Perkuliahan PKM “Al-Madhu dan Huruf Jar dalam Penafsiran”

Ciputat,(12/12) Ada dua materi yang diuraikan pada sesi perkuliahan tutorial kaidah-kaidah penafsiran bersama Prof. Dr.Ahmad Thib Raya. Kedua materi itu adalah “al-madhu (pujian) dalam Alquran” dan Huruf Jar dalam Alquran. Tampil sebagai pemakalah untuk kedua materi ini adalah Imam Zaki Fuad yang menjelaskan konsep al-madhu dalam Alquran dan Zahrul Atriyah yang menguraikan huruf jar dalam Alquran.

 

Secara umum menurut pemakalah ada empat macam bentuk al-madhu (pujian) yang ada dalam Alquran. Yaitu, pujian kepada Allah, yang mencakup pujian dengan menggunakan kalimat tauhid dan pujian dengan menggunakan asma al-husna. Kedua, pujian kepada Nabi dan Rasul. Ketiga, pujian terhadap kitab samawi dan yang keempat adalah pujian terhadap Malaikat. Sedangkan menurut  Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, sederhananya al-madhu itu dapat dipahami sebagai suatu konsep pada ayat tertentu berisikan hal-hal yang menyenangkan, dan sebaliknya al-dzam tersebut adalah suatu pesan yang ada pada ayat tertentu yang mengandung celaan dan hinaan, meskipun diungkapkan dengan lafaz yang biasa digunakan untuk kebaikan.  Pada sesi selanjutnya yang menguraikan tentang huruf jar, didapati sebuah kesimpulan bahwa adakalanya huruf jar tersebut dipahami tidak dengan makna aslinya, akan tetapi disesuaikan dengan konteks ayat. Keberadaan dan pemahama terhadap huruf jar ini memberikan pengaruh yang signifikan dalam penafsiran ayat-ayat Alquran. Tidak jarang pembahasan huruf jar ini menimbulkan perbedaan di kalangan ulama. (Arsyad Abrar)