Kegiatan Tadrib ‘Amali Peserta Pendidikan Kader Mufassir

tadrib-1

(Selasa,4/11/2014) – Bertempat di Pondok Pesantren Bayt al-Qur’an, peserta PKM angkatan X melakukan kegiatan Tadrib ‘Amali bersama para santri Pasca Tahfizh Pesantren Bayt al-Qur’an angkatan X. Peserta PKM yang hadir adalah kelompok pertama yang terdiri dari lima anggota. Tiga anggota sebagai pemateri tafsir, dan dua lainnya sebagai penilai. Kegiatan diskusi dimulai pada pukul 10.00 WIB, dimulai dengan pengantar sebagai perkenalan, lalu disusul dengan pemaparan materi tafsir dari tiga anggota kelompok PKM, masing-masing memaparkan salah satu tema dalam tiap surat, yakni QS. Al-Isra’, QS. Maryam dan QS. Al-Anbiya.

tadrib-2Tema yang dipaparkan dari QS. Al-Isra’ adalah mengenai al-Qur’an dan segala hal yang berkaitan dengannya, antara lain penjelasan bahwa al-Qur’an adalah petunjuk yang menghantarkan manusia pada jalan yang terbaik “aqwam”, tantangan pada orang-orang yang mendustakan al-Qur’an dan juga metode al-Qur’an dalam menyampaikan dakwahnya. Tema yang disampaikan dari QS.Maryam seputar kisah Nabi Zakariya yang dianugerahi anak oleh Allah di saat usianya telah tua dan istrinya yang mandul, dijelaskan juga seputar kisah Maryam yang melahirkan Nabi Isa tanpa seorang suami, kedua kisah ini sebagai bukti kekuasaan Allah. Adapun tema yang dipaparkan dari QS. Al-Anbiya adalah menyangkut keadaan Hari Kiamat, di mana akan adanya perhitungan amal manusia, dan melalui salah satu ayat QS. Al-Anbiya ini Allah menegaskan bahwa perhitungan/timbangan saat itu adalah timbangan yang adil “qisth” sehingga tidak akan ada satupun yang terzhalimi oleh pengadilan pada saat itu.

Inilah beberapa inti pembahasan yang disampaikan oleh tiap pemateri yang masing-masingnya disampaikan dalam durasi 15 menit. Selain pemaparan tema tersebut, setiap pemateri memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan surat yang sedang dibahasnya, baik mengenai munasabah ayat dan surat, kategori Makiyyah atau Madaniyah, termasuk juga tema-tema pokok dan dan tujuan surat-surat tersebut.

tadrib-3Terjalin suasana yang hangat dalam diskusi ini, terbukti dengan antusias para santri dalam menyimak penjelasan, memberikan komentar, pertanyaan dan juga beberapa informasi lain sebagai kekayaan wacana dan informasi seputar surat-surat yang dikaji. Selain mendiskusikan persoalan penafsiran surat-surat yang dibahas, didiskusikan pula beberapa hal terkait ilmu-ilmu al-Qur’an seperti Komsep Makkiyah dan Madaniyah, Tartib Nuzuli dan Tartib Mushafi dan I’jaz Kebahasaan dan keindahan al-Qur’an. Demikianlah suasana diskusi yang berlangsung selama dua jam itu. (Lip. Agus Imam)