Perkuliahan Manahij Tafsir

 

KI-1

Rabu, 15 Oktober 2014 Pukul 10.00 WIB-  bertempat di Kantor PSQ, peserta PKM angkatan X mengikuti perkuliahan Manahij Tafsir yang dibawakan oleh Dr. Muchlis M. Hanafi, MA. Beberapa penjelasan yang disampaikan adalah mengenai rumpun keilmuan kajian al-Qur’an. Menurut pemaparan Dr. Muchlis, rumpun kajian al-Qur’an terbagi menjadi empat, yakni, 1) Ulum al-Qur’an yang mencakup pembahasan kesejarahan al-Qur’an (antara lain kodifikasi dan perihal mushaf), pembahasan terkait kaidah yang berhubungan dengan al-Qur’an sebagai teks kebahasaan (antara lain hakikat dan majazi) dan al-Qur’an sebagai teks keagamaan (antara lain maqashid al-Qur’an).  2) Ulum al-Tafsir yang mencakup pembahasan metode dan pendekatan tafsir maupun studi naskah kitab tafsir, 3) Ushul al-Tafsir/Qawaid al-tafsir meliputi pembahasan kaidah-kaidah dalam menafsirkan al-Qur’an, dan 4) Manhaj Naqd al-Tafsir yakni ilmu untuk mengkritisi dan menyeleksi kitab-kitab tafsir yang ada sampai sekarang, termasuk kategori ini adalah pembahasan al-Dakhil fi al-Tafsir.

KI-2Selain itu, Dr. Muchlis juga menjelaskan unsur – unsur yang diperlukan dalam mencetak kader mufasir, menurutnya ada tiga unsur yang diperlukan, pertama, al-Takwin al-Khuluqi, maksudnya membekali akhlak mulia pada para kader, kedua, al-Ta’hil al-Ilmi maksudnya membekali para kader ilmu yang dibutuhkan dalam rangka menafsirkan al-Qur’an (keempat rumpun keilmuan kajian al-Qur’an), dan ketiga, Takwin Malakah al-tafsir/al-Tadrib Amali yakni mendidik kader agar memiliki ketrampilan menafsirkan al-Qur’an yang mencakup ketrampilan menafsirkan dalam bentuk tulisan, lisan, maupun menjawab pertanyaan seputar tafsir.

Lebih lanjut Dr. Muchlis menjelaskan seputar misi adanya program PKM secara khusus dan visi misi lahirnya Pusat Studi al-Qur’an secara umum, yang salah salah satunya tersimpul pada Upaya Membumikan al-Qur’an. Menurut Dr. Muchlis, untuk mencapai misi tersebut perlu dirumuskan metode/cara yang tentunya sesuai dengan metode/manhaj Qur’ani dalam hal ini mengacu pada QS. Al-Jumu’ah [62]: 2. Dia menyebutnya dengan Trilogi Interaksi. Yakni: 1) Tilawah (membaca), Hifzh (menghafal) dan istima’ (mendengarkan), 2) al-Fahm (memahami) dan al-Tafsir (menafsirkan), dan 3) Itiba’ (mengikuti), Amal (mengamalkan) dan Da’wah (mengajak), Point ketiga inilah dalam rangka tazkiyah (mensucikan jiwa), dan poin kedua termanifestasi dalam program PKM.  Demikianlah beberapa pokok bahasan yang disampaikan pada perkuliahan yang berlangsung selama hampir dua jam ini.