Pengantar Ilmu Qira’at untuk peserta PKM

Perkuliahan Ilmu Qira’at bagi anggota Pendidikan Kader Mufassir [PKM] diadakan di Perpustakaan Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) pada Rabu (26/12) .Perkuliahan Ilmu Qira’at bersama DR. KH. Ahsin Sakho, MA. Pada kesempatan itu dimulai pada pukul 11.50 WIB. Pertemuan perdana itu, KH. Ahsin Sakho terlihat begitu ‘lihai’ mengugah anggota PKM untuk mendalami seluk-beluk Ilmu Qira’at lebih menukik.

Pada kesempatan yang sama, KH. Ahsin Sakho membagi Ulumul Qur’an itu menjadi lima bagian. Pertama, ilmu yang menjadikan Al-Qur’an itu Kalamullah. Kedua, ilmu yang menjelaskan Al-Qur’an itu sampai kepada kita melalui pengkhabaran, seperti bagaimana Al-Qur’an ditulis pada masa Nabi saw, Abu Bakar Shiddiq, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, Ali bin Abi Thalib. Begitu pula pembubuhan titik dan baris pada huruf-huruf Al-Qur’an, penamaan surat, dan lain-lainnya. Ketiga, pembacaan teks Al-Qur’an yang berbeda-beda. Ilmu yang mempelajari mengenai pembacaan Al-Qur’an ini dinamakan dengan Ilmu Qira’at. Keempat, cara memahami isi kandungan Al-Qur’an disebut Ilmu Tafsir. Kelima, hal-hal yang terkait dengan Al-Qur’an, seperti: fadhâil Al-Qur’an, karakteristik Al-Qur’an, dan lain-lain sebagainya.

Selain itu, sebagai pengantar Ilmu Qira’at, KH. Ahsin Sakho juga menjelaskan defenisi Ilmu Qirâat, sejarah munculnya, tujuan mempelajari dan sebagainya. Sangat menarik sekali ketika ia memberikan varian-varian bacaan Al-Qur’an, banyak anggota PKM yang terlihat begitu tersentuh mendengarnya. Terlihat tampak berbeda sekali antara Qira’at Hafdz `an `Âshîm, Warsy, Ibn Katsir, Qalûn dan lain-lain. [] Reni Rahmawati