|
Book Review: Ensiklopedia Al-Quran (M. Quraish Shihab, et.al.) |
|
|
|
|
 |
Judul: |
Ensiklopedia Al-Qur'ân |
| Penulis: |
M. Quraish Shihab et. al. |
| Jilid: |
Tiga Volume (1171 hlm.) |
| Tahun: |
2007 |
| Penerbit: |
Lentera Hati Jakarta, &Yayasan Paguyuban Ikhlas |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Fokus utama ensiklopedi ini adalah problem transmisi makna dari teks Arab al-Qur’ân ke dalam bahasa selainnya yang selalu menjadi ‘critical point’ bagi peminat studi al-Qur’ân. Teks Arab al-Qur’ân diyakini mempunyai karakteristik yang unik di antaranya: susunan kata, akar kata, sinonim, kelamin kata, kosakata, dan sinonim. Selain itu, keunikannya terletak pada banyaknya kata yang ambigu karena mempunyai dua atau tiga arti yang berlawanan. Satu huruf wâw yang umumnya berarti ‘dan’ bisa mempunyai lebih dari satu arti sesuai dengan kata yang menyertainya. Tetapi, bisa juga ditemukan satu kata yang hanya mempunyai makna pasti saja. Makna-makna semantik ini menjadikan sementara pakar menolak penerjemahan al-Qur’ân ke dalam bahasa lain, atau paling tidak menamai terjemahannya sebagai ‘terjemahan makna’ bukan ‘redaksi’. Implikasinya, terjemahan al-Qur’ân tidak sama dengan al-Qur’ân apalagi menggantikan posisinya.
Ensiklopedia Al-Qur’ân ini sengaja didesain untuk menjembatani problem transmisi makna tersebut. Penerbitannya digagas oleh Pusat Studi Al-Qur’ân (PSQ), Lentera Hati Jakarta, dan Yayasan Paguyuban Ikhlas Jakarta. Sebelumnya, pernah ditebitkan oleh Yayasan Bimantara Jakarta tahun 2000 dengan judul Ensiklopedi Al-Qur’ân, dalam satu volume. Dalam buku ini, pembaca bisa menemukan 1050 entri huruf A-Z. Entri-entri itu berisi penjelasan makna-makna kosakata al-Qur’ân, bagaimana penggunaannya, dan penjelesan semantiknya. Di bagian akhir volume ke-3, pembaca akan ‘dimanjakan’ dengan indeks ketika melacak entri kata yang diinginkannya. Hal ini dilakukan mengingat sebagian besar pembaca yang mungkin belum terlalu akrab dengan dinamika yang lazim terjadi dalam tata bahasa Arab. Inilah buku pertama dalam bahasa Indonesia yang dapat memudahkan orang untuk menangkap ‘makna terdalam’ dari teks bahasa Arab dalam al-Qur’ân. Dari kosakata yang dijelaskan itu, memang tidak memungkinkan untuk menampung kosakata penting lainnya dalam al-Qur’ân. Setidaknya, ini bisa melapangkan perbaikan atas kekeliruan para penafsir ketika mamahami kosakata al-Qur’ân dan atau memberi satu kata muatan yang berlebihan.
 |