Kunjungan Mahasiswa Tafsir Hadis STAIN Pekalongan

stain

 Ciputat (15/9/2014) – Sekitar pukul 10.30 Pusat Studi Al-Qur’an ”PSQ” menerima  kunjungan dari STAIN Pekolangan – Prodi Tafsir Hadis sebanyak 40 Mahasiswa.  Rombongan langsung diterima diruang Perpustakaan (Digital Library Of Al-  Qur’an) yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi seputar  program dan kegiatan PSQ yang disampaikan oleh Farid F. Saenong dan Ach.  Zayadi sebagai Manager Program PSQ. Sementara sambutan mewakili rombongan  disampaikan Hasan Su’aidi, M.Si, disampaikan bahwa kali ketiga kunjungan yang diagendakan ke PSQ ini memang sengaja dijadwal bagi Mahasiswa Prodi Tafsir Hadis STAIN Pekalongan disetiap angkatannya, untuk memperkenalkan lembaga yang fokus pada kajian – kajian Al-Qur’an atau Tafsir seperti PSQ ini.

Dari kunjungan ini peserta dan para dosen pendamping tertarik dan berharap agar ada kerjasama selanjutnya seperti pelatihan Dauroh Bidayah Al-Mufassir untuk para mahasiswa Tafsir Hadis STAIN Pekalongan sebagaimana yang pernah dilaksanakan kerjasama dengan IAIN Surakarta.

stain-2

stain-3

Pembagian Sembako – Ramadhan 1435 H

IMG_2317

Ciputat (16/7/2014) Yayasan Lentera Hati – Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) menggelar kegiatan pembagian sembako bagi warga miskin dan tidak mampu disekitar Kantor PSQ. Kegiatan ini biasa dilaksanakan pada setiap Tahun di bulan Ramadhan, dan untuk Ramadhan 1435 H ini disediakan 190 paket sembako untuk didistribusikan kepada warga yang benar – benar berhak menerimanya. Pelaksanaan pembagian sembako dilaksanakan secara langsung dengan mendata dan mensurvei beberapa hari sebelumnya melalui empat RT disekitar Kantor PSQ.

Warga terlihat sangat senang semoga bermanfaat untuk yang menerimanya dan semoga menambah keberkahan untuk Yayasan Lentera Hati – Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ)

IMG_2375IMG_2404IMG_2414

Pusat Studi Al Quran Jakarta Jalin Kerjasama di Maroko

maroko-5

Pusat Studi Al-Quran (PSQ) Jakarta menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerjasama dengan dua lembaga studi Al-Quran di Maroko. Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA., selaku Direktur Eksekutif PSQ Jakarta menyambut antusias kerjasama yang telah ditandatangani pada hari Jum’at (4/7) dengan Ketua Pusat Studi Al-Quran Ikatan Muhammadiyah Ulama Maroko (Markaz Al-Dirasat Al-Quraniyyah Al-Rabithah Al-Muhammadiyyah li Al-‘Ulama) Dr. Mohamed Al-Mantar dan Rektor Institut Studi Ilmu Qiraat dan Studi Al-Quran Mohamed VI (Ma’had Mohamed VI li Al-Qiraat wa Al-Dirasat Al-Quraniyah) Dr. Khalid Al-Saqi di Rabat-Maroko.

Hari Jum’at adalah hari penuh keutamaan sebagai sayyidul ayyam (penghulu hari). Pada hari ini kita membicarakan serta menandatangani kerjasama yang dibangun untuk merayakan bulan suci Ramadhan sebagai perayaan kedua bangsa Indonesia-Maroko atas diturunkannya Al-Quran, ujar Dr. Muchlis M. Hanafi, MA., yang didampingi langung Dubes RI untuk Maroko H. Tosari Widjaja pada acara penandatanganan MoU tersebut.

Dr. Mohamed Al-Mantar mengaku sangat tertarik dengan beberapa program kerjasama yang telah didiskusikan seperti Seminar Internasional Kajian Tafsir Indonesia dan Maroko. Masyarakat Maroko menurutnya perlu mengetahui lebih banyak karya-karya magnum opus para ulama ahli tafsir Indonesia semisal tafsir klasik Al-Munir (Murah Labid) karya Imam Nawawi Banten dan juga tafsir modern Al-Azhar karya Buya Hamka dan Al-Mishbah karya Quraish Shihab.

maroko-1

maroko-2

Sementara Dr. Khalid Al-Saqi menjelaskan bahwa Institut Ilmu Qiraat dan Studi Al-Quran ini memiliki persyaratan ketat dengan hanya menerima 30 orang mahasiswa setiap tahunnya dengan pilihan dua jurusan studi, Ilmu Qiraat dan Studi Al-Quran. Dikatakannya bahwa persyaratan utama adalah calon mahasiswa harus sudah hafidz Al-Quran 30 juz dan memiliki ijazah setara SMA/MA kemudian mengikuti tes lisan dan tulisan.  Rektor menyambut baik bilamana para hafidz Al-Quran dari Indonesia berniat melanjutkan studi di Institut ini. Sepuluh persen dari jumlah mahasiswa baru setiap tahunnya dikhususkan untuk para mahasiswa non-Maroko termasuk Indonesia.
Ikatan Muhammadiyah Ulama Maroko (Al-Rabithah Al-Muhammadiyyah li Al-‘Ulama) di mana Pusat Studi Al-Quran (Markaz Al-Dirasat Al-Quraniyyah) bernaung didirikan berdasarkan Royal Decry (Al-Zhahir Al-Syarif) Raja Maroko Mohamed VI nomor 1.05.210 pada 4 Februari 2006 sebagai pengukuhan dari Organisasi Ulama Maroko (Jam’iyyah Ulama Al-Maghrib) yang telah ada sejak tahun 1970 sebagai lembaga kajian keilmuan para ulama otoritatif di Maroko. Lembaga ini melengkapi keberadaan Dewan Tinggi Ulama Maroko (Majlis Al-‘Ilmi Al-A’la ) yang dipimpin langung oleh Raja Mohamed VI selaku Amir Al-Mukminin serta Institut Daar Al-Hadith Al-Hassaniyah sebagai lembaga pendidikan tinggi, kajian dan riset yang didirikan oleh Almarhum Raja Hassan II Maroko pada tahun 1974 untuk menjaga warisan keilmuan dan melestarikan identitas keberagamaan (Islam) bangsa Maroko.
Melengkapi perhatian besar terhadap pelestarian warisan keilmuan Islam di Kerajaan Maroko khususnya tentang kajian Al-Quran, pada 2 Mei 2013 Raja Maroko Mohamed VI melalui  Royal Decry (Al-Zhahir Al-Syarif)  nomor 1.13.50 memerintahkan pendirian lembaga pendidikan tinggi Institut Studi Ilmu Qiraat dan Studi Al-Quran Mohamed VI (Ma’had Mohamed VI li Al-Qiraat wa Al-Dirasat Al-Quraniyah) yang memulai aktifitas penerimaan mahasiswa barunya pada tahun ini. berita terkait

maroko-3maroko-4

Peringatan Isra’ Mi’raj 1435 H di Pesantren Pasca Tahfidz Bayt Al – Qur’an

mi'raj-1Pondok Cabe – (Rabu,28 Mei 2014) Peringatan Isra’ Mi’raj diadakan di Masjid dan pelataran Pesantren Pasca Tahfidz Bayt Al – Qur’an pondok cabe, kegaiatan sengaja diadakan berbarengan dengan jadwal kegiatan rutin pengajian halaqah tafsir yang diadakan setiap hari Rabu. Kegiatan Isra’ Mi’raj selain dihadiri jama’ah tetap pengajian halaqah juga dihadiri ibu – ibu jama’ah pengajian sekitar wilayah pesantren dan para pengurus dan staff Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) Ciputat dan ikut hadir juga beberapa alumni santri pesantren Pasca Tahfidz Bayt Al – Qur’an, sehingga terlihat tempat yang disediakan panitia terisi semua oleh jama’ah.

Kegiatan Isra’ Mi’raj diawali pada selasa 27 Mei 2014 dimulai pukul 19.30-21.30 WIB dengan pembacaan Khatmil Qur’an (pertama) yang dibacakan para santri Bayt Al – Qur’an, kegiatan dilanjutkan pada Rabu 28 Mei 2014 di mulai pukul 09.00 – 11.40 WIB dengan rangkaian acara pembacaan Khatmil Qur’an (kedua/lanjutan) sekaligus pembacaaan tahlil dan do’a Khatmil Qur’an. Kegiatan kemudian dibuka dan dilanjutkan dengan pembacaan tilawah, pembacaan Asmaul Husna (bacaan yang biasa dibaca sebelum narasumber menyampaikan materi pada pengajian rutin hari rabu), sambutan panitia kegiatan oleh Amrol Musyrifin (santri bayt qur’an angkatan IX dan sambutan pengasuh pesantren Bayt Al-Qur’an Dr. Wahib Mu’thi,MA kemudian acara dilanjutkan dengan penyampaian ceramah oleh Dr. Muchlis M. Hanafi, MA.

Dalam ceramahnya Dr. Muchlis menyampaikan kilas balik peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw secara mendalam melalui pemahaman ayat – ayat al-Qur’an, Dengan demikian, untuk mempercayai kejadian mi’raj Dr. Muchlis mengajak para jama’ah hendaknya kita menggunakan kalbu tanpa harus memaksakan akal untuk menerimanya (lanjutan ceramah di artikel). Terakhir rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan do’a.

Kunjungan Mahasiswa Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo

unsiq

 

Selasa (13/5/2014) Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) menerima kunjungan 22 mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo – Jawa Tengah.

Dalam kunjungannya ke PSQ rombongan Mahasiswa yang dipimpin Bapak Mustofa Kamal diterima oleh Faried F. Saenong dan Wahib Mu’thi (Manager Program PSQ), dalam sambutannya Mustofa Kamal mengatakan bahwa Kegiatan Studi Pengenalan Lapangan (SPL) ini adalah kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan yang diikuti oleh seluruh Mahasiswa Syari’ah Universitas Sains Al-Qur’an semester 4 (empat). Kemudian dikatakan PSQ sebagai tujuan kunjungan, karena PSQ sudah menjadi rujukan bagi para pengkaji Al-Qur’an dan Tafsir dengan model yang tidak dimiliki oleh lembaga lain, yang salah satunya memiliki para Dewan Pakar di Bidang Al-Qur’an dan Tafsir ternama.

Pertemuan dilanjutkan penyampaian visi misi sekaligus program PSQ oleh Faried F. Saenong (Manager Program PSQ), dan dilanjutkan tanya jawab seputar kegiatan PSQ sampai kepada pembicaraan kajian al-Qur’an dan pengembangan ilmu Tafsir khususnya pengembangan ilmu Tafsir Mau’dui di Indonesia. Acara ditutup dengan saling memberikan cinderamata dan rombongan sebelum meninggalkan PSQ menyempatkan waktu berkunjung ke Perpustakaan “Digital Library of Al-Qur’an” yang berada di lantai 2 kantor Pusat Studi Al-Qur’an.

Kunjungan Dr. Malik Husain dari Yordania

yordan

 

 

 

 

 

Hari ini (25-3-2014) Dr. Malik Husain dari Yordania, yang juga dosen tafsir di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) berkunjung ke PSQ.

Disambut oleh Manager Program PSQ M. Arifin, Dr. Malik tertarik untuk mengetahui apakah selama ini mereka yang belum memahami bahasa Arab mampu memahami al-Qur’an, dan ingin mendalami apa saja program PSQ yang memungkinkan hal ini bisa dilakukan.

lipia0123

lipa021

Seminar Internasional 10 Tahun PSQ & 70 Tahun MQS

Dalam rangka 10 Tahun PSQ dan 70 tahun M. Quraish Shihab Membumikan Al-Qur’an, kami mengundang Anda untuk menghadiri “Seminar Al-Qur’an Internasional” pada hari Sabtu, 15 Februari 2014, bertempat di Auditoruim Prof. Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

 

Bila berminat menjadi peserta, silahkan isi formulir berikut ini :

Halaqah Pemikiran : Memahami Gerakan Salafi

Beragam cara yang dilaksanakan umat Islam menuju peringatan hari kelahiran Rasulullah Saw tak terkecuali dengan para huffadz Al-Quran dari para santri Bayt Al-Quran Pondok Cabe angktan VIII juga para mahasiswa Pendidikan Kader Mufassir angkatan IX. Acara ini sendiri sebagai serangkaian momen sebelum tibanya maulid Rasulullah Saw yang tahun ini jatuh pada tanggal 14 Januari 2014.

Acara yang digelar oleh segenap panitia Maulid dari Pusat Studi Al-Quran ini dihadiri oleh Dr Arifin dan Bapak Zayadi juga pembicara tunggal, Dr.Din Wahid dengan tema Gerakan Salafi di Indonesia. Beliau memaparkan secara gamblang semua yang berkaitan dengan salafi mulai dari jenis salafi, ajarannya, terlebih doktrin yang juga sering digunakan kaum salafi dalam berargumen.

Din mengungkapkan bahwa gerakan salafi dimulai oleh Jamaluddin Al-Afghani, kemudian berlanjut oleh Muhammad Abduh di Mesir sekitar 19 M dan Rasyid Ridha di Syria. Tiga Inti ajaran kaum salafi ialah pemurnian ajaran Islam, kembali kepada Al-Quran dan Hadits dengan contoh dari para salafus shalih (tiga generasi pertama umat Islam), dan terakhir ialah melakukan ijtihad.

Sedangkan gerakan salafi kontemporer, yang dimaksud Din ialah orang yang mengikuti manhaj (cara atau jalan) generasi salaf yang mengikuti cara berpikir, berperilaku dan beragama.

“Definisi ini berpijak pada hadits Rasulullah yang berarti bahwa sebaik-baik masa ialah masaku, kemudian masa sesudahku, kemudian disusul oleh masa sesudahnya. Dasar ajaran mereka ialah Al-Quran dan Hadits sebagai sumber hukum Islam, juga kewajiban mengikuti manhaj (following the manhaj or path,” ucap Din.

Kewajiban mengikuti manhaj salafi, yang sering didengungkan atau djadikan argumen kaum salafi, lanjut Din, ialah surah At-Taubah ayat 100. Mereka (kaum salafi) menyatakan bahwa dalam ayat tersebut mengandung perintah keharusan mengkuti manhaj salafi. Yang dimaksud perintah disini ialah dalam bentuk khabar.

Din juga menguraikan beberapa doktrin dasar gerakan salafi ialah pertama, kembali kepada contoh salafus shalih. Kedua, berpedoman pada tauhid rububiyah, uluhiyah dan asma wa al sifat. Ketiga, menentang syirik dan bid’ah. Keempat mengikuti Al-Quran dan Hadits juga ijma sahabat. Kelima, Mengikuti penafsiran literal terhadap Al-Quran dan Hadits.

“Yang perlu diketahui selanjutnya ialah bahwa kaum salafi juga memiliki pemikiran tentang Al-Walaa wa Al Bara atau Aliansi dan Disasosiaasi. Al Walaa berarti mencintai, menolong, mengikuti atau mendekat pada sesuatu. Sedangkan Al-Bara ialah menjauhi, membersihkan diri dan melepaskan diri,”

“Saya pernah ingin meneliti sebuah pondok pesantren salafi wahabi di Jember. Tiket sudah di tangan dan besok pagi tinggal berangkat. Namun, malam hari saya ditelpon oleh pengasuh pondok bahwa saya tidak boleh datang. Alasannya singkat, karena ia mengira saya adalah antek Barat,” kenangnya.

Tak hanya itu, Din juga diklaim sebagai Muslim yang bekerja sama dengan Barat, mengingat memang, Din menyelesaikan masa perkuliahannya di Leiden University, Belanda. Pengasuh pondok itupun membuat memo bahwa ia ingin bekerja sama setelah Din menjadi muslim yang benar. Kiranya, itulah aplikasi Al-Walaa dan Al-Bara. Dimana ada kaum salafi yang mereka berpikiran sangat ekstim, menaruh curiga yang berlebih di kalangan sesama muslim, apalagi di luar muslim.

Meski waktu yang tidak terlalu banyak, diskusi pun menjadi lebih menggairahkan, terlebih saat Din memaparkan bahwa gerakan salafi terbagi banyak. Din menggunakan istilah ‘Anatomi Gerakan Salafi di Indonesia’ yang salah satunya berpijak pada Q. Wiktorowicz, menurutnya, gerkan salafi terbagi menjadi tiga yaitu Purist (murni berdakwah), Politics (mereka bersinggungan dengan politik), Jihadist (menebar ajaran islam dengan kekerasan).

Adapun pendapat lain, gerakan salafi terbagi menjadi tiga juga, dengan penjabaran pertama, salafi Purist terbagi menjadi tiga yaitu rejectionist (mereka mengharamkan segala kegiatan dengan non salafi), cooperationist (mereka berdamai dan mau beriteraksi dengan kaum lain) ketiga tanzimi yang bermetamorfosis menjadi Ormas. Kedua, aliran salafi Haraki dan terakhir ialah jihadist, dimana mereka mengaku salafi tapi justru menympang dari ajaran sesungguhnya.

Acara yang berakhir pukul 11.40 Wib ini berhasil memenuhi kalbu peserta dengan ilmu dan wawasan baru tentang gerakan salafi. Meski singkat, diskusi yang melahirkan lima pertanyaan dari peserta mampu terjawab dengan lugas dan padat oleh Din Wahid. Semoga kiranya kita lebih cerdas dan kritis dalam memahami gerakan salafi. (Ina S Febriany)

Rencana Kerjasama Pemprov DKI Jakarta dengan PSQ Mencetak para Da’i

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama mengatakan, Pemerintah Provinsi akan menjalin kerja sama dengan Pusat Studi Quran untuk mencetak para pendakwah. Para calon dai tersebut akan diambil dari para penghafal qur’an yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Pusat Studi Qur’an itu punya Profesor Quraish Shihab. Mereka banyak latih orang hafal 30 juz alquran. Tapi sayangnya banyak yang tidak paham isinya. Banyak ternyata lho di Jakarta itu orang-orang yang lulusan pesantren itu kerjanya serabutan. Kan sayang,” ujar pria yang akrab disapa Ahok tersebut di Balaikota, Senin (2/12).

Padahal, ia mengatakan, para hafidz tersebut seharusnya bisa menjadi pendakwah yang hebat. Apalagi, menurut Ahok, Jakarta masih kekurangan dai. selanjutnya