KULIAH PERDANA PKM ANGKATAN VIII “Definisi Al-Qur’an”

Senin 10 September 2012 kuliah perdana Pendidikan Kader Mufassir dimulai, sebagai dosen  Muhammad Arifin, MA menyampaikan seputar “Defenisi Al-Quran”.

Beberapa kesimpulan yang menjadi catatan apa yang disampaikan Muhammad Arifin, MA, yaitu : Beliau menganjurkan untuk segera memiliki buku yang berjudul “Ulûm al-Qur’ân al-Karîm” karangan Nuruddin ‘Itr. Menurutnya, buku ini sangat pentingg karena membahas seluk-beluk ilmu al-Qur’an secara mendetail. Selain menganjurkan buku-buku kontemporer seperti: Manâhil Irfan karangan Mana’ al Qatthan, Madkhal fi Dirasah Al-Qur’ân al-Karîm, Min Rawâi’ al-Qur’ân karangan Ramadhan Buthi dan Mabâhist fi ulmil Quran oleh Syubki Shaleh, sebagai referensi tambahan seputar wawasan ke-al-quran-an.

Selanjutnya beliau mengupas tentang defenisi al-quran. Secara Umum, pengertian populer bagi kita sebagai pembelajar tafsir, bahwa al-Quran adalah; kalâmullah al-munazzal alâ nabi saw al-maktub fil mashâhif wal mangkûl bittawatur wal mutabbad bi tilâwatihi al-mu’zij walau bisuratin minhu. Tentunnya pengertian ini, sudah menjadi umum didengar sejak masih duduk belajar di pesantren. Walaupun menurut beliau bahwa ada kritikan dari beberapa penulis Indoensia kontemporer mengenai defenisi yang mengatakan “almutabbad bi tilawatihi (beribadah membacanya)”. Defenisi ini bisa mengakibatkan efek negatif bagi sebagain orang yang hanya melihat dari muta’bad saja. Sebenarnya bagi masyarakat awam, hal ini tidaklah masalah, tapi lain hal dengan kalangan pakar ulumul al-quran. Mereka mesti menelusuri dan membahas kembali pengertian tadi, walaupun pada hakikatnya hal ini tidaklah terlalu dipermasalahkan.

Begitu juga mengenai jumlah ayat Al-quran itu 6666. selama belajar di bangku sekolah, jumlah ayat ini sudah menjadi popular bagi kita. Pada kenyataannya, belum ditemukan pada kitab-kitab klasik mengenai hal ini. Melainkan yang ditemukan adalah 6236 ayat. Para Pakar ulumul quran mencoba mencari penyebab jumlah ayat al-Quran itu 6666. Mereka telah mencoba dengan berbagai macam cara seperti memasukkan bismillah pada tiap ayat, sayangnya, ternyata masih belum didapatkan pembuktian Al quran itu ada 6666 ayat.

Tentunya ini menjadi pertanyaan bagi kita, apa yang menyebabkan semua ini. Jawabannya, dikarenakan ada sahabat yang mendengar ketika Nabi Saw. ketika mengimami shalat, beliau berhenti di ayat tertentu, setiap perhentian sahabat menganggap itu adalah ayat. Padahal belum tentu bisa dikatakan demikian. Sedangkan ulama lain melihat dari segi cakupan makna. Karena perbedaaan yang sedikit inilah yang menimbulkan adanya perbedaan mengenai penetapan ayat-ayat dalam Al-Qur’an. Kendatipun hal ini bisa dimaklumi saja, akan tetapi setelah ditelurusi begitu, saya belum menemukan jumlah 6666 ayat, papar pak Arifin.

Selain itu beliau juga menjelaskan pengertian masing-masing dari defenisi Alquran seperti makna kalamullah, al munazzalu,  dan sebagainya secara detail. Dengan mengetahui perbedaan dan temuan yang ada tentunya dapat memeperkaya keilmuan dalam memahami Al-Quran dari segala segi.