Kerjasama melalui Bengkel Ilmiah Antara “MUIS” Majlis Ugama Islam Singapura dan PSQ

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebagai tindaklanjut kerjasama antara “MUIS” Majlis Ugama Islam Singapura dan PSQ “Pusat Studi Al-Qur’an” yang pernah menjalin kerjasama melalui Kursus Intensif Bagi Da’I dan Asatizah Singapura di Kantor PSQ-Ciputat pada tanggal 27 Mei – 2 Juni 2012.

Kali ini kegiatan yang sama diadakan di Harmoni Center Masjid Annahdhoh Singapura pada 30 November – 2 Desember 2012 dengan tema besar “Bengkel Ilmiah”. Penyelenggara kegiatan “MUIS” Majlis Ugama Islam Singapura mendatangkan peserta terdiri dari Dai dan Asatizah Singapura sekitar sebanyak 40 orang peserta, hadir dan sebagai salah satu peserta aktif adalah Mufti Singapura Mohamed Fatris bin Bakaram.

Sebagai salah satu dewan pakar PSQ “DR. Muchlis Hanafi, MA” yang sekaligus ditunjuk sebagai Narasumber pada acara tersebut, memaparkan ada beberapa tema yang dibahas pada acara tersebut antara lain : Bagaimana Pola berinteraksi dengan Al-Qur’an dan Sunnah, Metodologi pendekatan ulama dalam memahami teks, Penjelasan contoh – contoh pendekatan dan penafsiran kreatif dan sesi memahami Kaidah – kaidah dalam memahami teks dan turos Islam.

Pembelajaran Sumber Data di Internet Untuk peserta PKM

 

Ciputat,-Pusat Studi Al-Qur’an–(30/11) tepat di hari jum’at kegiatan perkuliahan Kader Mufassir diisi oleh Dr. Umar Haddad, MA. Kali ini beliau memberikan materi lanjutan dari materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya yaitui Penelusuran Informasi di Internet. Beliau membuka pertemuan kali ini dengan menyodorkan beberapa “berkah” hadirnya internet ditengah-tengah kita yang mana di era globalisasi saat ini dibutuhkan akses yang cepat, tepat dan bermanfat. Salah satu “berkah” tersebut adalah melimpahnya informasi dihadapan kita ketika berada di dunia maya.

 

Perkuliahan yang di fokuskan kepada mencari dan menemukan “Sumber data penelitian di internet” Sehingga dengan banyaknya informasi saat ini kita diharapkan sanggup mendapatkan  apa yang kita inginkan. Namun tidak bisa dipungkiri memang, jika dulu kita kebingungan mencari bahan untuk membuat sebuah tulisan, kebingunan itu juga terulang lagi dimasa sekarang yang mana dengan melimpahnya informasi saat ini membuat kita kebingungan manentukan atau memilih bahan yang ingin kita peroleh. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini beliau ingin memberikan trik dan rahasia mencari informasi yang memang layak untuk kita konsumsi.

 

Pada pertemuan ini pemateri memberikan pemaparan bagaimana menilai data yang akan kita ambil dari dunia internet yang sesuai kebutuhan kita. Diantaranya adalah;  beliau menyarankan untuk memcari info tentang tema yang ingin kita bahas, kemudian barulah kita melihat sejauh mana keakuratan data yang kita ambil serta seberapa jauh keaktualan data tersebut. Yang tidak boleh dilupakan juga adalah otoritas dan kapasitas data tersebut. Semoga bermanfaat. (myq)ed: m.y.arfan

Diskusi Peserta PKM Bersama Prof. Qurais Shihab

Ciputat- (21/11) peserta Pendidikan Kader Mufasir (PKM) melalukan sesi diskusi seputar Alquran dan konteks kekinian. Bertempat di ruang belajar Pusat Studi Al-Qur’an diskusi tafsir kali ini sangatlah menarik, karena setiap yang hadir diberi kesempatan untuk  langsung bertanya kepada pak Quraish Shihab. Sebagai seorang ulama dan pakar tafsir Al-Quran, pak Quraish Shihab memberikan uraian-uraian atas setiap pertanyaan tersebut dengan sangat padat, terperinici dan didukng dengan dalil-dalil naqli maupun aqli.

Salah satu hal yang ditekankan oleh pak Quraish dalam hal penelitian di bidang penafsiran Al-Quran secara khusus dan kajian ilmiah secara umum adalah harus memilki keberanian dalam mencuatkan suatu permasalahan yang baru, meski pada dasarnya permasalahan tersebut sedikit sekali ulama yang meresponnya. Selama ada dalil yang menjadi landasan berfikir maka hal tersebut adalah dibenarkan. Selanjutnya menurut beliau, pemahaman bahasa arab dan mengetahui konteks, serta tujuan satu ayat diturunkan dengan baik akan sangat membantu seorang yang akan memahami pesan dan kandungan Al-Quran untuk mendekati kebenaran. Diakhir sesi, pak Quraish berpesan agar setiap peserta PKM untuk selalu belajar dan terus belajar.

Kuliah “Keterampilan Berpikir” untuk peserta PKM dan Santri Bayt Qur’an

Selasa, 13 November 2012, sisa-sisa hujan masih jelas terlihat di dedaunan di sekitaran pesantren Bait al-Qur’an. Hari itu, hujan deras melanda Ciputat dan sekitarnya Pondok Cabe. Tapi hujan bukan alasan bagi Peserta Pendidikan Kader Mufasir (PKM) untuk mendapatkan bimbingan berharga dari tim pengajar PSQ.

Bertempat di ruang serba guna pesantren Bait al-Qur’an, dari pukul 14.00-15.30 WIB kami mengikuti bimbingan psikologis di bawah asuhan ibu Nasywa Syihab, M.Psi. Dalam kesempatan itu, beliau membawakan tema ‘Keterampilan Berfikir: Tehnik dan metode Pemecahan Masalah dan Berfikir Kreatif’.

Menurutnya, kita terbiasa menyelesaikan masalah dengan cara-cara yang biasa, padahal jika masih menggunakan cara biasa-biasa saja, mana mungkin kita bisa menghadapi masalah; mendiagnosa masalah dan menyelesaikannya sesegera dan seefektif mungkin. Karena itu, beliau memperkenalkan bagaimana cara berfikir kreatif dan solutif.

Dalam kesempatan itu, bu Nasywa berbagi, paling tidak ada 3 langkah besar yang bisa dilakukan dalam memecahkan masalah. Pertama, mengidentifikasi permasalahan untuk diselesaikan dengan The 5 whys. Dalam tahap ini kita mendiagnosa permasalahan dengan mengajukan minimal 5 kata mengapa. Kedua, mengeksplorasi perspektif dengan cara thinking hats. Pada tahap ini kami diperkenalkan apa yang disebut 6 topi pemikiran. Diurut sesuai warna; warna merah kita lebih emotif, topi putih memahami masalah secara objektif, topi hijau berfikir kreatif, topi kuning membangun optimism, topi biru berfikir secara terstruktur dan topi hitam berfikir kritis, waspada dan hahti-hati tentang masalah yang di hadapi. (aak).

Perkuliahan PKM Angk VIII “Balaghah, Fasahah & Uslub”

 

 

Perkuliahan ‘PKM’ Pendidikan Kader Mufassir pada Selasa (6/ 11) pukul 13.30 WIB membahas tentang Balagah Al-Qur’an. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang serbaguna PSQ ini dibimbing Dr. D. Hidayat. Pada awal perkuliahan ini, dosen pembimbing memberikan waktu kepada peserta PKM untuk menanyakan hal-hal yang kurang dipahami dari hasil bacaan mereka terhadap buku “Al-Balagah li al-Jami’ wa al-Syawahid min Kalam al-Badi’,” karya beliau sendiri, sebagaimana ditugaskan pada pertemuan sebelumnya. setelah itu, baru beliau menjelaskan mengenai Balagah dan Siyaq (konteks). Menurut beliau, dengan mengetahui siyaq (konteks), dapat diketahui makna yang paling cocok pada kata, kelompok kata atau pada teks secara keseluruhan.

 Kemudian perkuliahan dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Balagah dan Fasahah (penjelasan yang terang) serta Balagah dan Uslub (gaya bahasa) yang tidak kalah menarik. Beliau mengupas secara rinci satu per satu mengenai pembagian-pembagiannya beserta contohnya masing-masing yang terdapat dalam Al-Qur’an. Pembahasan-pembahasan ini menjadi sangat mudah dimengerti dan dicerna oleh peserta karena dijelaskan dengan gaya bahasa yang santai, sambil sesekali beliau melontarkan candaan khas kepada peserta PKM yang serius mendengarkan dengan menggunakan kiasan-kiasan sebagaimana yang dikenal dalam ilmu Balagah dengan istilah kinayah (kiasan), sehingga suasana perkuliahan menjadi lebih hidup. (Andis PKM), ed: arfan

Kegiatan Perkuliahan PKM “Hadist Shahih dan Seluk Beluknya”

Seperti biasa, jadwal kuliah pada hari Senin dilanjutkan sore pukul 16.00 WIB, untuk senin (5/11) ini  kegiatan dilaksanakan di ruang serbaguna PSQ bersama dosen pembimbing Hadist dan Ilmu Hadist Bapak Dr. Sahabuddin, MA. Perkuliahan sesi pertama disampaikan langsung Dr. Sahabuddin dengan membahas Hadist Shahih dan seluk beluk yang terkait dengannya. Sebenarnya pembahasan ini telah sering dibicarakan, tapi pada pertemuan kali ini tema dikupas mendalam sehingga memancing diskusi hangat dan alot. Hal ini bertujuan agar menguatkan pondasi pengetahuan calon-calon mufassir mengenai Ilmu Hadist.

Peserta PKM yang mengikuti perkuliahan selama 2 jam ini turut berperan aktif menanggapi dan melontarkan pertanyaan terkait materi yang sedang di bahas. Ditengah-tengah diskusi tersebut, sampailah penghujung waktu dengan berkumandanganya azan Maghrib. [] Reni Rahmawati-ed: m.y.arfan

 

Kuliah PKM Angk VIII membahas “Tafsir wa Ushuluhu”

Ciputat – Kegiatan perkuliahan Pendidikan Kader Mufassir ‘PKM’ kembali dilaksanakan pada Senin (05/11) pukul 10.00 WIB di kantor PSQ. Perkuliahan berkaitan dengan Ulumul Qur’an membahas tema: Tafsir wa Ushuluhu wa Mashadiruhu, At-Tafsir al-Isyari dan at-Tafsir al-Fiqhi. Sebagai pemakalah materi disampaikan peserta PKM Zahrul Athriah dan Andi Satrianingsih.

Pembahasan ini diawali dengan membicarakan pembagian tafsir dari segi metode keilmuannya. Zahrul membicarakan mengenai Tafsir bil Maktsur dan Tafsir bi ar-ra’yi, baik dari segi defenisi masing-masing, sebab kedhaifan tafsir tersebut, bagaimana pendapat  para ulama mengenai tafsir ini, kemudian karya-karya tafsir yang cenderung dengan tafsir bil maktsur dan bi ar-ra’yi.

Kemudian Andi Satrianingsih juga menjelaskan pembahasan berikutnya mengenai at-Tafsir al-Isyari (penafsiran sufi) dan at-Tafsir al-Fiqhi yang berisikan ayat-ayat hukum kemudian menjelaskan cara mengeluarkan hukum dari ayat tersebut. Tak kalah pula ia menjelaskan karya-karya ulama yang cenderung dengan metode penafsiran ini.

Selanjutnya sebagai dosen pembimbing pada mata kuliah ini Muhammad Arifin,MA memberikan informasi-informasi yang up to date berkaitan kuliah yang disampaikan sehingga lebih mengena dan mendalam dengan konteks kekiniian. Sehingga Perkuliahan yang berjalan selama 2 jam ini menambah informasi aktual dan menjadi hal yang menarik dikupas dan diperbincangkan.

Kuliah PKM “QAWA’ID AL-LUGHAH”

Rabu, 10 Oktober 2012, peserta PKM membahas tema kaidah kebahasaan dalam tafsir bersama guru besar tafsir Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA. Pada kesempatan tersebut dua peserta kuliah PKM – Reni Rahmawati dan Aceng Abdul Kodir mendapatkan kesempatan mempresentasikan makalah tentang tema di atas di hadapan peserta PKM semuanya.

Adalah penting memahami kaidah kebahasaan (Arab) ketika seseorang menafsirkan al-Qur’an, sebab al-Qur’an sebagai wahyu Allah menggunakan medium bahasa Arab sebagai bahasa komunikasinya. Contohnya, dalam surat al-‘Ashr ayat 2 Allah berfirman innal insana lafi khusr. Kata insan merupakan bentuk mufrad (tunggal), meski begitu karena sebelumnya menggunakan alif lam maka maknanya tidak lagi mufrad (seorang manusia), tapi jadi memiliki makna lebih luas lagi jama’ (semua manusia). Proses perubahan makna ini (dari tunggal ke jamak) hanya bisa ditelusuri jika seseorang memahami kaidah kebahasaan (qawa’id al-lughah) dengan baik. Dalam kasus ayat di atas kaidah kebahasaannya berbunyi ‘alif lam yang masuk kepada isim mufrad memiliki makna jama’ lil istighraq’.

Di bawah bimbingan Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA, perkuliahan pada sore hari itu mengundang antusiasme peserta PKM. Menurutnya pendekatan kebahasaan dalam tafsir penting adanya, meski bukan satu-satunya. Kita melihat ada ayat al-Qur’an yang secara gramatika tidak benar tetapi tidak merusak keutuhannya. Inna rahmatallah qarib min al-muhsinin (Rahmat Allah dekat adanya pada orang-orang yang berbuat kebaikan). Secara gramatika harusnya qaribatun bukan qaribun. Sebab kata qarib berposisi khabar dari kata rahmat,  di antara ketentuan mubtada-kabar harus ada kesesuaian mudzakar-muanats-nya. Pada ayat itu kahabar-nya (qarib) berbentuk mudzakar sedangkan isim inna (rahmat) berbentuk muannats. Menurut Prof. Thib Raya, hal itu tidak masalah. Mengomentari ayat itu, suami dari Prof. Dr Musdah Mulia, APU itu, Siapa pun boleh tidak dekat dengan rahmat Allah, tapi, meski begitu ia tidak boleh jauh dari Allah, tandasnya. [AAK]

Kuliah Bersama Prof.Quraish Shihab

Pada 5 Oktober 2012 peserta Pendidikan Kader Mufasir (PKM) angkatan ke-VIII mendapatkan pengalaman berharga, kuliah bersama ahli tafsir terkemuka sekaligus direktur Pusat Studi al-Qur’an (PSQ) Indonesia Quraish Shihab. Bertempat di ruang serbaguna PSQ, 14 peserta PKM berkesempatan bertukar pikiran dengan beliau. Pada kesempatan tersebut Quraish Shihab tidak memberkan kuliah tentang tafsir atau pun al-Qur’an, lebih tepat Quraish Shihab menjadi perpustakaan berjalan yang ditanyai beragam hal oleh peserta PKM. Dengan raut muka dan pembawaan yang khas, Quraish Shihab bersama peserta PKM melaksanakan diskusi hangat dan bersahabat berbagai persoalan; penelitian tesis dan disertasi, studi al-Qur’an dan tafsir hingga problem social kemasyarakatan sejak pukul 09.30 sampai 11.10 WIB.

Aceng Abdul Kodir, salah satu peserta PKM menanyakan maraknya praktek di masyarakat menjadikan bacaan atau tulisan al-Qur’an sebagai media pengobatan. Disinggung tentang itu, dengan kalem Quraish Shihab menjawabnya. Menurutnya praktek tersebut tidak sepenuhnya benar, meski tidak juga sepenuhnya salah. Terlalu banyak yang bohong ketimbang yang benarnya. Meskipun ada sementara orang karena kedekatannya kepada Allah, bisa menjadi perantara munculnya kesehatan dan terhindarnya marabahaya. Apakah itu tidak menyebabkan musyrik? Tergantung niat, jawabnya. Musyrik itu kalo mengakui ada kekuatan selain kekuatan Allah. Kalau Anda sakit kemudian berobat ke dokter dan Anda diberi resep olehnya. Jika Anda yakin yang menyembuhkan adalah dokter atau obat yang diberikan olehnya, maka Anda sudah musyrik, jawabnya. Menurutnya ada orang yang memiliki kemuliaan (karamah) dari Allah, tapi dalam kasus hari ini Anda harus hati membedakannya, agar jangan sampai tertipu. [AAK]

Pembelajaran Al-Qur’an Berbasis ICT Untuk Para Santri

 

 

 

 

 

Ciputat (2/10) Suasana kegiatan praktek langsung “pembelajaran al-qur’an berbasis ICT” untuk para santri Bayt Qur’an agkatan VI enam sebanyak 20 peserta bertempat di perpustakaan digital “PSQ” Pusat Studi Al-Qur’an. Sebagai fasilitator Ach Zayadi, M.Pd memberikan materi untuk para santri terkait penelusuran kitab-kitab turats, jurnal ilmiah umum, penelusuran sumber-sumber audio-video, dan penelusuran media-media keislaman atau tokoh-tokoh islam.

Praktek langsung di depan komputer ini agar mudah dipahami langsung oleh para santri yang dibagi kepada 4 kelompok dengan diberi waktu tugas penelusuran sebanyak 30 menit, sehingga terlihat para santri sangat senang karena menambah pengetahuan baru bidang ICT, selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan presentasi masing-masing kelompok dari tugas searching yang diberikan.  [] arfan