In Picture: Pelajaran Berharga dari Mbah Moen, Gus Mus, dan Quraish Shihab

Di tengah-tengah krisis keteladanan, sebenarnya masih banyak ‘oase’ yang menjadi penyejuk dan penawar kedahagaan serta kerinduan umat akan contoh-contoh kebesaran hati ulama. Kesahajaan mereka jauh dari sorotan media, dan tetap tegar di tengah serangan sarkatik netizen di dunia maya.

Cerita yang dinukilkan Sekjen Ikatan Alumni Al-Azhar Indonesia (IAAI), Muchlis M Hanafi tentang kunjungan dan silaturahim tiga guru besar, yaitu Prof M Quraish Shihab, KH Maimoen Zubair (Mbah Moen), dan KH Mustofa Bisri mengajarkan kepada kita semua tentang banyak hal di antaranya kerendahhatian, penghormatan dan kecintaan terhadap ulama. Tiga hal tersebut serasa kian tergerus diterpa perilaku tak sedikit orang di media sosial yang kian tak beradab.

Berikut ini, kutipan penggalan kisah pertemuan tiga tokoh besar itu di sela-sela Seminar Nasional Tafsir Alquran yang dihelat PP al-Anwar, Sarang Rembang asuhan Mbah Moen beberapa waktu lalu yang diterima Republika.co.id :

Mbah Moen dan Quraish Shihab

Gus Mus dan Quraish Shihab

Sisi Lain Kehidupan Kaum Santri

Tidak biasanya, di pojok ruang tamu kediaman Gus Mus yg sederhana dan bersahaja, tersedia tiga buah kursi dan meja. Semua tamu, tak terkecuali para pejabat, selalu diterima dengan lesehan.

Sore itu, Sabtu (24/12), agak berbeda. “Saya pinjam kursi ini dari tetangga”, begitu seloroh Gus Mus menyambut Ustaz M Quraish Shihab (MQS), sambil mempersilakan MQS duduk di atas.

Gus Mus sendiri? Beliau lebih memilih duduk (ndesor) di bawah, seperti dalam gambar. Kalau tidak ‘dipaksa’ MQS, beliau pun enggan. “Kalau tidak mau duduk di sini, saya yang akan duduk di bawah”, begitu kata MQS.

Gus Mus sediakan kursi bukan saja karena mengira MQS tidak bisa duduk di bawah, tapi kerendahan hatinya mendorong untuk memuliakan org yang dipandangnya alim. Akankah MQS bangga dan berbesar hati? TIDAK!

Selang satu hari, Ahad (25/12), di Sarang, dengan penuh ketulusan MQS mencium tangan ulama kharismatik yg dihormatinya, Mbah Maimoen Zubair.

Tak segan2 MQS juga meminta Gus Mus dan Mbah Moen memimpin doa. Saat tiba shalat maghrib, MQS pun persilakan Gus Mus mengimami, meski di awal Gus Mus sempat menolak.

“Di atas org yg berilmu selalu ada yg lebih berilmu”, begitu kata Alquran. Ilmu tidak akan pernah sampai ke dalam hati yg sombong, seperti air yang tidak akan pernah sampai ke tempat yang tinggi, begitu kata Imam Nawawi. Perlu kerendahan hati.

العلم حرب للفتي المتعالي كالسيل حرب للمكان العالي

Terima kasih para guru yang mulia.

Muchlis M Hanafi

Santri MQS dan Pelayan Pusat Studi Alquran (PSQ) Jakarta.

Sumber Republika

Quraish Shihab: Hormati Perbedaan dan Kembangkan Perdamaian

Cendekiawan Muslim serta pakar tafsir Alquran Muhammad Quraish Shihab menyerukan, agar masyarakat di Indonesia menghormati adanya perbedaan serta mengembangkan budaya Islam yang damai. “Kita hidup dalam masyarakat yang memiliki budaya yang sangat plural. Karena itu, semua pendapat yang berbeda harus kita hormati. Menghormati pendapat yang berbeda itu bukan berarti menerimanya,” katanya saat berkunjung ke Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (26/12).

Pihaknya meminta seluruh kalangan pesantren serta masyarakat umum di Indonesia untuk menghormati perbedaan serta mengembangkan budaya Islam yang damai. Ia mencontohkan, bagaimana muslimah Indonesia zaman dulu hanya mengenakan kerudung yang diselempangkan di kepala, dan tetap menampakkan sebagian rambut mereka. Berbeda dengan jilbab yang dikenakan perempuan zaman sekarang, yang menutupi seluruh kepala.

Menurut dia, para ulama zaman dahulu membiarkan praktik tersebut bukan tanpa dasar. Sebab, setiap pemikiran dan praktik keagamaan saat itu tidak bisa dilepaskan dari budaya yang berlaku di masyarakat. “Pasti para ulama waktu itu mempertimbangkan konteks budaya yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.

Pendiri Pusat Studi Alquran ini pun mengajak kalangan pesantren menjadikan konteks budaya sebagai salah satu pertimbangan dalam pengembangan pemikiran dan studi Alquran. “Dalam konteks studi dan pengembangan nilai-nilai Al-Quran, jangan sampai penafsiran kita tidak sejalan dengan budaya yang berkembang di masyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, lulusan Universitas Al-Azhar Mesir ini, menambahkan, penghormatan terhadap perbedaan seharusnya juga dibatasi pada budaya dan pendapat yang mengarah pada kedamaian. “Semua pendapat yang berbeda, dari manapun datangnya, selama bercirikan kedamaian, harus kita hormati. Pendapat yang berbeda dengan kita, tapi tidak bercirikan kedamaian, (harus) kita tolak,” tegasnya.

Quraish menegaskan, bahwa penjelasannya soal jilbab bukan berarti mengajak yang sudah berjilbab untuk melepaskan jilbab mereka. “Saya hanya tersinggung kalau orangtua kita yang dulu hanya berkerudung dianggap tidak menutup aurat. Sebab, ibu saya dulu juga tidak berjilbab (seperti orang sekarang),” ujarnya.

Di sela kunjungannya tersebut, Quraish Shihab juga sempat berziarah ke makam Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur yang ada di kompleks pondok. Di makam itu sekaligus juga terdapat makam kakek Gus Dur yang juga pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Al Asy’ari, serta ayahandanya yaitu KH Wahid Hasyim.

Selain itu, di sela kunjungan Quraish Shihab juga terdapat dialog terbuka. Acara itu berlangsung di Aula Gedung Yusuf Hasyim Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, dan itu diikuti oleh ratusan kiai dan pengajar Alquran dari seluruh Jawa Timur.

Sejumlah kiai yang hadir dalam acara itu misalnya Pengasuh PP Roudhotu Tahfidhil Quran Perak, Jombang KH Masduqi, “Mudir” (Dewan Pengasuh) Madrasatul Quran Tebuireng KH Syakir Ridwan dan “Mudir” Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Nur Hannan.

Quraish Shihab datang bersama istri dan sebagian anak cucunya. Ia juga didampingi Direktur PSQ Mukhlis M Hanafi. Rombongan tersebut disambut oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid beserta Nyai Hj Farida Salahuddin.

Sumber : Antara

Perkembangan Pembangunan Masjid di Kompleks Bayt al-Qur’an Pondok Cabe Oktober 2016

Saat dikunjungi Prof. Dr. Quraish Shihab MA, selaku iIrektur PSQ dan ditemani oleh Bapak Ali Ibrahim (Pengurus Yayasan Lentera Hati), masjid yang berlokasi di kompleks Bayt al-Quran Pondok Cabe sudah terbentuk kokoh dari atap hingga lantai bagian bawah.

Masjid ini direncanakan akan selesai dan bisa digunakan untuk menampung 800-1000 jemaah bila kedua lantai difungsikan. Dengan pembangunan tahap Oktober ini, kemungkinan dalam waktu 4 bulan ke depan, masjid ini akan bisa difungsikan.

Masjid Bayt Quran Oktober 2016

Masjid Bayt Quran Oktober 2016

Masjid Bayt Quran Oktober 2016

Kegiatan Pelatihan SYARHIL QURAN

Pada 11 Oktober 2016, rombongan qori dan qoriah dari mahasiswa dan mahasiswi UIN Syarf Hidayatullah Jakarta yang tergabung dalam HIQMA bekerjasama dengan Pondok Pesantren Bayt al-Qur’an mengadakan pelatihan Syarhil Quran.
Syarhil Quran HIQMA UIN Jakarta 2016

Selain berkunjung, kehadiran di Pesantren Bayt Quran juga digunakan untuk belajar tafsir al-Qur’an dalam pembuatan, pembukuan dan analisis naskah syarhil Quran (P2ASQ) bersama Bapak Dr. A. Husnul Hakim, MA.

Dalam sambutan ketua HIQMA, Kurnia Yuha Izvana, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah salah satu dari program kerja divisi Syarhil Quran. Beliau berharap kegiatan ini dapat bermanfaat dan dapat terjalinnya silaturrahmi yang berkelanjutan antara HIQMA dan Bayt AlQuran PSQ.

Bapak Achmad Zayadi, sebagai pengurus PSQ meminta agar dalam rangkaian acara ada penampilan syarhil Quran dari santri Bayt alQuran dan juga dari mahasiswa, untuk melatih mental dan menambah pengetahuan.

Koordinator divisi Syarhil Quran HIQMA UIN Jakarta, Ayu Sariyani Harahap, mengatakan bahwa peserta dalam kegiatan ini adalah pengurus dan anggota syarhil Quran HIQMA dan santri Bayt alQuran PSQ, dengan tujuan dari kegiatan ini adalah agar kita dapat belajar tafsir al-Qur’an guna mengetahui cara menafsirkan kandungan ayat al-Qur’an yang kemudian dimasukkan kedalam naskah syarhil Quran agar bisa dijabarkan menjadi naskah syarhil Quran yang sempurna.

Bapak Ust. Dr. A. Husnul Hakim, MA sebagai pemateri menjelaskan bahwa ketika akan membuat naskah syarhil Quran, hal yang pertama dilakukan adalah menentukan tema dan memilih ayat inti. Kemudian, ketikan menjelaskan tarsir ayatnya harus digantungkan dari pendapat ahli tafsir, setelah itu baru diperbolehkan pengembangan (improve) dengan pendapat kita. Intinya ketika menemukan ayat tidak boleh langsung di elaborasi, biasanya disebut dengan metode maudhu’i (tematik).

Ayu Harahap sebagai koordinator divisi Syarhil Quran mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini divisi Syarhil Quran HIQMA UIN Jakarta akan mengumpulkan naskah yang sudah ditulis dari masing-masing anggota, pengurus dan pembina divisi syarhil Quran kemudian dijadikan sebuah buku yang akan di ISBNkan dan Insya Allah akan dilaunchingkan pada acara Milad HIQMA “Semarak alQuran”, hal ini merupakan tindak lanjut dari rentetan kegiatan P2ASQ.

Ayu menegaskan bahwa divisi syarhil Quran bisa lebih berjaya kembali sebagaimana beberapa tahun terakhir. Dia berharap anggota, pengurus dan para pembina HIQMA dapat mendukung program ini agar berjalan lancar dan insya Allah berkah.

Segenap keluarga besar Himpunan Qari dan Qariah Mahasiswa mengucapkan terima kasih kepada Pusat Studi AlQuran dan Pesantren Bayt AlQuran [Ayu Harahap]

Pembukaan PKM Angkatan XII dan Santri BQ Angkatan XIV

Pesantren Bayt Quran mendadak kembali ramai pada Rabu 27 Juli 2016. Ini menandai dimulainya kegiatan rutin setelah libur panjang Ramadhan dan Syawal. Rabu kembali dipilih untuk dijadikan awal bagi kegiatan baru di pesantren di daerah Pondok Cabe ini.

Pengumuman PKM dan Santri PSQ

Halaqah Tafsir tak lagi sekedar kegiatan pengajian rutin di hari Rabu, karena tampak di antara bapak-ibu majelis taklim, ada beberapa wajah baru yang menghiasi aula pesantren. Mereka inilah yang selama 6 bulan ke depan, mulai Juli hingga Januari tahun depan akan menyemarakkan kegiatan pendidikan di lingkungan PSQ ini.

PKM Angkatan XII

PKM Angkatan XII

Bagi para mahasiswa-mahasiswi S2 dan S3 yang tengah menyiapkan tesis dan disertasi, mereka akan tergabung ke dalam program Pendidikan Kader Mufassir angkatan XII. Sebanyak 17 peserta, tampak hadir di hari pertama pertemuan ini. Mereka terdiri dari 12 mahasiswa dan 5 mahasiswi. Dengan empat peserta diantaranya tengah mengikuti pendidikan S3. Kampus mereka berasal dari UIN Jakarta, IIQ Jakarta, PTIQ Jakarta, UIN Yogyakarta, UIN Makassar, IAIN Tulungagung, UIN Semarang hingga UIN Surabaya.

Santri Bayt Quran Angkatan XIV

Sedangkan beberapa santri, baik dari pesantren yang berasal dari Jawa dan Luar Jawa, tergabung dalam Bayt Al-Qur’an angkatan XIV. Tercatat 28 santri sudah hadir dan siap melaksanakan pendidikan mereka di pesantren yang baru pada angkatan ini digunakan secara penuh.

Mengingat ketersediaan tempat baru ini, pihak PSQ melalui Achmad Zayadi akan melibatkan peserta PKM angkatan ini untuk menjadi pembimbing bagi para santri baru. Mengingat intensitas pertemuan mereka yang akan lebih sering bila dibandingkan angkatan sebelumnya, serta ruangan kelas yang kini bisa dimanfaatkan kedua program ini secara bersamaan. Dengan ini diharapkan potensi perkembangan didikan santri maupun PKM akan menjadi lebih terarah dan termanfaatkan.

Usai Lebaran, PSQ Terima Kunjungan dari IAIN Salatiga

Ini adalah kegiatan terkait program kependidikan yang pertama dilakukan Pusat Studi al-Qur’an (PSQ) usai lebaran 2016 usai. Adalah mahasiswa-mahasiswi dan staf pengajar, berikut Dekan dari Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora yang berkunjung ke kantor pada hari Rabu, 20 Juli 2016.

Dipimpin langsung oleh Dekan Benny Ridwan, M. Hum., anggota rombongannya yang berjumlah sekitar 40 orang memenuhi ruangan aula PSQ yang berada di lantai bawah. Rombongan disambut perwakilan PSQ yang dihadiri Faried F. Saenong PhD. Dalam sambutannya, beliau menyambut baik lawatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke kantor pusat PSQ.

IAIN Salatiga

IAIN Salatiga

IAIN Salatiga

Sementara itu pihak IAIN Salatiga menanyakan beragam hal mengenai kegiatan yang telah dilakukan selama ini oleh PSQ, terlebih menyangkut kegiatan yang berhubungan erat dengan dunia pendidikan. Terlebih fakultas yang berada di kota Salatiga ini terhitung baru dalam menjalankan program pendidikannya.

Inisiatif Faried F Saenong PhD untuk lebih rinci menjelaskan mengenai program pesantren Bayt al-Quran dan Pendidikan Kader Mufassir (PKM) sangat diapresiasi rombongan. Terutama mahasiswi S1 yang juga berminat untuk megikuti program pesantren yang dikelola PSQ ini. Hanya saja hingga saat ini, menurut Faried, pesantren belum menerima santriwati untuk bisa tinggal dan menimba ilmu di pesantren yang berlokasi di Pondok Cabe.

Untuk PKM sendiri hingga angkatan XII yang akan efektif berjalan pada Juli 2016 ini, akan segera memulai programnya pada 27 Juli mendatang. Bagi mahasiswa-mahasisiw IAIN Salatiga yang ingin melanjutkan studinya ke jenjang S2

Berita Duka dari Gurunda Dr. Ahmad Wahib Mut’hi MA

Innallahi wa inna ilahi rajiun.
Telah berpulang ke pangkuan-Nya, guru kita, Dr. Ahmad Wahib Mut’hi, MA,. Pengasuh Pondok Pesantren Bayt al-Qur’an sekaligus dewan pakar Pusat Studi al-Qur’an, sekitar pukul 2 malam pada 19 Juli 2016/14 Syawal 1437 H. Mohon do’anya semoga amal beliau diterima oleh Allah, dan dosanya diampuni oleh-Nya.
Al-fatihah.

Dr. Wahib A. Muthi, MA

Sekedar tambahan, beliau juga adalah dosen tetap Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dosen Pascasarjana Universitas Islam Asy-Syafi’iyah, Dosen Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pembagian Sembako untuk Warga Sekitar PSQ

Kegiatan sosial yang rutin dilangsungkan selama Ramadhan di kantor PSQ (Pusat Studi al-Qur’an) diantaranya adalah pembagian sembako bagi warga sekitar. Pembagian bahan makanan pokok ini guna membantu meringankan beban ekonomi warga saat menyambut lebaran.

Pembagian Sembako PSQ

Pembagian Sembako PSQ

Pembagian Sembako PSQ

Untuk kali ini, ada 4 RT (Rukun Tetangga) yang dilibatkan untuk pembagian. RT-RT ini berada di wilayah RW 17 Keluarahan Pisangan Ciputat. Selain warga sekitar, beberapa sektor pekerja yang berada di sekitaran lokasi juga menjadi target pembagian. Mereka berprofesi mulai dari tukang sampah, tukang ojek hingga tenaga keamanan setempat.

Sebanyak 150 paket sembako disebar di dua titik. Yakni masing-masing di kantor PSQ yang berada di Jalan Kertamukti, dan satu lagi berada di wilayah RW 17 untuk memudahkan warga menerima sembako. Semoga dengan kegiatan ini bisa saling mendekatkan hubungan kekerabatan antara PSQ dengan warga sekitarnya.

Kajian Ushul Fiqih di Pesantren Bayt al-Quran

Dimulai dari hari ini, 15 Juni 2016 hingga 22 Juni 2016 nanti, alumni PSQ yang terdiridari 20 orang alumni Pondok Pesantren Bayt al-Quran (BQ) mengadakan kegiatan Ramadhan. Kegiatan yang di pimpin oleh Darul Muftadin, M. Ag diadakan untuk mengkaji ushul fiqih. Acara ini adalah acara sela, diantara penutupan santri BQ yang ditutup Juni ini dan menyambut santri baru bulan Juli kmarin.

WhatsApp-Image-20160615 (1)

WhatsApp-Image-20160615