DR Mukhlis Hanafi Dapat Kehormatan dari Raja Mohammed VI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Program di Pusat Studi Alquran (PSQ), DR Mukhlis Hanafi, MA mendapatkan kehormatan dari Raja Mohammed VI untuk mengisi pengajian Durus Hasaniyyah di Kota Casablanca.

Sebelumnya ia memberikan taushiyah Ramadhan pada acara buka bersama di Wisma Duta Indonesia, Rabat. Acara buka puasa dihadiri warga Nahdliyyin di Maroko dan sejumlah mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam organisasi Perhimpunan pelajar Indonesia (PPI) Maroko. selengkapnya.

Quraish Shihab: Teks Alquran Harus Benar-Benar Dipahami

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG — Direktur Pusat Studi Qur’an (PSQ) Jakarta, Muhammad Quraish Shihab, minta peserta Musyawarah Kerja Nasional Alqur’an di Serang, Banten, agar benar-benar memahami teks Alqur’an dan realitas yang berkembang.

”Teks itu perlu sebab Alqur’an adalah sumber dari Allah. Teks Allah yang susun untuk kepentingan umat manusia sepanjang masa,” kata Quraish Shihab kepada Antara di Serang, Banteng, Rabu (22/5).

Quraish Shihab mengatakan Alqur’an adalah dari Allah dan bukan hasil budi daya manusia. Sehingga, Alqur’an bukan budaya. (selanjutnya)

Kunjungan Mahasiswa Sastra Arab Universitas Negeri Malang

Selasa (21/5/2013) Sekitar jam 13.00 wib sebanyak 50 mahasiswa dari Universitas Negeri Malang tiba di Kantor Pusat Studi Al-Qur’an “PSQ”. Kegiatan diawali sambutan dari rombongan mahasiswa oleh dosen pembimbing mereka yakni Mohammad Ahsanuddin, S.Pd, M.Pd disampaikan bahwa Kegiatan kunjungan ini sebagai kuliah kerja lapangan bagi Mahasiswa Fakultas Sastra Jurusan Sastra Arab S-1 Pendidikan Bahasa Arab Universitas Negeri Malang.

Kunjungan yang ditempatkan di Perpustakaan Digital PSQ seperti biasa pada setiap kegiatan kunjungan disampaikan terkait seputar Program-program PSQ, yang pada kesempatan ini disampaikan Muh Arifin, MA (salah satu Manager Program PSQ), kemudian dilakukan dialog tanya jawab seputar program PSQ. Disela-sela penyampaian program ikut memberikan semangat – Aca Tadesa (salah satu admin redaksi Majalah Online PSQ : Alhamdulillah it’s Friday [ALiF] /www.alifmagz.com) kepada teman – teman mahasiswa, sebagai lulusan Sastra Arab UI- Aca Tadesa memberikan motivasi kepada peserta kunjungan agar jangan ragu dalam melangkah untuk mencapai tujuan dengan kemampuan yang dimiliki sebagai Mahasiswa Sastra Arab dimanapun kita beraktifitas nantinya. Akhir pertemuan ditutup dengan saling memberikan cindera mata dan foto bersama.[Lip:arfan]

TES SELEKSI GELOMBANG PERTAMA Program Pendidikan Kader Mufassir Angkatan – IX

Ciputat- Kegiatan tes seleksi gelombang pertama program Pendidikan Kader Mufassir “PKM” Angkatan – IX sudah dilaksanakan pada Jum’at 3 Mei 2013 bertempat di kantor Pusat Studi Al-Qur’an [PSQ]. Peserta tes gelombang pertama ini terdiri dari 4 peserta yang mengikuti tes langsung di kantor PSQ dan 3 peserta lainnya direncakan akan mengikuti tes jarak jauh.

Selanjutnya PSQ masih membuka pendaftaran bagi yang berminat mengikuti program Pendidikan Kader Mufassir “PKM” Angk-IX  sesuai dengan ketentuan yang berlaku sampai tes gelombang Kedua diadakan pada awal Juli 2013.

 

 

 

 

 

 

Kegiatan Khotmil Qur’an para santri

Menjadi kegiatan rutinan di Pesantren Bayt al Quran pada setiap hari Sabtu adalah Khotaman al-Quran, atau juga sering disebut tasmian. Kegiatan ini selain menjadi syiar keislaman bagi Pesantren, juga sebagai sarana bagi rekan-rekan santri dalam menjaga hafalan yang telah mereka selesaikan sebelum masuk ke program pasca tahfidz ini.

Kegiatan tasmian pada periode VII berbeda dengan angkatan sebelumnya, jika pada angkatan sebelumnya hanya dijadikan satu majlis /satu tempat saja, saat ini tasmian dilaksanakan di dua tempat berbeda yaitu bertempat di Musholla dan Aula Pesantren Bayt al-Quran. Pembacaan dimulai secara serempak setelah sholat subuh dengan jadwal yang telah ditentukan oleh koordinator ubudiyah. Seorang santri mendapat bagian satu juz membaca bil ghoib dan wajib menyimak rekannya setelah selesai membaca.

Pembagian dua majlis khotaman ini agar perkuliahan yang lain pada hari Sabtu masih tetap aktif sebagaimana mestinya. Sementara pembacaan al-Quran dapat juga dilakukan disela-sela pergantian jam kuliah setelah sholat ashar, namun bila perkuliahan yang lain cukup padat kegiatan dilaksanakan sampai ba’da isya dan untuk doa khotaman dibaca setelah sholat shubuh pada hari Ahad.

Rihlah Ilmiah “Himpunan Qari dan Qari’ah Mahasiswa (HIQMA)” UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ke PSQ

 

 

 

 

 

Rabu-(24/4/2013) Unit Kegiatan Mahasiswa  “Himpunan Qari dan Qari’ah Mahasiswa (HIQMA)” UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melakukan kunjungan ke Kantor Pusat Studi Al-Qur’an [PSQ], dalam kunjungannya sebanyak 31 orang terdiri dari pengurus dan anggota HIQMA.  Disampaikan ketua kunjungan Aan Hanafiah  kegiatan kali ini mengangkat tema “Rihlah Ilmiah : Menggali Potensi Al-Qur’an sebagai Integrasi Nilai Kehidupan’ bertujuan mengetahui program yang dijalankan PSQ sebagai pusat kajian al-Qur’an.

 

Selanjutnya sambutan sekaligus pemaparan program PSQ disampaikan Ach. Zayadi, M.Pd dan pemaparan khusus Perpustakaan PSQ disampaikan Yasir Arfan, setelah pemaparan dibuka dialog dan tanya jawab terkait program serta kemungkinan rencana program yang dapat dijalankan secara kerjasama. Kegiatan diakhiri penyerahan Cinderamata dari HIQMA kepada PSQ dan sebagai ucapan terimkasih atas kunjungannya PSQ memberikan buku berjudul Moderasi Islam“ Menangkal Radikalisasi Berbasis Agama” kepada masing-masing peserta kunjungan.

Institut Al-Qur’an Terengganu Malaysia Kunjungi PSQ

 

 

 

 

 

Kamis (11/4)- Pusat Studi Al-Qur’an “PSQ” menerima kunjungan sebanyak 21 orang terdiri dari Pengurus dan Dosen Institut Al-Qur’an Terengganu Malaysia,  dalam rangka silaturahim sekaligus studi banding dan menjalin kerjasama antara 2 lembaga dalam pengembangan nilai – nilai al-Qur’an.  Kegiatan dibuka Trisula H Sunita sebagai Marcomm & Fundraising PSQ dan dilanjutkan pemaparan program PSQ oleh Manager Program Dr. Wahib Mu’thi dan dan Dr. Muchlis M. Hanafi, MA yang sebelumnya disampaikan kata sambutan mewakili Institut Al-Qur’an Terengganu oleh Muhad Bidin.

Dalam pertemuan diisi dialog dan tanya jawab seputar program yang dilakukan PSQ kemudian acara diakhiri dengan pemberian cinderamata dari masing masing-masing lembaga.

 

 

Perkuliahan Santri Bayt Al-Qur’an tentang Furuq al-Lughawi

 

 

 

 

 

Kamis(28/3/2013) agenda kegiatan perkuliahan santri pasca tahfidz angkatan VII berlangsung di Masjid Pesantren Bayt al-Qur’an Perum Villa Bukit Raya Pndok Cabe Ciputat, perkuliahan disampaikan Ustz. Muhammad Arifin, MA dengan membahas Furuq al-Lughawi, dalam pembahasannya beliau memberikan contoh melalui kata – kata yang terdapat di dalam al-Qur’an.

Disampaikan al-Qur’an tidak bisa kita sebut sebagai syair atau puisi, walaupun teks al-Qur’an berirama. Salah satu mukjizat al-Qur’an adalah pemilihan kosa kata yang bermakna tinggi, sehingga tidak memungkinkan bagi ahli bahasa pada zaman nabi, bahkan sampai saat ini untuk menandinginya. Kata-kata yang digunakan Allah dalam al-Qur’an merupakan kata “super”, kata pilihan, mengandung makna yang indah.

 

 

 

 

 

 

 

Dalam pemilihan kata benda (isim), al-Qur’an pun sangat teliti memperhatikan maknanya. Walaupun secara sekilas kata-kata tersebut memiliki arti sama, tapi bagi orang yg memiliki dzauq dan pemahaman bahasa arab yang mahir akan mendapati perbedaan yang sangat jelas diantaranya. Kali ini akan penulis ambil satu contoh kata dalam bahasa indonesia yang memiliki banyak artian dalam bahasa al quran. Kata ‘hujan’ dalam bahasa arab bisa menggunakan al-mathor (المطر), Al Ghoits (الغيث) dan bisa juga menggunakan kata As-Shoyyib (الصيّب).

Kata-kata diatas dapat dipahami dengan jelas ketika kita melihat pemakaiannya dalam al-Qur’an. Allah berfirman dalam surat al a’rof ayat 84

وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ

“Kami turunkan kepada mereka hujan (batu) Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu”
Seperti yang termaktub dalam tafsir al muyassar mengenai penjelasan ayat 84 surat al a’rof diatas

 “وعذَّب الله الكفار من قوم لوط بأن أنزل عليهم مطرًا من الحجارة”

Allah menyiksa kaum nabi Luth yang yang ingkar dengan menurunkan hujan batu. Sehingga jelas dalam pemakaiannya kata mator (المطر) berkonotasi negatif, bermakna siksaan dan ‘adzab. Walaupun secara harfiah kita dalam memahami arti kata mator (المطر) adalah hujan namun dalam al quran kata ini lebih sering Allah gunakan untuk menunjukan siksaannya.

Kata berikutnya yang seperti dengan al mator (المطر) adalah al ghoist (الغيث). Kata al ghoist (الغيث) termaktub dalam al quran surat As Syuro ayat 28

وَهُوَ الَّذِي يُنزلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ } [ الشورى:28 ]

Dan Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. dan Dialah yang Maha pelindung lagi Maha Terpuji.

Kata al ghoist (الغيث) memiliki kecenderungan bermakna kebaikan, rahmat, dan kasih sayang . Masyarakat arab menggunakan kata al ghoist untuk menunjukkan hujan yang bermanfaat, dalam artian tidak menimbulkan bencana

 

Pengenalan Internet dan Jejaring Sosial untuk para santri

 

 

 

 

 

 Jum’at–(22/3/2013) Bertempat di perpustakaan Pusat Studi al-Qur’an “PSQ” sebanyak 15 santri Bayt al-Qur’an angkatan VII mengikuti pembelajaran tentang internet dan pengenalan berbagai jejaring sosial, Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 wib ini sebagai narasumber Agus Hery mangajak para santri untuk mengenal tentang penggunaan dan manfaat internet dan jejaring sosial. Pengenalan dimaksudkan agar para santri mengerti media sosial seperti penggunaan Web, Email, Chatting, File Sharing, dan lain-lain. Sebagai sarana pemanfaatan bagi para santri diharapkan dapat mengakses informasi dan menyampaikan dakwah melalui jejaring sosial yang dimilikinya. Termasuk seperti yang sudah umum dimiliki kebanyakan orang pada saat ini seperti blog, Facebook dan Twitter. Kegiatan pembelajaran ini langsung dipraktekkan dan bagi para santri yang baru mengenal tentu menjadi hal baru yang tentunya sangat menarik bagi mereka terlihat dari antusias para santri dalam mengikuti kegiatan tersebut.

 

Perkuliahan Santri Bayt al-Qur’an tentang Sirah Nabawiyah

 

 

 

 

 

Bertempat di Pesantren Bayt al-Qur’an Perum Villa Bukit Raya No.10 Pondok Cabe Ciputat sebanyak 26 santri Bayt al-Qur’an angkatan VII mengikuti perkuliahan pada mata kuliah Sirah Nabawiyah dengan tema Jahiliyah Pra Islam dan Jahiliah Modern, perkuliahan yang berlangsung pada Rabu 13/3/2013 ini disampaikan oleh Ustz. Dr. Asep Usman Ismail, MA.

Terlihat sangat antusias para santri mengikuti perkuliahan dengn materi yang disampaikan narasumber diantaranya tentang konsep Kejahiliyahan yang sebernarnya bukanlah karena minimnya pengetahuan dan rendahnya intelektualitas, melainkan karena tidak adanya aqidah yang mendasari prilaku. Nabi Muhammad diutus di Makkah pada permulaan abad ke 7, dan masyarakat Arab saat itu telah sangat berkembang dalam segi pengetahuan dan peradabannya. Mereka telah mengenal perdangangan, bahkan sampai perdagangan internasional, terdapat balai musyawarah semacam DPR, dan mereka telah mengenal syair-syair.

terlihat sangat serius para santri mengikuti perkuliahan

Disamping kemajuan peradaban yang mereka alami, masyarakat Arab (Kafir Quraisy) pada masa itu juga mengalami puncak kejahiliyahan, menyekutukan Allah, tindakan asusila, pembunuhan anak-anak dan wanita, praktek riba, dan kebiadaban-kebiadaban yang lain.

Esensi jahiliyah adalah  جهيلية في العقيدة, tidak mengetahui nilai-nilai aqidah. Diantaranya nilai aqidah adalah :

  1. Tauhid, mengesakan Allah.
  2. Ibadatullah, beribadah kepada Allah dengan tuntunan yang benar dari syariat.
  3. Akhlaq, budi pekerti kepada allah dan kepada sesama.
  4. Percaya dengan kehidupan setelah mati.
  5. Percaya dengan pertanggungjawaban amal perbuatan.
  6. Percaya adanya surga dan neraka.

Masyarakat arab dahulu tidak memiliki ke 6 aspek aqidah diatas, mereka menyekutukan Allah, tidak mau menyembah Allah, prilaku menyimpang, membunuh dan memperdagangkan wanita dan mereka ingkar dengan kehidupan setelah mati.

Sehingga apabila dijaman modern ini muncul lagi prilaku-prilaku yang sama dengan keadaan masyarakat arab 14 abad lalu, maka bisa juga dikatakan jahiliyah di masa modern. Dan bahkan juhala’ murokab, karena selain sudah mengerti tuntunan yang benar dari nabi Muhammad melalui penerus-penerusnya manusia sekarang lebih brutal dibanding kafir quraisy.