, tapi juga sekaligus tiang langit. Sepanjang masih ada kalimat syahadat maka langit tidak akan roboh dan apa yang kita pancangkan disini bukan sekedar tiang masjid tapi adalah tiang langit.
Kita sangat bersyukur, Ibu Airin selaku wakil dari pemerintah di kawasan ini memberikan dukungan, Pak Quraish, Allah akan menjadi saksi bahwa keluhuran Ibu Airin merespon permintaan kita, walaupun kadang-kadang hanya lewat sms dan telepon tidak melalui surat resmi seperti halnya yang lain, tapi justru karena Ibu Airin membaca dengan hati nurani dan kami juga bekerja dengan hati nurani sehingga dua hati saling berjumpa dan inilah yang bisa kami lakukan.
Ibu Airin dibelakang kita disini ini ada anak-anak binaan dari seluruh indonesia dan ini kita istilahnya ToT, mereka-mereka ini nantinya akan menjadi guru-guru al-Qur’an yang profesional di seluruh tanah air, dan selesai nanti kita rekrut lagi yang baru, dan kedepan, insyaallah ini akan kita lakukan memperbanyak orang yang akan kita didik tapi kemampuan kami sangat terbatas.
Dengan hadirnya Pusat Studi Al-Qur’an ini maka tentu insyaallah akan kita lakukan sesuatu yang lebih besar lagi daripada apa yang selama ini telah kita lakukan di 2014.
Ibu Airin yang sama-sama kita hormati, nanti sambil jalan sesudah melakukan peresmian, nanti akan ada tayangan seperti apa nanti, bentuk bangunan yang akan kita bentuk. Insyaallah softwarenya dan hardwarenya sudah kita siapkan, yang kita mohon dari Ibu Airin adalah selain doa tentunya adalah kami memohon menjadi masyarakat binaan Ibu Airin selaku kepala daerah.
Dari segi umur Ibu Airin adinda kita tapi dari segi pemimpin wilayah adalah orang tua kita. Percayalah doa para hafidz Qur’an disini untuk Ibu Airin diberi keselamatan dan sebagainya dan keberkahan selalu menyertainya dan kebaikan selalu kita adreskan kepada Ibu Airin.
Dan yang terakhir dari kami adalah, bukan kali ini saja kita mengharapkan kehadiran Ibu Airin dan rombongan, tapi dalam keadaan apapun insyaallah bahkan tidak menjadi pejabat sekalipun juga kami akan tetap menjadikan Ibu Airin sebagai warga kehormatan dari Pusat Studi Al-Qur’an. Apa yang akan kita lakukan ini adalah sabuah sejarah buat kita semua. Insyaallah apa yang kita lakukan sore ini akan menjadi sejarah buat kita semua.
Sore ini tanggal 10 desember 2014 ini kita akan memancangkan sejarah Pusat Studi Al-Quran. Kalau kita melihat company profilenya, obsesi kita adalah akan menjadi Pusat Studi Al-Qur’an yang obsesinya terbesar di asia tenggara, nanti akan kita merealisasikannya, dan insyallah ke depan Indonesia akan menjadi pusat peradaban Islam seperti halnya negara-negara Islam di Timur Tengah.
Inilah yang dapat kami sampaikan demikian sekali lagi atas kehadiran Ibu Airin bersama seluruh staff yang hadir juga ada tokoh-tokoh masyarakat, saya minta maaf tidak menyebutkan namanya tadi, kami juga bangga karena didampingi tokoh-tokoh masyarakat yang ada di sekitar sini, sehingga nanti komplek disini menyatu dengan masyarakat sekitar tidak akan menjadi mercusuar yang asyik dengan dirinya sendiri, selalu nanti akan kita libatkan dan kita terlibat dengan masyarakat sekitar.
Disini juga hadir pengembang yang sejak awal memberikan itikad baiknya pada kita semua, terutama Pusat Studi Al-Qur’an. Kami juga memohon sedkit kata-kata dari Ibu Airin. Sedikit tapi besar artinya buat kami.
Demikian
Wassalamualaikum.