Perkuliahan Santri Bayt al-Qur’an tentang Sirah Nabawiyah

 

 

 

 

 

Bertempat di Pesantren Bayt al-Qur’an Perum Villa Bukit Raya No.10 Pondok Cabe Ciputat sebanyak 26 santri Bayt al-Qur’an angkatan VII mengikuti perkuliahan pada mata kuliah Sirah Nabawiyah dengan tema Jahiliyah Pra Islam dan Jahiliah Modern, perkuliahan yang berlangsung pada Rabu 13/3/2013 ini disampaikan oleh Ustz. Dr. Asep Usman Ismail, MA.

Terlihat sangat antusias para santri mengikuti perkuliahan dengn materi yang disampaikan narasumber diantaranya tentang konsep Kejahiliyahan yang sebernarnya bukanlah karena minimnya pengetahuan dan rendahnya intelektualitas, melainkan karena tidak adanya aqidah yang mendasari prilaku. Nabi Muhammad diutus di Makkah pada permulaan abad ke 7, dan masyarakat Arab saat itu telah sangat berkembang dalam segi pengetahuan dan peradabannya. Mereka telah mengenal perdangangan, bahkan sampai perdagangan internasional, terdapat balai musyawarah semacam DPR, dan mereka telah mengenal syair-syair.

terlihat sangat serius para santri mengikuti perkuliahan

Disamping kemajuan peradaban yang mereka alami, masyarakat Arab (Kafir Quraisy) pada masa itu juga mengalami puncak kejahiliyahan, menyekutukan Allah, tindakan asusila, pembunuhan anak-anak dan wanita, praktek riba, dan kebiadaban-kebiadaban yang lain.

Esensi jahiliyah adalah  جهيلية في العقيدة, tidak mengetahui nilai-nilai aqidah. Diantaranya nilai aqidah adalah :

  1. Tauhid, mengesakan Allah.
  2. Ibadatullah, beribadah kepada Allah dengan tuntunan yang benar dari syariat.
  3. Akhlaq, budi pekerti kepada allah dan kepada sesama.
  4. Percaya dengan kehidupan setelah mati.
  5. Percaya dengan pertanggungjawaban amal perbuatan.
  6. Percaya adanya surga dan neraka.

Masyarakat arab dahulu tidak memiliki ke 6 aspek aqidah diatas, mereka menyekutukan Allah, tidak mau menyembah Allah, prilaku menyimpang, membunuh dan memperdagangkan wanita dan mereka ingkar dengan kehidupan setelah mati.

Sehingga apabila dijaman modern ini muncul lagi prilaku-prilaku yang sama dengan keadaan masyarakat arab 14 abad lalu, maka bisa juga dikatakan jahiliyah di masa modern. Dan bahkan juhala’ murokab, karena selain sudah mengerti tuntunan yang benar dari nabi Muhammad melalui penerus-penerusnya manusia sekarang lebih brutal dibanding kafir quraisy.