PPL Mahasiswa jurusan IAT IAIN Pekalongan di Bayt al-Qur’an PSQ Jakarta

Sejak resmi di dirikan oleh Prof. Dr. Quraish Shihab, MA sejak 18 September 2004, PSQ (Pusat Studi AlQuran) masih tetap kukuh dengan visi utama yakni “Mewujudkan nilai-nilai al-Qur’an di tengah masyarakat yang Pluralis”. Kekukuhan visi tersebut kian serius untuk Yayasan Pusat Studi Alquran wujudkan dengan bertambahnya program yang tetap konsen dalam bidang Alquran dan Tafsir. Salah satu Progam yang kini kian digandrungi tiap visitas akademika untuk menjalin kerjasama Mahasiswanya dari jururan Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) dengan mengadakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Bayt Alquran, PSQ yang bertempat di jalan Kertamukti, no. 69, Pisangan,Ciputat, Tangerang Selatan.

Di tahun 2019 ini, baru kemarin di bulan Februari PSQ menampung Mahasiswa IAIN Syekh Nur Jati Cerebon dan IAIN Surakarta. Di bulan Maret ini IAIN Pekalongan kembali mengirim mahasiswanya untuk menimba ilmu di PSQ. Sebanyak 61 Mahasiswa akan diberi kesempatan bertemu langsung dengan para pakar tafsir sekaligus menimba ilmunya. Diantara para pakar tersebut adalah Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, Prof. H. Asep Usman Ismail, MA, Prof. Dr. Hamdani Anwar, MA, Dr. Ahsin Sakho Muhammad, MA, Dr. Khusnul Hakim,MA, dan Dr. Muchlis M. Hanafi, MA.

Selain PPL, PSQ yang notabene merupakan lembaga dakwah yang bertujuan menyebarkan pengetahuan Islam kepada masyarakat dengan cara/metode baru dalam berdakwah, juga memiliki program lain, di antaranya adalah pembuatan Pesantren Pascatahfidz atau lebih akrab dengan sebutan Pesantren Bayt al-Qur’an, Pendidikan Kader Mufassir yang disingkat menjadi PKM, halaqah Tafsir, Training of Trainer, Daurah Bidayatul Mufassir, dan jurnal studi al-Qur’an.

Progam-progam PSQ tersebut sejatinya merupakan usaha mengimplementasikan isi QS. Al-Jumu’ah:2, dimana interaksi manusia dengan Alquran seharusnya tidak hanya berhenti di level tilawah, hifdzu, dan Istia’an. Akan tetapi harus dilanjutkan dengan tahapan memahami dan menafsirkan bahkan kemudian meningkat menjadi ittiba’an (mengkuti isi al-Qur’an), amalan, dan dakwah. Semua tahapan tersebut tidak boleh meloncat-loncat, akan tetapi harus urut. Jangan sampai terjadi yang sebenarnya masih baru ditahap membaca dan menghafal kemudian langsung berdakwah tanpa melewati tahap memahami dan menafsikan. Demikianlah progam-progam PSQ dikemas sedemikiannya termasuk PPL yang sejatinya berada di tingkat fahman wa tafsiran.

Alumnus PKM Kholilullah yang kini aktif menjadi trainer peserta PPL menyambut dengan antusias tinggi para mahasiswa untuk belajar bersama menyelami nilai-nilai al-Qur’an. Terlebih akhir-akhir ini di tengah masyarakat yang plural ini tidak sedikit muncul persinggungan diranah furu’iyyah namun kembali melibatkan al-Qur’an namun penyikapannya kerap kali menyentuh ranah ikhtilafiyyah. Menurutnya sangat tepat jika para mahasiswa yang konsen di bidang keislaman khususnya tafsir bersedia belajar di PSQ, karena para mahasiswa akan mendapatkan ilmu yang bisa membantunya merespon, menanggapi atau paling tidak memahami untuk bersikap atas berbagai problema dengan tuangan dasar-dasar ilmu ke-al-Qur’an-an langsung dengan para pakarnya.

Untuk itu dalam serangkaian acara PPL di PSQ mahasiswa berkesempatan belajar tentang I`jaz Lughawi fi Alquran, Semantik Alquran, Kaidah Tafsir, Kaidah Ushul, Munasabah Alquran,kaifa ta’mal bil Quran, Peta Studi Alquran, Ilmu Qira’ah, Publik Speaking, Studi Literatur berbasis ICT. Selain di PSQ mahasiswa juga diberi kesempatan oleh Dr. Muhlis Hanafi untuk mengunjungi Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMA) belajar tentang mushaf Alquran yang akan dicetak oleh penerbit dan percetakan berdasarkan pada mushaf standar Indonesia. Mengembangkan kajian keislaman, khususnya dalam bidang tafsir. Selain itu, di LPMA juga terdapat museum Bayt Alquran. Didalamnya terdapat banyak naskah Alquran kuno, artefak, dan benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan perkembangan Alquran di Nusantara.

Dihari-hari awal pun mahasiswa langsung bisa meneguk samudra ilmu dari Prof. Dr. Quraish Shihab saat diundang langsung menjadi audien dalam acara “Hidup Bersama Alquran” di studio 5 Indosiar. Para Mahasiswa rata-rata mengungkapkan “menjadi sebuah kebahagian yang terasa istimewa dengan PPL di PSQ karena bisa bertemu dan mencerna keilmuan para pakar tafsir secara langsung yang selama ini hanya menjadi hajat yang sulit diwujudkan untuk menghadirkan mereka di seminar-seminar, baik kampus ataupun yang lainnya. Sedang dengan adanya PPL di PSQ tentu bagi mahasiswa yang aktif dibidang Alquran dan Tafsir akan memperoleh banyak pengalaman bagaimana para pakar mengutarakan langsung pergulatannya dibidang Alquran dan Tafsir dan bahkan juga hadits yang notabene adalah sejalan dengan Alquran sebagai sumber hukum utama. Terlebih saat di Studio Indosiar mahasiswa secara bersamaan mendapatkan dua hal secara langsung antara ilmu dan prakteknya sebagai pemangku ilmu dengan memberikan solusi atas persoalan masyarakat. Dengan demikian atas semua agenda kegiatan PPL di PSQ ini diharapkan agar Mahasiswa kelak menjadi para pemangku ilmu yang benar-benar berguna ditengah masyarakat.

Mahasiswa PPL juga dilibatkan dalam aktivitas sehari-hari santri Bayt Alquran yang juga bagian dari progam yang tidak lepas dari PSQ. Seperti belajar Tahsin, Tahfidz, dzikir, yasinan, sholawatan dan aktivitas/kegiatan lainnya. Sehingga secara tidak langsung membangun kekuatan emosional/mental dan kesehatan ruhani santri maupun mahasiswa. Yang tentu tidak pernah didapat dalam perkuliahan dikampus[kholilullah].

Komentar Dinonaktifkan pada PPL Mahasiswa jurusan IAT IAIN Pekalongan di Bayt al-Qur’an PSQ Jakarta