Pembagian Sembako untuk Warga Sekitar PSQ

Kegiatan sosial yang rutin dilangsungkan selama Ramadhan di kantor PSQ (Pusat Studi al-Qur’an) diantaranya adalah pembagian sembako bagi warga sekitar. Pembagian bahan makanan pokok ini guna membantu meringankan beban ekonomi warga saat menyambut lebaran.

Pembagian Sembako PSQ

Pembagian Sembako PSQ

Pembagian Sembako PSQ

Untuk kali ini, ada 4 RT (Rukun Tetangga) yang dilibatkan untuk pembagian. RT-RT ini berada di wilayah RW 17 Keluarahan Pisangan Ciputat. Selain warga sekitar, beberapa sektor pekerja yang berada di sekitaran lokasi juga menjadi target pembagian. Mereka berprofesi mulai dari tukang sampah, tukang ojek hingga tenaga keamanan setempat.

Sebanyak 150 paket sembako disebar di dua titik. Yakni masing-masing di kantor PSQ yang berada di Jalan Kertamukti, dan satu lagi berada di wilayah RW 17 untuk memudahkan warga menerima sembako. Semoga dengan kegiatan ini bisa saling mendekatkan hubungan kekerabatan antara PSQ dengan warga sekitarnya.

Kajian Ushul Fiqih di Pesantren Bayt al-Quran

Dimulai dari hari ini, 15 Juni 2016 hingga 22 Juni 2016 nanti, alumni PSQ yang terdiridari 20 orang alumni Pondok Pesantren Bayt al-Quran (BQ) mengadakan kegiatan Ramadhan. Kegiatan yang di pimpin oleh Darul Muftadin, M. Ag diadakan untuk mengkaji ushul fiqih. Acara ini adalah acara sela, diantara penutupan santri BQ yang ditutup Juni ini dan menyambut santri baru bulan Juli kmarin.

WhatsApp-Image-20160615 (1)

WhatsApp-Image-20160615

Kunjungan MTS-MA Al-Qur’an La Raiba Hanifida

Pada hari Kamis, 2 Juni 2016, PSQ mendapat kunjungan tamu jauh. Sekira 54 siswa dan siswi MTS-MA Al-Qur’an La Raiba datang dan berkunjung ke pesantren Bayt al-Qur’an Pondok Cabe Tangerang Selatan.

Bagi siswa-siswinya, ini adalah kali pertama mereka menapak kakinya di pesantren tahfiz Qur’an. Namun bagi pendirinya, Hanifudin Mahadun, M.Ag ini kali kedua bisa bertemu langsung dengan Direktur PSQ, Prof. Dr. Quraish Shihab, MA. Seperti kunjungan perdananya yang menjelaskan metode Hanifida, yakni teknik membaca dan menghafal cepat, dalam kunjungan kali ini siswa-siswinya ditantang untuk diuji kemampuan menghafalkan al-Qur’an. Para santri Bayt al-Qur’an memancing dengan meminta para siswa untuk melanjutkan melantunkan surat maupun ayat yang disebut sebelumnya.

Dalam presentasinya yang diadakan di ruang kelas pesantren, pengasuh dan sekaligus penemu metode ini juga menjelaskan perkembangan metode kepada pengurus PSQ. Jika dalam pertemuan sebelumnya metode ini mendapatkan dukungan, lebih jauh mereka ingin memperkenalkan praktek menghafal kata dan angka. Angka dipilih karena relatif lebih sulit untuk dihafal. Jika pada akhirnya angka-angka ini bisa dihafal dengan baik, maka pada prakteknya menghafalkan asmaul-husna, atau bentukan kata dan kalimat juga akan semakin mudah.

Dalam sambutannya, Prof.Dr. M. Quraish Shihab, MA menyambut gembira perkembangan metode ini. Saat diminta untuk memberikan wejangan bagi para siswanya, beliau ingin agar mereka tak sekedar hafal, namun juga bisa mengembangakannya lebih jauh. Hingga saat ini metode ini sudah mendapatkan penghargaan Dari DEPAG RI dan Kerajaan Arab Saudi. Setelah hafal, maka ada tingkatan MEMAHAMI baik teks secara kontekstual agar mereka bisa berinteraksi dengan al-Qur’an. Dengan begitu mereka bisa memberikan pemahaman baik bagi dirinya,maupun bagi yang bertanya akan ilmu al-Qur’an.

Tingkatan selanjutnya adalah, adalah mempraktekan kandungan dan nilai-nilai al-Qur’an. Karena inilah yang sesungguhnya lebih dicintai dan bermanfaat luas.

Salah satu siswa dalam akhir kunjungannya memberikan kenang-kenangan berupa frame yang berisi perjalanan Prof. Dr. M. Quraish Shihab,MA selama hidupnya.

IMG_7286-

IMG_7287-

Terima kasih untuk Khoirotul Idawati Mahmud, M. Pd.I yang turut hadir dalam kunjungannya kali ini.

Formulir Pendaftaran PKM XII

Bagi yang berminat untuk mengikuti PKM (Pendidikan Kader Mufassir) Angkatan XII, silahkan isi data berikut ini.
Pendaftaran dibuka hingga 7 Juni 2016

Formulir

Bagi yang berminat untuk mengikuti PKM (Pendidikan Kader Mufassir) Angkatan XII, silahkan isi data berikut ini.
Pendaftaran dibuka hingga 7 Juni 2016
[huge_it_forms id=”8″]

Kunjungan Grand Syeikh Al-Azhar

Grand Syech Al-AzharDalam rangkaian kunjungan bersejarahnya ke Indonesia yang berlangsung 22– 26 Februari 2016, Grand Syeikh Al-Azhar Mesir, Prof. Dr. Ahmed Al-Thayyeb yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Al-Azhar Internasional (World Association of Al-Azhar Graduates), berkesempatan berkunjung dan meninjau Pusat Studi Al-Quran (PSQ) yang dipimpin oleh Prof. Dr. M Quraish Shihab yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Al-Azhar di Indonesia.

Pada kesempatan kunjungan Selasa siang, 23 Februari 2016, Grand Syeikh didampingi oleh sejumlah anggota Majelis Hukama Al-Muslimin yang dipimpinnya, mantan Menteri Wakaf Mesir Prof. Dr. Mahmoud Hamdy Zakzouk, sejumlah pejabat tinggi Al-Azhar, Duta Besar dan anggota Korps Diplomatik Kedutaan Besar Mesir di Jakarta.

Al-Azhar merupakan salah satu lembaga keislaman tertua di dunia yang dikenal dengan pendekatan studinya yang moderat dan mengakar kuat kepada tradisi keilmuan Islam klasik. Sementara Syeikh Ahmed Al-Thayyeb dikenal sebagai sosok ulama moderat, selalu menyerukan persaudaraan, dan tegas mengkritik Zionis. Di bidang akidah, Syekh Al-Thayyeb dikenal sebagai tokoh ulama yang selalu menganjurkan mazhab Asy’ari yang menurutnya paling pas dalam memadukan antara wahyu dan akal. Mazhab Asy’ari juga paling hati-hati dalam mengafirkan seseorang.

Grand Syech Al-Azhar

Dalam kunjungannya di PSQ, Grand Syeikh mendengarkan penjelasan Dr. Quraish Shihab mengenai program dan kegiatan PSQ yang membina kader-kader umat di bidang tafsir dan kajian Al-Qur’an. Saat ini, PSQ memiliki program Pendidikan Kader Mufasir (PKM), sebuah program yang dikhususkan bagi mahasiswa pascasarjana atau peneliti yang sedang menyelesaikan tesis atau disertasi dalam studi Al-Qur’an. PSQ juga memiliki program Pesantren Pasca Tahfiz Bayt Al-Qur’an, sebuah pesantren khusus bagi mereka yang hafal Al-Qur’an. Para santri di Bayt Al-Qur’an dibekali dengan sejumlah perangkat ilmu pendukung sebagai bekal mereka melakukan kajian Al-Qur’an secara lebih mendalam.

Selain itu, PSQ juga menyelenggarakan pelatihan bagi para dai dan penyuluh agama, guru agama maupun dosen pengajar tafsir di seluruh Indonesia, dengan menekankan pada materi-materi pola interaksi dengan Al-Qur’an dan Sunnah, wawasan Islam yang moderat dan toleran, Islam yang menjadi rahmat bagi semua kelompok dan golongan, kaidah-kaidah tafsir, dan dan materi-materi lain sesuai dengan kapasitas pesertanya.

Grand Syech Al-Azhar

PSQ sendiri merupakan sebuah lembaga studi non-pemerintah yang memfokuskan diri pada penelitian dan studi Al-Qur’an, pembinaan kader-kader umat dengan berpegang pada prinsip Islam moderat. Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam memiliki ajaran-ajaran luhur yang dapat dijadikan solusi bagi berbagai persoalan-persoalan yang dihadapi umat Islam dan bangsa Indonesia yang majemuk.

Halaqah Tafsir Memperingati Maulud Nabi

maulid-psq-tKegiatan halaqah tafsir yang rutin dilangsungkan setiap Rabu di pondok pesantren Bayt al-Qur-an pada hari Rabu ini (6/1/2015) terbilang istimewa. Sebab dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Jamaah pengajian halaqah tafsir

Untuk peringatan maulid kali ini, menghadirkan narasumber Dr. M. Nurul Irfan, MA. Acara terlebih dahulu dibuka dengan khatmil Quran dan tahlil, pembacaan kalam Ilahi, serta sambutan-sambutan dari pihak penyelenggara pesantren.

Dr. M. Nurul Irfan, MA

‘Persatuan Umat tak Harus Hapus Identitas Kelompok’ Sambutan Prof Quraish Shihab pada acara Multaqa Serantau Alumni Al-Azhar di Kuala Lumpur, Malaysia.

multaqa-1REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR — Pakar tafsir dari Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, Prof Dr HM Quraish Shihab mengungkapkan persatuan umat tidak berarti melebur atau menghapus identitas kelompok-kelompok yang berbeda, lalu memaksa mereka menganut satu pendapat saja, sebab perbedaan, menurutnya, adalah kehendak Tuhan.

Dalam kertas kerja yang berjudul Perpaduan Ummah; Pendekatan Wasathiyyah yang disampaikan pada Multaqa Serantau Alumni Al-Azhardi Kuala Lumpur, Malaysia, 16-18 Desember lalu, Quraish menerangkan benang merah yang menggabungkan makna kata ummah adalah himpunan sekian banyak hal yang memiliki persamaan.

Dalam pertemuan yang dihadiri para tokoh Al azhar dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara ini, Prof Quraish Shihab mengungkapkan arti kata ummah yang berdasarkan penelusurannya memiliki beberapa makna dalam Alquran, seperti kelompok, cara dan gaya hidup, kaum, pemimpin dan lainnya.
multaqa-2Menurut Quraish Shihab, pada kata ummah terselip makna gerak dinamis dan arah, karena tidak ada arti satu jalan kalau tidak ada arah yang dituju atau jalan yang dilalui. 

”Kata ummah dengan keluwesan maknanya memberi isyarat bahwa Alquran dapat menampung perbedaan kelompok-kelompok umat Islam, betapa pun banyak atau kecil jumlah mereka, selama perbedaan itu tidak mengakibatkan perbedaan,” ungkap Quraish.

Dengan kata lain, sambung Direktur Pusat Studi Alquran (PSQ) ini, selama mereka tidak menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama dan selama perbedaan itu tidak mengakibatkan perpecahan atau teror.

Perpaduan umat, sambung Quraish Shihab berjalan seiring pada satu jalan lebar yang lurus lagi luas, yang diistilahkan dalam Al-Qur`an dengan al-shirath al-[mustaqim.http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/12/20]

Manfaat Silaturahmi

Kalaupun kita memahami makna silaturrahmi dalam pengertian sempit, yakni menjalin hubungan harmonis antar keluarga, maka ini saja telah membawa dampaknya yang sangat besar bagi seluruh masyarakat. Masyarakat terdiri dari kumpulan keluarga kecil. Keluarga kecil berkaitan dengan keluarga besar, demikian seterusnya. Bila terjalin hubungan harmonis antar keluarga, maka keharmonisan itu akan merambat ke keluarga yang lain sehingga pada gilirannya akan mewujudkan masyarakat harmonis yang didambakan oleh agama, yakni Ruhama’u Bainahun (saling kasih mengasihi antar mereka) (QS.al-Fath [48]:29).

Tentu saja pengertian yang seluas mungkin dari silaturrahim akan membawa dampak yang lebih positif lagi karena ia menuntut terjalinnya kasih sayang antar semua makhluk Ilahi. Ia menuntut terciptanya persahabatan dan persaudaraan , bukan hanya Ukhuwwah fi ad-Din (Persaudaraan seagama), atau Ukhuwwah Wathaniyah (Persaudaraan Sebangsa), tetapi melebihi hal tersebut sehingga mencakup Ukhuwwah Basyariyah/Insaniyah (Persaudaraan kemanusiaan) dan Ukhuwah Khalqiyah (Persaudaraan semakhluk), dengan jalan memberi rahmat dan kasih sayang kepada semua makhluk, yang kesemuanya merupakan bagian dari Ukhuwwah Islamiyyah, yakni ukhuwah yang bersifat Islami dan diajarkan oleh agama Islam.

Ukhuwah tersebut paling tidak memberi peluang pada semua makhluk untuk meraih apa yang dibutuhkannya, karena semua adalah makhluk seperti kita juga. Dan tiadalah binatang-binatang yang melata di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat seperti kamu juga (QS. Al-An’am [6]:38). Dalam konteks ini Nabi Muhammad saw. melarang kita menggunakan tulang-tulang untuk ber-istinja karena “Tulang adalah makanan saudara-saudara kamu dari jenis makhluk jin.” Dengan demikian semua yang “seudara dengan kita adalah saudara kita”. (Buku Menabur pesan Ilahi, Karya M.Quraish Shihab. Hal. 72)