Perkuliahan Santri Bayt Al-Qur’an tentang Furuq al-Lughawi

 

 

 

 

 

Kamis(28/3/2013) agenda kegiatan perkuliahan santri pasca tahfidz angkatan VII berlangsung di Masjid Pesantren Bayt al-Qur’an Perum Villa Bukit Raya Pndok Cabe Ciputat, perkuliahan disampaikan Ustz. Muhammad Arifin, MA dengan membahas Furuq al-Lughawi, dalam pembahasannya beliau memberikan contoh melalui kata – kata yang terdapat di dalam al-Qur’an.

Disampaikan al-Qur’an tidak bisa kita sebut sebagai syair atau puisi, walaupun teks al-Qur’an berirama. Salah satu mukjizat al-Qur’an adalah pemilihan kosa kata yang bermakna tinggi, sehingga tidak memungkinkan bagi ahli bahasa pada zaman nabi, bahkan sampai saat ini untuk menandinginya. Kata-kata yang digunakan Allah dalam al-Qur’an merupakan kata “super”, kata pilihan, mengandung makna yang indah.

 

 

 

 

 

 

 

Dalam pemilihan kata benda (isim), al-Qur’an pun sangat teliti memperhatikan maknanya. Walaupun secara sekilas kata-kata tersebut memiliki arti sama, tapi bagi orang yg memiliki dzauq dan pemahaman bahasa arab yang mahir akan mendapati perbedaan yang sangat jelas diantaranya. Kali ini akan penulis ambil satu contoh kata dalam bahasa indonesia yang memiliki banyak artian dalam bahasa al quran. Kata ‘hujan’ dalam bahasa arab bisa menggunakan al-mathor (المطر), Al Ghoits (الغيث) dan bisa juga menggunakan kata As-Shoyyib (الصيّب).

Kata-kata diatas dapat dipahami dengan jelas ketika kita melihat pemakaiannya dalam al-Qur’an. Allah berfirman dalam surat al a’rof ayat 84

وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ

“Kami turunkan kepada mereka hujan (batu) Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu”
Seperti yang termaktub dalam tafsir al muyassar mengenai penjelasan ayat 84 surat al a’rof diatas

 “وعذَّب الله الكفار من قوم لوط بأن أنزل عليهم مطرًا من الحجارة”

Allah menyiksa kaum nabi Luth yang yang ingkar dengan menurunkan hujan batu. Sehingga jelas dalam pemakaiannya kata mator (المطر) berkonotasi negatif, bermakna siksaan dan ‘adzab. Walaupun secara harfiah kita dalam memahami arti kata mator (المطر) adalah hujan namun dalam al quran kata ini lebih sering Allah gunakan untuk menunjukan siksaannya.

Kata berikutnya yang seperti dengan al mator (المطر) adalah al ghoist (الغيث). Kata al ghoist (الغيث) termaktub dalam al quran surat As Syuro ayat 28

وَهُوَ الَّذِي يُنزلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ } [ الشورى:28 ]

Dan Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. dan Dialah yang Maha pelindung lagi Maha Terpuji.

Kata al ghoist (الغيث) memiliki kecenderungan bermakna kebaikan, rahmat, dan kasih sayang . Masyarakat arab menggunakan kata al ghoist untuk menunjukkan hujan yang bermanfaat, dalam artian tidak menimbulkan bencana