Bank Mandiri Mendukung Program Training of Trainers Pusat Studi Al-Qur’an

Senin, 21 Januari 2013, bertempat di Pesantren Bayt al-Qur’an, Pondok Cabe, pihak dari Bank Mandiri menyerahkan sumbangan kepada Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ).

Sumbangan tersebut ditujukan untuk mensponsori salah satu program PSQ, yaitu Training of Trainer (ToT) pada tahun 2013 ini. ToT merupakan program yang dimaksudkan untuk membekali para pengajar di bidang tafsir dengan wawasan dan pemahaman tambahan, baik mengenai kaidah penafsiran, maupun tentang nilai-nilai Islam yang moderat dan toleran. Dana yang diberikan oleh Bank Mandiri tersebut akan digunakan untuk penyelenggaraan program ToT di lima kota di Indonesia, yaitu: Sumbawa, Kupang,Sorong,Ternate dan Palu.

Dari pihak Bank Mandiri acara penyerahan bantuan dihadiri oleh Direktur Institutional Banking Abdul Rachman Assegaf, Direktur Finance dan Strategy Pahala N. Mansury dan beberapa karyawan Bank Mandiri. Sedangkan dari pihak PSQ, hadir Ketua Yayasan Dakwah Lentera Hati Indonesia Husein Ibrahim, Direktur PSQ Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA., Dewan Kurator PSQ Robby Djohan, perwakilan Dewan Pakar PSQ Dr. A. Wahib Mu`thi, MA, Dr. Muchlis Hanafi, MA, dan M. Arifin, MA, yang juga merupakan Ketua Program PSQ.

Turut hadir dalam acara tersebut, General Manager Penerbit Lentera Hati Husni Kamil, para santri Bayt al-Qur’an dan beberapa orang jamaah pengajian Halaqah Tafsir, serta perwakilan dari program PSQ yang lainnya.

Acara dimulai pada pukul 10.30 WIB oleh Manajer Operasional PSQ Artika Mantaram, yang pada hari itu berperan sebagai moderator. Setelah dilakukan pembacaan tilawah oleh Lalu Azhari, salah satu santri Bayt al-Qur’an yang bersal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, acara dilanjutkan dengan pemberian sambutan oleh perwakilan dari kedua pihak.

Sambutan pertama diberikan oleh Ketua Yayasan Dakwah Lentera Hati Indonesia Husein Ibrahim yang menyatakan kegembiraannya akan adanya bantuan tersebut. Beliau selalu percaya bahwa Islam bisa semakin berkembang di Indonesia, kemudian ke seluruh dunia. PSQ diharapkan menjadi salah satu roda penggeraknya, dan bantuan dari Bank Mandiri tentu turut menjadi pendukung terwujudnya cita-cita tersebut.

Direktur Institutional Banking Abdul Rachman Assegaf memberikan sambutan

Selanjutnya, Direktur Institutional Banking Abdul Rachman Assegaf, dalam sambutannya, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan kepada PSQ merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Mandiri, yang kegiatannya terdiri atas tiga pilar utama, yaitu kemandirian komunitas, kemandirian edukasi dan kewirausahaan, serta fasilitas ramah lingkungan. Pada dasarnya, Bank Mandiri ingin berperan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui peningkatan pendidikan dan kemandirian masyarakat itu sendiri.

Hal itu juga yang disebutkan oleh Direktur PSQ Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA. yang selanjutnya memberikan sambutan. Bahwa Bank Mandiri bersedia membantu pihak lain selain Bank Mandiri sendiri untuk bersama-sama menjadi mandiri, adalah sesuatu yang patut dihargai.

Penyerahan berkas bantuan Bank Mandiri; ki-ka: Pahala N. Mansury, Abdul Rachman Assegaf, Husein Ibrahim, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA.

Acara ditutup dengan penandatanganan surat penyerahan bantuan dan penyerahan donasi secara simbolik, pada pukul 11.30 WIB. [teks: aca; gambar: agus]

Pembukaan Program Pasca Tahfidz Angkatan VII

PELAKSANAAN PROGRAM

Program pasca tahfidz berlangsung selama  6 (enam) bulan tiap angkatannya. Saat ini sudah masuk angkatan VI. Dan akan dimulai lagi untuk angkatan VII pada tanggal 13 Februari 2013 dan berakhir pada tanggal 24 Juli 2013 M/15 Ramadhan 1434 H.

POLA PENERIMAAN PESERTA

Pola pertama, adalah dengan dilakukan tes hafalan al-qur’an, tes baca kitab, interview, dan psikotes.  Tes biasanta dilakukan langsung oleh team Pusat Studi Al-Qur’an yang terjun ke daerah-daerah. Pola kedua, adalah dengan rekomendasi langsung oleh Pesantren mitra

WAKTU DAN TEMPAT TES

Untuk angkatan VII waktu dan tempat pelaksanaan tes dibagi dua gelombang :

Gelombang I :

Waktu                   : 7 – 28 Januari 2013

Wilayah                : Jawa Timur, Jawa tengah, Yogyakarta

Gelombang II:

Waktu                   : 4 – 10 Februari 2013

Wilayah                : Jawa Barat, Jabodetabek, Luar Jawa

Untuk tempat tes terbagi dalam tiga zona :

  • Wilayah Jawa barat, dan Jabodetabek bertempat di kantor PSQ Jl. Kertamukti no.63 Pisangan Ciputat Tangerang. Tiap hari kerja (senin – jum’at, dari jam 10.00-16.00)
  • Wilayah Jawa Tengah dan Sekitarnya
  1. Yogyakarta dan sekitarnya bertempat di pesantren Al-Nur Ngrukem Yogyakarta
  2. Demak dan sekitarnya bertempat di Pesantren Lebaksiu Demak Jawa Tengah
  • Wilayah Jawa Timur tes bertempat di Surabaya, Madrasah Al-Qur’an Tebuireng Jombang dan Pesantren Darussalam Blogagung Banyuwangi.
  • Luar Jawa, mengikuti tes yang dekat dengan tempat tinggalnya atau melalui jalur rekomendasi.

 Kontak Person: Ach. Zayadi (0813 1957 7060)

FORMULIR PENDAFTARAN

FORMULIR PESERTA PROGRAM PASCA TAHFIDZ

Dikirm via Email : info@psq.or.id, atau zayadi@psq.or.id

MATERI TES

Materi tes meliputi :

  1. Hafalan Al-Qur’an (fokus : hafalan dan Tajwid)
  2. Bahasa Arab (fokus: bisa baca kitab turats/kitab kuning) kitab rujukan untuk  tes adalah kitab Al-Burhan fi Ulum Al-Qur’an karya Al-Zarkasi
  3. Psikotes (fokus: melihat potensi diri peserta program

PERPUSTAKAAN PUSAT STUDI AL-QUR`AN (PSQ) Digital Library Of Al-Qur`an (DILIA)

 

Layanan perpustakaan yang dibuka untuk umum baik kalangan akademesi (Dosen, Peneliti  Mahasiswa S1, S2,S3) dan masyarakat umum peminat studi Al-Qur’an. koleksi perpustakaan PSQ menitikberatkan pada penyediaan koleksi kajian tafsir dan ilmu-ilmu Al-Qur’an serta menyediakan berbagai referensi dan sarana layanan tentang kajian tafsir Al-Qur’an yang aktual, dinamis dan komprehensif baik dalam bentuk cetak atau digital.

1. KOLEKSI PERPUSTAKAAN PSQ

 

 

KOLEKSI DIGITAL

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. INFO KUNJUNGAN

         

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kunjungan perorangan Priode Januari – Desember 2012

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kunjungan atas nama Lembaga / organisasi

Bulan

Kegiatan/Kunjungan

13 Oktober 2011 Terima kunjungan dari BEM IIQ sebanyak 30 Mahasisiwi
28 Oktober 2011 Terima kunjungan dari UIN Kalijaga Yogyakarta : 42 Mahasiswa
28 November 2011 Wawancara Mahasiswi UIN Fak. Adab Jur. Perpustakaan tentang Perpustakaan Digital
21 Desember 2011 Terima kunjungan dari pengurus Sekolah Alam Cikeas
12 Januari 2012 Terima Kunjungan Mahasiswa S1 Tafsir Hadits UIN Jakarta, sebanyak 12 Mahasiswa
31 Januari 2012 Terima kunjungan peserta PPL IAIN Cirebon, 15 Mahasiswa
15 Februari 2012 Terima Kunjungan mahasiswa STAIN Kudus, 50 Mahasiswa
23 Mei 2012 Terima Kunjungan Mahasiswa sastra arab UN Malang, 47 Mahasiswa
4 Juli 2012 Terima kunjungan dari STAIN Pekalongan prodi Tafsir, 46 Mahasiswa
11 Juli 2012 Terima Kunjungan dari UKM Jam’iyah Quro Wa Hufadz STAIN Salatiga, 24 Mahasiswa
31 Oktober 2012 Kunjungan dari fakultas syariah Univ.Trunojoyo Madura Jawa Timur,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[Pustakawan PSQ] 7/1/2013

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perkuliahan PKM tentang Wawasan Al-Qur’an bersama Prof. Nasaruddin Umar

Rabu (26/12/12) Kegiatan perkuliahan Pendidikan Kader Mufassir diisi oleh Prof. DR. Nasaruddin Umar, MA (Wakil Menteri Agama RI). Beliau juga dikenal sebagai salah satu pakar tafsir yang ada di Indonesia. Tentunya dengan beliau sebagai pemateri pada waktu itu membuat para peserta PKM antusias untuk mendengarkan uraiannya. Disela-sela kehadiran beliau ke PSQ beliau berkesempatan menyediakan waktu untuk memberikan kuliah umum kepada peserta PKM walaupun hanya 20 menit.

Dalam penyampaiannya beliau memberikan sugesti/rangsangan bagi para peserta PKM agar mampu menjadikan Al-Qur’an al-Karîm beserta ilmu-ilmu nya terealisasi bagi kehidupan manusia, sebagaimana beliau katakan dengan “MEMBUMIKAN AL-QUR’AN, MELANGITKAN MANUSIA [dengan Al-Qur’an].

Beliau juga menjelaskan realita yang terjadi di Indonesia, yaitu bahwa suatu bidang keilmuan selain Al-Qur’an tidak mudah untuk “dikawinkan” dengan bidang ilmu Al-Qur’an itu sendiri. Hal itu yang menjadikan masing-masing bidang keilmuan tersebut berjalan sendiri-sendiri. Karena waktu yang sedikit tersebut, pada akhir pertemuan, beliau merencanakan menyampaikan materi dengan 3 kali pertemuan berikutnya kepada para peserta PKM. [m.y.a]

Pengantar Ilmu Qira’at untuk peserta PKM

Perkuliahan Ilmu Qira’at bagi anggota Pendidikan Kader Mufassir [PKM] diadakan di Perpustakaan Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) pada Rabu (26/12) .Perkuliahan Ilmu Qira’at bersama DR. KH. Ahsin Sakho, MA. Pada kesempatan itu dimulai pada pukul 11.50 WIB. Pertemuan perdana itu, KH. Ahsin Sakho terlihat begitu ‘lihai’ mengugah anggota PKM untuk mendalami seluk-beluk Ilmu Qira’at lebih menukik.

Pada kesempatan yang sama, KH. Ahsin Sakho membagi Ulumul Qur’an itu menjadi lima bagian. Pertama, ilmu yang menjadikan Al-Qur’an itu Kalamullah. Kedua, ilmu yang menjelaskan Al-Qur’an itu sampai kepada kita melalui pengkhabaran, seperti bagaimana Al-Qur’an ditulis pada masa Nabi saw, Abu Bakar Shiddiq, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, Ali bin Abi Thalib. Begitu pula pembubuhan titik dan baris pada huruf-huruf Al-Qur’an, penamaan surat, dan lain-lainnya. Ketiga, pembacaan teks Al-Qur’an yang berbeda-beda. Ilmu yang mempelajari mengenai pembacaan Al-Qur’an ini dinamakan dengan Ilmu Qira’at. Keempat, cara memahami isi kandungan Al-Qur’an disebut Ilmu Tafsir. Kelima, hal-hal yang terkait dengan Al-Qur’an, seperti: fadhâil Al-Qur’an, karakteristik Al-Qur’an, dan lain-lain sebagainya.

Selain itu, sebagai pengantar Ilmu Qira’at, KH. Ahsin Sakho juga menjelaskan defenisi Ilmu Qirâat, sejarah munculnya, tujuan mempelajari dan sebagainya. Sangat menarik sekali ketika ia memberikan varian-varian bacaan Al-Qur’an, banyak anggota PKM yang terlihat begitu tersentuh mendengarnya. Terlihat tampak berbeda sekali antara Qira’at Hafdz `an `Âshîm, Warsy, Ibn Katsir, Qalûn dan lain-lain. [] Reni Rahmawati

Seminar konsep “Wasthiyyah Dalam Islam” untuk karyawan PSQ

 

 

 

 

 

Ciputat-Selasa (18/12) Bertempat di gedung serbaguna PSQ diadakan pembekalan materi tentang konsep “Wasthiyyah Dalam Islam”, kegiatan yang dikhususkan untuk pimpinan dan karyawan PSQ “Pusat Studi Al-Qur’an” ini sebagai pemberitahuan sekaligus memberikan pemahaman kepada intern PSQ tentang salah satu agenda utama yang diemban PSQ.

Sebagai pemateri disampaikan salah satu dewan pakar “Pusat Studi Al-Qur’an” DR. Muchlis M.Hanafi, MA. Menyampaikan beberapa hal terkait konsep Al-wasathiyyah itu sendiri, yang salah satunya memberikan pengertian  konsep Al-wasathiyyah yaitu sebuah metode berpikir, berinteraksi dan berperilaku yang didasari atas sikap tawâzun (seimbang) dalam menyikapi dua keadaan perilaku yang dimungkinkan untuk dianalisis dan dibandingkan, sehingga dapat ditemukan sikap yang sesuai dengan kondisi dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran agama dan tradisi masyarakat. Sebagaimana ajaran agama akan berfungsi secara baik sebagai hudan (petunjuk) bagi umat manusia manakala dipahami dengan tawassuth dan tawâzun. Bila tidak maka akan timbul persoalan besar seperti dialami oleh umat-umat terdahulu.

Kegiatan diskusi ini akan rutin diadakan sebagai bahan pengatahuan dan pemahaman bagi intern PSQ sebagai wadah degan visi membumikan al-Qur’an.

Perkuliahan PKM “Al-Madhu dan Huruf Jar dalam Penafsiran”

Ciputat,(12/12) Ada dua materi yang diuraikan pada sesi perkuliahan tutorial kaidah-kaidah penafsiran bersama Prof. Dr.Ahmad Thib Raya. Kedua materi itu adalah “al-madhu (pujian) dalam Alquran” dan Huruf Jar dalam Alquran. Tampil sebagai pemakalah untuk kedua materi ini adalah Imam Zaki Fuad yang menjelaskan konsep al-madhu dalam Alquran dan Zahrul Atriyah yang menguraikan huruf jar dalam Alquran.

 

Secara umum menurut pemakalah ada empat macam bentuk al-madhu (pujian) yang ada dalam Alquran. Yaitu, pujian kepada Allah, yang mencakup pujian dengan menggunakan kalimat tauhid dan pujian dengan menggunakan asma al-husna. Kedua, pujian kepada Nabi dan Rasul. Ketiga, pujian terhadap kitab samawi dan yang keempat adalah pujian terhadap Malaikat. Sedangkan menurut  Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, sederhananya al-madhu itu dapat dipahami sebagai suatu konsep pada ayat tertentu berisikan hal-hal yang menyenangkan, dan sebaliknya al-dzam tersebut adalah suatu pesan yang ada pada ayat tertentu yang mengandung celaan dan hinaan, meskipun diungkapkan dengan lafaz yang biasa digunakan untuk kebaikan.  Pada sesi selanjutnya yang menguraikan tentang huruf jar, didapati sebuah kesimpulan bahwa adakalanya huruf jar tersebut dipahami tidak dengan makna aslinya, akan tetapi disesuaikan dengan konteks ayat. Keberadaan dan pemahama terhadap huruf jar ini memberikan pengaruh yang signifikan dalam penafsiran ayat-ayat Alquran. Tidak jarang pembahasan huruf jar ini menimbulkan perbedaan di kalangan ulama. (Arsyad Abrar)

Materi Kuliah tentang “Komunikasi Dalam Dakwah”

Ciputat (11/12) Dakwah adalah sebuah keharusan bagi kita umat Islam. Namun tidak jarang terjadi saat ini, bahwa dakwah  yang seharusnya sebagai sebuah upaya untuk menyampaikan dan mengarahkan pada kebaikan, malah berakhir dengan kekerasan. Akar permasalahan dalam akitfitas dakwah ini adalah cara penyajiannya yang salah, sehingga dengan penyajian yang keliru tersebut melahirkan nilai kurang dalam berdakwah. Seperti, adanya kekerasan dalam berdakwah, bersikap paksaan dan yang lebih parahnya lagi adalah melakukan tindakan kekerasan dalam menjalankan misi dakwah tersebut.
Menanggapi fenomena tersebut Zora Wongkareng, M.Psi sebagai dosen pemateri dalam mata kuliah psikologi pengembangan diri pada perkuliahan bersama peserta PKM dan santri tahfiz qur’an bertempat di Bayt Quran (11-12-2012), menjelaskan perlu adanya penyegaran dalam metode dakwah. Dakwah hendaknya dilengkapi dan disempurnakan dengan pembelajaran metode komunikasi. Sehingga perpaduan antara nilai-nilai dakwah dengan metode yang ada dalam ilmu komunikasi akan menghasilkan efesiensi dan efektifitas dalam berdakwah.  Tentunya hal ini sangat membantu menjadikan dan mengembalikan dakwah tersebut sebagai suatu hal yang penuh hikmah dan pembelajaran yang baik. Wallahu a’lam. (Arsyad Abrar)

Silaturahim Pengasuh Pesantren Madrasatul Qur’an Salafiyah Situbondo Jawa-Timur Ke PSQ

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CIPUTAT-(5/12/2012) Sebanyak 5 orang pengurus dan pengasuh Pesantren Tahfidz Madrasatul Qur’an Salafiyah Situbondo Jawa-Timur yang terdiri dari KH. Muzaki Ridwan, Drs. Muzakir Abdul Fatah M.Pd.I, (kepala pendidikan dan pengajaran), Drs. Mahmudi Bajuri (sekretaris Dikjar), dan Umar Hasan, M.Pd.I (kepala SMK Ibrahimi Salafiyah Situbondo).

Mengawali kegiatan kunjungannya menuju Pesantren Bayt Qur’an milik PSQ yang terletak dikawasan Perum Villa Bukit Raya No.10 Pondok Cabe Ciputat. Sesampainya diterima Pembina PSQ Bapak Ali Ibrahim dan pengurus pesantren Bayt Qur’an, dalam kegiatan silaturahim dan kunjungannya ini sekaligus memantau perkembangan 3 orang santrinya  yang ikut pada Program Pesantren Pasca Tahfizh Bayt Qur’an yang diadakan selama 6 (enam) bulan ini. Kegiatan dilanjutkan ke Kantor PSQ “Pusat Studi Al-Qur’an” sesampainya langsung diterima dan ditemani oleh Prof. Quraish Shihab yang didampingi Bapak M. Arifin, MA dan Ach. Zayadi (sebagai divisi program PSQ).

 Kunjungan silaturahim ini juga sebagai tindaklanjut kerjasama antara pesantren-pesantren Tahfiz khususnya Pesantren Tahfidz Madrasatul Qur’an Salafiyah Situbondo ini, yang selalu menyiapkan dan mengikutsertakan santri-santrinya untuk ikut pada program PSQ 6 bulanan yaitu Program Pasca Tahfizh Bayt Qur’an. Selama program ini berjalan sampai angkatan VI (enam) sudah 8 santri yang mengikuti program pasca tahfizh Pusat Studi Al-Qur’an ini. Semoga silaturahim dan kerjasama ini terus terjalin khususnya dengan Pesantren Tahfidz Madrasatul Qur’an Salafiyah Situbondo Jawa-Timur dan umumnya kepada semua Pondok pesantren tahfiz seluruh Indonesia.   lip:arf