info@psq.or.id
+62 21 7421661

Halaqah Tafsir : Kajian Tafsir Ayat-ayat Tentang Salat

    Home / Bayt Quran / Halaqah Tafsir : Kajian Tafsir Ayat-ayat Tentang Salat

Halaqah Tafsir : Kajian Tafsir Ayat-ayat Tentang Salat

0

Ayat-ayat yang membahas perihal salat dalam al-Qur’an bersifat global, karena itu kita tidak akan menemukan ayat yang secara rinci menjelaskan teknis bagaimana mengawali dan mengakhiri alat.

Kita akan menemukan rincian salat dalam hadits-hadits Nabi saw., seperti صلوا كما رأيتموني اصلي

Jumlah rakaat itu sifatnya tauqifiy, tidak perlu ada kajian khusus untuk membahasnya.

Ayat–ayat mengenai salat bertebaran dalam al-Qur’an, ini menunjukkan bahwa salat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam agama dan memiliki hikmah yang sangat besar.

Pengertian salat menurut al-Qur’an memiliki dua pengertian:

1. Ibadah sholat seperti yang dikenal dalam fiqh
Salat secara bahasa adalah doa. Secara istilah ucapan-ucapan dan gerakan yang diawali takbiratul ihram dan diakhiri salam.
Kaitannya terdapat tiga tempat;
a. Salat lima waktu
QS. Al-Baqarah 238 Lafadz صلاة – صلوات menunjukan salat lima waktu
b. Salat Jum’at
QS. Jumu’ah ayat 9 ; lafadz للصلاة maksudnya adalah salat jum’at.
c. Salat janazah
QS. At-Taubah 84; ولاتصل maksud disini adalah larangan untuk salat yang bertujuan mendoakan orang munafik.

2. Bukan bermakna ibadah salat
Ada 7 tempat lafadz salat yang tidak bermakna ibadah salat :
a. Memberi keberkahan
QS. Al-Baqarah 157. صلوات bermakna memberi keberkahan.
b. Memohonkan ampun
QS. Al-Ahzab 56, يصلون – صلوا bermakna memohonkan ampunan
c. Membaca sholawat
QS. Al-Ahzab 56 يصلون bermakna membaca sholawat

Nabi mengajarkan bersalawat tanpa lafal sayyidina karena Nabi bukanlah orang yang gila pujian. Penambahan lafal sayyidina dalam salawat adalah untuk penghormatan kepada Nabi. Allah memanggil Nabi pun dengan panggilan yang mesra, wahai orang yang berselimut, Hai Nabi, Rasul, kalau disebut nama saja disebut juga jabatannya, Muhammadur rasulullah.

d. Mendoakan
At-Taubah 103; صل bermakna doakanlah mereka. Dan lafadz صلاتك doamu.
At-taubah 99; صلوات bermakna memperoleh doa rasul.
e. Membaca al-Qur’an
Al-Isra’ 110; ولا تجهر بصلاتك
Menurut Imam asy-Syaukani dengan mengutip ibnu abbas ra. Kata بصلاتك adalah membaca al-Qur’an
Menurut Aisyah ra. بصلاتك disini adalah doa.
f. Rumah ibadah orang yahudi
QS. Al-Hajj 40 ; صلوات bermakna tempat ibadah orang yahudi
Ibnu katsir menyebutkan dalam tafsirnya, menurut Ibnu Abbas maknanya adalah gereja-gereja orang Kristen.
Menurut Ikrimah, ad-Dhahak, Qatadah artinya adalah tempat ibadahnya orang yahudi.
g. Masjid
An-Nisa’ 43 الصلاة bermakna masjid
Imam Qurtubi mengutip pendapatnya Imam Syafi’i, jangan dekat-dekat dengan salat, maksudnya adalah larangan masuk masjid.

Inilah ayat awal yang menjelaskan pelarangan khamr, sebab al-Qur’an memakai metode tadrij as-Syar’ (step by step) dalam mengharamkan khamr, dengan diawali لا تقربوا الصلوة وأنتم سكارى lalu kemudian إثمهما أكبر من نفعهما terakhir dengan ayat إنما الخمر والميسر.
Begitu pula pada pengharaman riba nasi’ah (disebut juga riba jahiliyyah), sebab memakan riba adalah kebiasaan orang jahiliah selain mabuk-mabukan.

Tafsir Ayat-ayat Salat

1. Waktu dan nama-nama salat, Al-Isra’ 78
Menjelaskan waktu-waktu salat wajib. Yaitu sejak tergelincirnya matahari yakni permulaan waktu zuhur dan ashar. Sampai gelapnya malam maksudnya adalah salat maghrib dan isya’ dan salat yang didirikan karena munculnya fajar yakni salat subuh.
Kalimat قرأن الفجر secara harfiah berarti bacaan di waktu fajar, tapi sebab ayat ini berbicara dalam konteks kewajiban salat, maka semua penafsir menyatakan bahwa lafadz ini adalah salat subuh.
Berdasarkan sabda rasulullah, salat subuh itu disaksikan oleh malaikat malam dan malaikat siang.
Salat subuh disebut juga قرأن الفجر karena di waktu subuh masih hening sehingga dianjurkan membaca surat yang agak panjang.

Pokok kandungan ayat
• Perintah mendirikan salat 5 waktu
• Petunjuk waktu salat wajib.
• Informasi bahwa keutamaan salat subuh itu disaksikan malaikat siang dan malaikat malam.

Nama-nama salat berdasarkan ayat tersebut
1. Salat fajar/ subuh.
Waktu fajar berlangsung kurang lebih 45 menit, sampai kemudian cahaya alam menjadi terang yang menandakan terbitya matahari. Disamping perintah ibadah salat, Allah SWT juga memerintah untuk mengkaji al-Qur’an di waktu fajar.
2. Salat wustha -ditengah-tengah dan utama- yakni salat asar.
3. Duluki as-Syamsi yakni salat zuhur dan ashar sedangkan ghasaqil laili berarti maghrib dan isya
2. Perintah salat dalam al-Qur’an
• Sedikitnya tercatat dalam 14 tempat dalam al-Qur’an dalam bentuk perintah yang khithabnya jama’ (aqimu as-Sholah).
• Sementara 5 perintah yang ditujukan pada 1 orang dengan lafadz aqimi
Pada QS Hud 114, al-Isra’ 78, Thaha 14, al-Ankabut 45, Luqman 17.

Penafsiran ayat وأقم الصلوة طرفي النهار وزلفا من الليل.
Mengajarkan untuk salat secara teratur dan benar sesuai dengan ketentuannya.
Kata zulafan merupakan bentuk jamak dari zulfa yakni waktu-waktu yang berdekatan.
Tsa’labi mengatakan bahwa zulafan adalah permulaan malam.
Innal hasanat hudzhibnas sayyiat, perbuatan baik yang didasarkan pada keimanan dan ketulusan akan dapat membentengi diri sehingga terhindar dari keburukan. Dapat juga diartikan Allah mengampuni dosa-dosa kecil. Artinya, dosa kecil dapat dihapus dengan perbuatan baik dan dengan beristighfar, sedangkan dosa besar dihapus dengan taubat.
Menurut M. Quraish shihab, Al-Hasanat diartikan dengan salat dan istighfar, tapi lebih baik adalah memahami dengan makna umum. Sedangkan as-Sayyiat dipahami dengan makna khusus, yakni dosa kecil.

Pokok QS hud 114
• Pendirikan mendirikan salat wajib dan petunjuk waktunya
• Perintah untuk selalu berbuat baik karena dapat menghapus dosa

3. Larangan berbicara saat salat حافظوا علي الصلاة QS. Al-Baqoroh: 238-239
Pokok kandungan ayat ini kurang lebih:
• Memelihara salat wajib secara teratur, harus khusyu’, salat tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apapun. Ayat ini diapit ayat dengan tema pernikahan, talak, cerai, ‘iddah, ruju’ serta nafkah namun tiba-tiba menjelaskan tentang salat. Ketentuan yang diceritakan Allah sebelum ayat tersebut, semua disatukan oleh kesamaan berupa ibadah kepada Allah SWT.
4. Wudlu sebelum salat, QS. Al-Maidah ayat 6.
Menurut Imam Syafi’i menyentuh perempuan berarti sentuhan kulit laki-laki dan perempuan yang bukan mahram tanpa halangan. Sedangkan Imam Hanafi mengartikan lafal ini sebagai hubungan suami istri.
5. Pakaian, QS. Al-A’raf 31
Menggunakan pakaian yang indah dan bagus.
6. Kiblat QS. Al-Baqarah 144
Manakala seeorang tidak mengatahui arah kiblat atau berada dalam perjalanan, seseorang boleh salat menghadap kemana saja.
7. Adzan, QS. Jumuah: 9
Menurut Imam Syafi’i yang wajib mendatangi salat Jum’at adalah yang mendengar suara azan dimanapun mereka berada.
8. Bacaan
Bacaan dalam salat dalam al-Qur’an hanya berisi memohon pertolongan pada Allah, lihat QS. Al-Baqoroh: 45. Sedangkan bacaan salat diajarkan oleh Rasullah saw.
Shalat juga didirikan untuk mengingat /menyebut nama Allah.
9. Suara
Jangan terlalu dikeraskan dan dilirihkan yang sedang-sedang saja, QS. Al-Isro: 10
10. Gerakan, QS. Al-Hajj 26
11. Memendekkan salat/ Qoshor salat, QS. An-Nisa’ 101.

Wallahu a’lam

Disaripatikan dari narasumber KH. HASANUDDIN IBNU HIBBAN, MA, pada Rabu 21 September 2016