Kuliah PKM & Santri Bayt Qur’an Tentang Pengembangan Diri

Selasa 11-9-2012 Pendidikan Kader Mufassir dan Santri Bayt Qur’an secara bersamaan mengikuti perkuliahan bersama Ibu Zora Wongkareng, M. Psi. Perkuliahan yang dimulai pukul 13.30 – 15.00 wib ini mengulas tentang psikologi pengembangan diri atau pemberdayaan diri (Self Empowerment), meliputi pembahasan tentang ; memunculkan kemampuan yang ada pada diri pribadi masing –  masing melalui buat apa berdaya diri? Karakteristik orang yang berdaya diri..? bagaimana mengandalkan diri, dan seterusnya sampai kepada bagaimana kita menjadi orang yang bahagia

Kuliah PKM VIII “Metodologi Penulisan Tesis dan Disertasi”

Selasa 11-09-2012 bertempat di ruang  Perpustakaan PSQ kuliah PKM berlangsung, kali ini membahas metodologi penulisan tesis dan disertasi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Hamdani Anwar, MA.  sebagai dosen beliau mengupas metodologi penulisan tesis / disertasi agar berkualitas meliputi bagaimana seorang penulis membubuhkan judul, memilih redaksi penulisan hingga menyimpulkan secara holistik penelitiannya.

Kuliah dilanjutkan sesi tanya jawab dan diskusi terkait penulisan tesis / disertasi, Selain itu terakhir Hamdani Anwar selaku pembimbing menugaskan peserta kuliah PKM agar segera menyiapkan contoh proposal untuk didiskusikan dan dikupas bersama pada pertemuan berikutnya. Ia mengharapkan, setiap anggota dapat memberikan ide, saran dan kritik konstruktifnya kepada yang lainnya sehingga tesisnya lebih berbobot. Sementara perkuliahan Metodologi Penulisan tesis dan disertasi ini direncanakan hanya satu kali dalam sebulan, kecuali akhir bulan, dilaksanakan 2 kali.

Kuliah PKM VIII “Sejarah Dan Perkembangan Hadist”

Sesi terakhir perkuliahan Pendidikan Kader Mufassir Senin (10/09/2012) disampaikan oleh Dr. Sahabuddin, MA. Beliau lebih banyak bercerita seputar sejarah dan perkembangan Hadist, ia juga menerangkan bagaimana seluk beluk awal penulisan Hadist. Tak jarang ia menceritakan pertualangan pribadinya ketika menuntut ilmu di Arab Saudi dan Mesir.

Menurutnya, perkembangan ilmu Hadist dari zaman klasik berbeda dengan zaman modern. Pada zaman dahulu, Hadist tidak ditulis tapi ilmu itu tetap ada, kemudian pada zaman modern mulailah para ahli menuliskannya. Misalnya, pada zaman Bukhari yang ada shahih dan dhaif saja. Kemudian pada zaman berikutnya muncullah istilah hadis hasan, hadis maudhu’ dll.

Selain itu, tiap ulama memiliki pandangan masing-masing dalam menanggapi sesuatu. Begitu juga dalam hal penetapakan keshahihan  hadis tersebut. Jadi, semua ilmu berkembang sesuai dengan zamannya, dan lahirnya tidak secara spontan. [] Reni Rahmawati; peserta kuliah PKM VIII

 

 

 

Esensi dari Pengkaderan Mufassir

Sesi kedua perkualiahan Pendidikan Kader Mufassir angkatan VIII Senin 10 September 2012 dilanjutkan bersama Dr. Mukhlis M. Hanafi MA. Pada kesempatan perkuliahan ini beliau mengajak agar memiliki misi sebagai pengkaji tafsir yang ujung-ujungnya adalah untuk menyatukan keragaman agama dan juga keragaman dalam pandangan mengenai agama. Pada dasarnya, ada 3 point yang diinginkan dari pelatihan ini: agar dapat segera menyelesaikan tesis atau disertasi yang hasilnya berkualitas; pendalaman materi terkait ilmu tafsir Al-Qur’an hadist dan menjadi duta dalam mengembangkan pemahaman Al-Qur’an kepada masyarakat.

Diharapkan sehingga peserta PKM bisa menyebarkan pemahaman Al-Qur’an dan Sunnah yang selaras dengan keragaman yang ada di Indonesia. Tentunya fakta ini mesti kita terima dengan pandangan yang sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah. Seperti kasus yang menjalar saat ini, adanya paham yang bersifat trans-nasional yang masih bersifat masif, apalagi pemahaman seperti itu didukung oleh negara luar. Seperti; Hizbut Tahrir, Salafi dan Wahabi, Syiah. Yang menurutnya hal ini pastinya kedepan akan semakin ramai karena pergerakannya masih relatif masif. Oleh karena itu, kita membumikan pemahamaman agama yang bersifat wasathiyah (moderat). “Kita bisa saja bersikap toleran, walaupun kadang hal ini masih dianggap lemah. Padahal, dalam Al-Qur’an dan Hadist toleran itu merupakan karakter ajaran Islam itu sendiri. Dengan adanya perbedaan pemahaman, tentunya mesti kita perhatikan dengan menyamakan persepsi sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah.

Kemudian kuliah dilanjutkan oleh Dr. A. Wahib Mu’thi, MA selaku manager program. Ia menjelaskan kembali mengenai kurikulum program PKM, dan beliau sangat mengharapkan masukan ataupun ide-ide baru demi perbaikan kualitas pelatihan ini yang selanjutnya akan diadakan evaluasi mengenai pelatihan ini tiap bulannya. Selain itu ada hal yang sangat menarik dan spesial yang diberikan bagi anggota PKM termasuk tawaran diskon 50 persen untuk pembelian “Tafsir al-Mishbah dan Ensiklopedi Al-Qur’an” karya Prof. Quraish Shihab untuk satu kali pembelian

[] Reni Rahmawati:pesserta PKM VIII

KULIAH PERDANA PKM ANGKATAN VIII “Definisi Al-Qur’an”

Senin 10 September 2012 kuliah perdana Pendidikan Kader Mufassir dimulai, sebagai dosen  Muhammad Arifin, MA menyampaikan seputar “Defenisi Al-Quran”.

Beberapa kesimpulan yang menjadi catatan apa yang disampaikan Muhammad Arifin, MA, yaitu : Beliau menganjurkan untuk segera memiliki buku yang berjudul “Ulûm al-Qur’ân al-Karîm” karangan Nuruddin ‘Itr. Menurutnya, buku ini sangat pentingg karena membahas seluk-beluk ilmu al-Qur’an secara mendetail. Selain menganjurkan buku-buku kontemporer seperti: Manâhil Irfan karangan Mana’ al Qatthan, Madkhal fi Dirasah Al-Qur’ân al-Karîm, Min Rawâi’ al-Qur’ân karangan Ramadhan Buthi dan Mabâhist fi ulmil Quran oleh Syubki Shaleh, sebagai referensi tambahan seputar wawasan ke-al-quran-an.

Selanjutnya beliau mengupas tentang defenisi al-quran. Secara Umum, pengertian populer bagi kita sebagai pembelajar tafsir, bahwa al-Quran adalah; kalâmullah al-munazzal alâ nabi saw al-maktub fil mashâhif wal mangkûl bittawatur wal mutabbad bi tilâwatihi al-mu’zij walau bisuratin minhu. Tentunnya pengertian ini, sudah menjadi umum didengar sejak masih duduk belajar di pesantren. Walaupun menurut beliau bahwa ada kritikan dari beberapa penulis Indoensia kontemporer mengenai defenisi yang mengatakan “almutabbad bi tilawatihi (beribadah membacanya)”. Defenisi ini bisa mengakibatkan efek negatif bagi sebagain orang yang hanya melihat dari muta’bad saja. Sebenarnya bagi masyarakat awam, hal ini tidaklah masalah, tapi lain hal dengan kalangan pakar ulumul al-quran. Mereka mesti menelusuri dan membahas kembali pengertian tadi, walaupun pada hakikatnya hal ini tidaklah terlalu dipermasalahkan.

Begitu juga mengenai jumlah ayat Al-quran itu 6666. selama belajar di bangku sekolah, jumlah ayat ini sudah menjadi popular bagi kita. Pada kenyataannya, belum ditemukan pada kitab-kitab klasik mengenai hal ini. Melainkan yang ditemukan adalah 6236 ayat. Para Pakar ulumul quran mencoba mencari penyebab jumlah ayat al-Quran itu 6666. Mereka telah mencoba dengan berbagai macam cara seperti memasukkan bismillah pada tiap ayat, sayangnya, ternyata masih belum didapatkan pembuktian Al quran itu ada 6666 ayat.

Tentunya ini menjadi pertanyaan bagi kita, apa yang menyebabkan semua ini. Jawabannya, dikarenakan ada sahabat yang mendengar ketika Nabi Saw. ketika mengimami shalat, beliau berhenti di ayat tertentu, setiap perhentian sahabat menganggap itu adalah ayat. Padahal belum tentu bisa dikatakan demikian. Sedangkan ulama lain melihat dari segi cakupan makna. Karena perbedaaan yang sedikit inilah yang menimbulkan adanya perbedaan mengenai penetapan ayat-ayat dalam Al-Qur’an. Kendatipun hal ini bisa dimaklumi saja, akan tetapi setelah ditelurusi begitu, saya belum menemukan jumlah 6666 ayat, papar pak Arifin.

Selain itu beliau juga menjelaskan pengertian masing-masing dari defenisi Alquran seperti makna kalamullah, al munazzalu,  dan sebagainya secara detail. Dengan mengetahui perbedaan dan temuan yang ada tentunya dapat memeperkaya keilmuan dalam memahami Al-Quran dari segala segi.


 

 

PEMBUKAAN PROGRAM PSQ

 

Rabu 5 September 2012 bertempat di Pesantren Bayt Qur’an Perum Villa Bukit Raya No.10 Pondok Cabe Ciputat acara pembukaan program PSQ diadakan, beberapa program PSQ resmi dibuka kembali antara lain Pengajian untuk umum “Halaqah Tafsir” yang rutin diadakan setiap hari Rabu, Program intensiv 6 (enam) bulanan “Pendidikan Kader Mufassir” angkatan VIII yang diikuti 14 peserta dari beberapa kampus di Indonesia dan “Program Pasca Tahfidz” Angkatan VI yang diikuti 30 santri dari beberapa pesantren tahfidz di Idnonesia. Dengan harapan semoga semua program yang diagendakan dapat berjalan dengan lancar dan sampai kepada target yang dituju.

Sambutan pembukaan program disampaikan oleh Muhammad Arifin, MA “selaku manager program PSQ” kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi pengajian yang disampaikan Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA (bagian dari dewan pakar PSQ) dengan tema Berinteraksi Dengan Al-Qur’an (materi terlampir di kolom artikel www.psq.or.id)

 

PERPUSTAKAAN PUSAT STUDI AL-QUR`AN (PSQ) Digital Library Of Al-Qur`an (DILIA)

Layanan perpustakaan yang dibuka untuk umum baik kalangan akademesi (Dosen, Peneliti  Mahasiswa S1, S2,S3) dan masyarakat umum peminat studi Al-Qur’an. koleksi perpustakaan PSQ menitikberatkan pada penyediaan koleksi kajian tafsir dan ilmu-ilmu Al-Qur’an serta menyediakan berbagai referensi dan sarana layanan tentang kajian tafsir Al-Qur’an yang aktual, dinamis dan komprehensif baik dalam bentuk cetak atau digital.

 

 

 

1. KOLEKSI PERPUSTAKAAN PSQ

  • KITAB TERCETAK
Uraian Koleksi Yang dimiliki PSQ DL

Jumlah Judul  kitab / buku

a. Klas Tafsir & Ilmu Tafsir

650 Judul

b. Klas Hadits dan Ilmu Hadits

92 Judul

c. Aqidah

49 Judul

d. Fiqih & Ushul Fiqh

180 Judul

e. Akhlaq Tasawuf

265 Judul

f. Sosial Budaya Islam

165 Judul

g. Filsafat & Pemikiran Islam

336 Judul

h. Pendidikan

32 Judul

i. Dakwah

53 Judul

j. Aliran Dalam Islam

53 Judul

k. Sejarah

284 Judul

l. Klas lainnya

150 Judul

m. Klas non Arab dalam beragam tema

200 Judul

n. Tesis/Disertasi tercetak

38 Buku

o. Jurnal Tercetak

15 Buku

p. Artikel-artikel Keislaman

500

Jumlah total Koleksi Tercetak di PSQ Library

3.062 Judul

 

 

  • Jumlah Koleksi Tercetak di Bayt Al-Qur’an Library (tafsir, ‘ulum al-qur’an, manuskrip)

1.085 Judul

  Jumlah Keseluruhan Koleksi Tercetak

4.147 Judul

Koleksi Tambahan Tahun 2011
a. Koleksi Kategori Berbahasa Arab

352 Judul

b. Koleksi Kategori Non Arab

253 Judul

Jumlah Tambahan

605 Judul

Jumlah Total Keseluruhan Koleksi Tercetak sampai Bulan Maret  2012 

4752  Kitab / Buku Tercetak

 

KOLEKSI DIGITAL

   Uraian Koleksi Yang dimiliki PSQ DL

Jumlah Judul      

1

Koleksi Kitab digital/e-book (termuat dalam -+ 40 Gigabyte di PC*

8.000 Judul

2

CD/DVD Kitab Tafsir/ Al-Qur’an :
a. Tafsir Al-Misbah (Surat-2 Tabarak)

1 Set

b. Hadist Ilmu Hadits

1 buah

c. Pidato Muhammad Mutawalli Asy Sya’rawi

1 Set (12 folder)

d. Lainnya

10

3

Koleksi Audio (berisi rekaman pengajian tafsir dan ceramah tentang tafsir al-Qur’an berbasis MP3

25 file

4

Tesis/Disertasi digital

70 file

5

Softwer kitab Turats :
a. Maktabah Syamilah ( 15 GB )

6.886 Judul

b. Maktabah Ahl Al-Bayt

1.880 Judul

c. Jami’ An-Nur

Paket

d. Ensiklopedia Islam

Paket

e. Maktabah Hadits

Paket

f. Al-Qur’an berbasis Flash

Paket

g. Ensiklopedia Yahudi

Paket

h. Kamus Arab, Inggris

Paket

i. Lainnya

6

Artikel-artikel Keislaman

500

 

2. INFO KUNJUNGAN


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KUNJUNGAN ATAS NAMA LEMBAGA 

Bulan

Kegiatan/Kunjungan

13 Oktober 2011 Terima kunjungan dari BEM IIQ sebanyak 30 Mahasisiwi
28 Oktober 2011

Terima kunjungan dari UIN Kalijaga Yogyakarta, 42 Mahasiswa

28 November 2011 Wawancara Mahasiswi UIN Fak. Adab Jur. Perpustakaan tentang Perpustakaan Digital
21 Desember 2011 Terima kunjungan dari pengurus Sekolah Alam Cikeas
12 Januari 2012 Terima Kunjungan Mahasiswa S1 Tafsir Hadits UIN Jakarta, sebanyak 12 Mahasiswa
31 Januari 2012 Terima kunjungan peserta PPL IAIN Cirebon, 15 Mahasiswa
15 Februari 2012 Kunjungan mahasiswa STAIN Kudus, 50 Mahasiswa
23 Mei 2012 Kunjungan Mahasiswa sastra arab UN Malang, 47 Mahasiswa
4 Juli 2012 Terima kunjungan dari STAIN Pekalongan prodi Tafsir, 46 Mahasiswa

 

 

Quraish Shihab, Si Pengubah Dunia

TEMPO.CO, Jakarta – Rambutnya sudah menipis dan sebagian besar juga telah memutih. Ia terlihat berbeda dengan sosok yang kerap muncul di televisi, yang biasa mengenakan baju koko dan peci. Pagi itu, Muhammad Quraish Shihab, 68 tahun, mengenakan  batik cokelat dan celana panjang kain hitam. Jalannya tertatih. Ia juga batuk-batuk. Tapi sedikit pun tak terdengar keluhan darinya. Ia mengaku masih kuat mengajar dan memberi taujih.

“Selagi mampu, menyampaikan kebenaran ke umat adalah wajib,” ujarnya kepada Tempo yang menyertainya nyaris seharian, Jumat, sekitar dua pekan lalu.
Di bulan Ramadan, undangan ceramah datang nyaris setiap hari. Terkadang, sejak subuh, Quraish sudah keluar rumah untuk ceramah. Praktis, tak ada waktu luang baginya.

Kesibukannya berdakwah dengan lisan mengurangi produktivitas dakwah dengan penanya. Quraish telah menulis sekitar 30 judul buku, termasuk Tafsir al-Misbah yang terdiri dari 15 volume dan dia kerjakan dalam empat tahun. Saat ini ia baru saja selesai menulis buku yangbelum diberi judul, yang berisi tentang filosofi umrah dan haji. Hobi menulisnya terpaksa dipendam karena kesibukan ceramah.

Selain soal jadwal ceramah yang padat, ia memang tidak bisa menulis tanpa teh hitam di mejanya. Kebiasaan itu mulai dilakukannya sejak masih kuliah di Universitas Al-Azhar, Mesir. Ia menulis minimal delapan jam sehari, dimulai sehabis shalat subuh. “Tehnya saya buat sendiri loh,” katanya. Selengkapnya

Pengumuman Hasil Seleksi PKM Angkatan VIII

Bagi peserta tes seleksi PKM “Pendidikan Kader Mufassir” angkatan VIII yang telah dilaksanakan pada selasa 17 Juli 2012 pkl 10.00 WIB bertempat di Kantor Pusat Studi Al-Qur’an “PSQ” Ciputat, berikut peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi dan dapat mengikuti “Pendidikan Kader Mufassir” . Download

Bakti Sosial Carrefour dan PSQ

Senin 30 Juli 2012, manejemen Carrefur menyerahkan sumbangan kepada Pusat Studi Al-Qur’an sebesar Rp. 5.000.000. Penyerahan diterima langsung oleh Bpk. Wahib Mu’thi di dampingi Bpk. M. Arifin (selaku manajer program PSQ), selanjutnya sumbangan ini akan disalurkan sebelum Hari Raya Idul Fitri 1433 H kepada yang berhak menerima sebagai bentuk program bakti sosial dalam bentuk sembako.