info@psq.or.id
+62 21 7421661

Perkuliahan Pendidikan Kader Mufassir [PKM XI] Perkembangan Ilmu Hadis

    Home / News / Perkuliahan Pendidikan Kader Mufassir [PKM XI] Perkembangan Ilmu Hadis

Perkuliahan Pendidikan Kader Mufassir [PKM XI] Perkembangan Ilmu Hadis

0

pk-xi Pengembangan pemahaman dan pengetahuan tentang ilmu hadis dan berbagai disiplinnya sangat penting dalam memahami kajian ke-Islaman. Sebab hadis merupakan representasi kedua sebagai sumber hukum dalam Islam. Hal itulah yang menjadi kesadaran bagi mahasiswa S2 dan S3 Pelatihan Kader Mufassir (PKM) yang diselenggarakan dan difasilitasi oleh Pusat Studi al-Qur’an dibawah bimbingan Prof. Dr. Quraish Shihab.

            Pada pertemuan awal tepatnya senin tanggal 11-08-2015  pada materi ilmu hadis, yang diampuh oleh Dr. Sahabuddin. MA yang dimulai pada jam 14:00-17:30 dengan metode ceramah, namun diselingi dengan dialog terhadap mahasiswa. Pokok mendasar yang dibahas adalah bagamaina perkembangan ilmu hadis itu sendiri. Beliau memaparkan di awal bahwa kunci utama dalam memahami ilmu hadis didasarkan pada 10 poin. Namun pada kesempatan tersebut beliau belum memaparkan apa saja 10 poin tersebut. Namun tandasnya nanti akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

Namun yang paling mendasar adalah awal mula perkembangan ilmu hadis itu sendiri dimulai sejak kapan dan dipopulerkan oleh siapa yang pertama kali yang menjadikan sebagai sebuah disiplin keilmuan. Beliau menegaskan bahwa secara konsep ulum hadis sudah terjadi pada masa Imam Malik, namun belum menjadi sebuah disiplin keilmuan. Singkat cerita, pada masa Imam Syafi’i-lah kemudian ulum hadis menjadi sebuah disiplin keilmuan sehingga beliau disebut sebagai nashiru al-sunnah (pembela sunnah). Istilah-istilah yang terkait dengan ulum hadis yang pertama kali dipopulerkan oleh Imam Syafi’i dapat dilihat dalam kitabnya al-Risalah meskipun secara konten kitab banyak mengkaji tentang ushul fiqh, namun beberapa istilah dan dibahas didalamnya sering dimunculkan semisal istilah hadis mursal, hadis ahad dan lain-lain.

Bahkan lebih lebih lanjut beliau mengemukakan bahwa Imam Syafii juga lah yang membela bahwa hadis ahad dapat dijadikan sebagai hujjah baik pada persoalan akidah maupun hukum. Pada perkembangan berikutnya yang mengembangkan ulum hadis dan yang terkait dengannya adalah beberapa ulama sebagai berikut:

–          Ibn Sa’din dengan karyanya Thabaqat al-Kubra wafat pada tahun 230 H

–          Yahya Ibn Ma’im (w 233 H) dengan karyanya al-Asma wa al-Kuna

–          Imam Ali bin al-Madini (w 234 H) dengan karya al-‘Ilal

–          Imam Bukhari (w 256 H) salah satu karyanya adalah al-Kuna

–          Imam Muslim dengan karyanya al-Tamyiz sebanyak 12 jilid

–          Imam Tirmidzi (w 279 H) dengan karyanya al-‘Ilal sebanyak 4 jilid