Kuliah Bersama Prof.Quraish Shihab

Pada 5 Oktober 2012 peserta Pendidikan Kader Mufasir (PKM) angkatan ke-VIII mendapatkan pengalaman berharga, kuliah bersama ahli tafsir terkemuka sekaligus direktur Pusat Studi al-Qur’an (PSQ) Indonesia Quraish Shihab. Bertempat di ruang serbaguna PSQ, 14 peserta PKM berkesempatan bertukar pikiran dengan beliau. Pada kesempatan tersebut Quraish Shihab tidak memberkan kuliah tentang tafsir atau pun al-Qur’an, lebih tepat Quraish Shihab menjadi perpustakaan berjalan yang ditanyai beragam hal oleh peserta PKM. Dengan raut muka dan pembawaan yang khas, Quraish Shihab bersama peserta PKM melaksanakan diskusi hangat dan bersahabat berbagai persoalan; penelitian tesis dan disertasi, studi al-Qur’an dan tafsir hingga problem social kemasyarakatan sejak pukul 09.30 sampai 11.10 WIB.

Aceng Abdul Kodir, salah satu peserta PKM menanyakan maraknya praktek di masyarakat menjadikan bacaan atau tulisan al-Qur’an sebagai media pengobatan. Disinggung tentang itu, dengan kalem Quraish Shihab menjawabnya. Menurutnya praktek tersebut tidak sepenuhnya benar, meski tidak juga sepenuhnya salah. Terlalu banyak yang bohong ketimbang yang benarnya. Meskipun ada sementara orang karena kedekatannya kepada Allah, bisa menjadi perantara munculnya kesehatan dan terhindarnya marabahaya. Apakah itu tidak menyebabkan musyrik? Tergantung niat, jawabnya. Musyrik itu kalo mengakui ada kekuatan selain kekuatan Allah. Kalau Anda sakit kemudian berobat ke dokter dan Anda diberi resep olehnya. Jika Anda yakin yang menyembuhkan adalah dokter atau obat yang diberikan olehnya, maka Anda sudah musyrik, jawabnya. Menurutnya ada orang yang memiliki kemuliaan (karamah) dari Allah, tapi dalam kasus hari ini Anda harus hati membedakannya, agar jangan sampai tertipu. [AAK]