Ulum al-Qur’an [3]

     3. Ruang Lingkup Pembahasan ‘Ulum al-Qur’an

Pembahasan seputar al-Qur’an merupakan pemabahasan yang sangat luas. Didalamnya tercakup berbagai persoalan dan keilmuan yang terkait dengan al-Qur’an secara umum. Syeikh Abu Bakar Ibn al-‘Arabi menyatakan bahwa ilmu-ilmu yang terkait dengan al-Qur’an itu mencapai 77.450 buah. Jumlah ini disimpulkan berdasarkan hasil perkalian jumlah kalimat al-Qur’an dengan bilangan empat. Hal ini dikarenakan masing-masing kalimat mempunyai makna zhahir , bathin, hadd, dan mathla‘. Jumlah ini akan semakin bertambah banyak jika melihat urutan kalimat dalam al-Qur’an dan hubungan antar urutan  tersebut. Apabila berpijak pada sisi ini, maka lingkup pembahasan ‘ulum al-Qur’an tidak akan dapat di hitung secara pasti.

Berkenaan dengan lingkup pembahasan ‘Ulum al-Qur’an ini, Prof. T. M. Hasbi al-Shiddiqi menyimpulkan bahwa ruang lingkup atau cakupan pembahasan dalam ‘Ulum al-Qur’an terdiri atas enam hal pokok, yaitu:

1)      Persoalan Turunnya al-Qur’an (Nuzul al-Qur’an) yang menyangkut tiga pembahasan pokok, yakni:

(a)    Persoalan seputar waktu dan tempat turunnya al-Qur’an (awqat wa mawathin al-nuzul),

(b)   Sebab-sebab turunnya al-Qur’an (asbab al-nuzul), dan

(c)    Sejarah turunnya al-Qur’an (tarikh al-nuzul).

2)      Persoalan Sanad (Rangkaian Para Periwayat) yang menyangkut enam pembahasan pokok, yaitu:

(a)    Riwayat mutawatir,

(b)   Riwayat ahad,

(c)    Riwayat syaz,

(d)   Macam-macam qira’at (bacaan)Nabi saw,

(e)    Para Perawi dan Penghafal al-Qur’an, dan

(f)    Cara-cara Penyebaran riwayat (tahamul)

3)      Persoalan Qira’at (Cara Pembacaan al-Qur’an) yang menyangkut:

(a)    Cara berhenti (waqaf),

(b)   Cara memulai (ibtida’),

(c)    Imalah,

(d)   Bacaan yang dipanjangkan (madd),

(e)    Meringankan bacaan Hamzah (tashil),

(f)    Memasukkan bunyi huruf yang sukun (mati) kepada bunyi huruf sesudahnya (idgam).

4)      Persoalan Kata-kata al-Qur’an yang menyangkut:

(a)    Kata-kata al-Qur’an yang asing (garib),

(b)   Kata-kata al-Qur’an yang berubah-ubah harakat akhirnya (murab),

(c)    Kata-kata al-Qur’an yang mempunyai makna serupa (homonim),

(d)   Padanan Kata-kata al-Qur’an (sinonim),

(e)    Istiarah,

(f)    Penyerupaan (tasybih)

5)      Persoalan Makna-makna al-Qur’an yang Berkaitan dengan Hukum yang menyangkut:

(a)    Makna umum yang tetap dalam keumumannya (‘am baqin ‘ala ‘umumihi),

(b)   Makna umum yang dimaksudkan makna khusus (‘am urida bihi al-khosh),

(c)    Makna umum yang maknanya dikhususkan dalil lain (‘am makhshush)

(d)   Nash,

(e)    Makna lahir,

(f)    Makna global (mujmal),

(g)   Makna yang diperinci (mufashshal),

(h)   Makna yang ditunjukkan oleh konteks pembicaraan (manthuq),

(i)     Makna yang dapat dipahami dari konteks pembicaraan (mafhum),

(j)     Nash yang petunjuknya tidak melahirkan keraguan (muhkam),

(k)   Nash yang mesti ditafsirkan karena terdapat kesamaran didalamnya (mutasyabih),

(l)     Nash yang maknanya tersembunyi karena suatu sebab yang terdapat pada kata itu sendiri (musykil),

(m)  Ayat-ayat “yang menghapus” dan “yang dihapus” (nasikh-mansukh),

(n)   Yang didahulukan (muqaddam),

(o)   Yang diakhirkan (mu’akhkhar)

6)      Persoalan Makna al-Qur’an yang Berpautan dengan Kata-kata al-Qur’an yang menyangkut:

(a)    Berpisah (fashl),

(b)   Bersambung (washl),

(c)    Uraian singkat (ijaz),

(d)   Uraian panjang (ithnab),

(e)    Uraian seimbang (musawat),

(f)    Pendek (qashr)

  1. Cabang-Cabang ‘Ulum al-Qur’an

Berdasarkan uraian diatas, maka cabang-cabang atau pembahasan-pembahasan pokok dalam ‘Ulum al-Qur’an sangat banyak, diantaranya adalah:

(1)   Imu Adab Tilawat al-Qur’an, yaitu ilmu yang menjelaskan tentang aturan-aturan dalam pembacaan al-Qur’an.

(2)   Ilmu al-Tajwid, yaitu ilmu yang menerangkan cara-cara membaca al-Qur’an dengan baik dan benar, seperti tempat memulai (ibtida’), tempat berhenti (waqf), dan lainnya.

(3)   Ilmu Mawathin Wa Mawaqith al-Nuzul, yaitu ilmu yang menerangkan tempat-tempat, musim, awal, dan akhir turunnya ayat serta waktu-waktu diturunkannya ayat.

(4)   Ilmu Tawarikh al-Nuzul, yaitu ilmu yang menjelaskan sejarah, masa, dan urutan turun ayat satu demi satu dari awal hingga akhir turunnya.

(5)   Ilmu Asbab al-Nuzul, yaitu Ilmu yang menjelaskan sebab-sebab yang melatarbelakangi turunnya ayat.

(6)   Ilmu al-Qira’at, yaitu ilmu yang menjelaskan ragam bentuk qira’at dalam pembacaan al-Qur’an yang diterima dari Nabi saw.

(7)   Ilmu Garib al-Qur’an, yaitu ilmu yang menerangkan makna kata-kata yang dianggap asing dan tidak familiar dalam bahasa percakapan sehari-hari.

(8)   Ilmu I‘rab al-Qur’an, yaitu ilmu yang menjelaskan bentuk harakat al-Qur’an dan kedudukan sebuah kata dalam struktur kalimat.

(9)   Ilmu Wujuh wa al-Nazha’ir, yaitu ilmu yang menjelaskan tentang kata-kata al-Qur’an yang mengemukakan makna lebih dari satu.

(10)     Ilmu al-Muhkam wa al-Mutasyabih, yaitu ilmu yang menjelaskan tentang ayat-ayat yang dipandang muhkam dan mutasyabih.

(11)     Ilmu al-Nasaikh wa al-Mansukh, yaitu ilmu yang menjelaskan tentang hal-hal yang terkait dengan penghapusan dan penggantian hukum syara‘ dalam al-Qur’an.

(12)     Ilmu Badai‘u al-Qur’an, yaitu ilmu yang mengungkap bentuk-bentuk keindahan dan stilistika ungkapan bahasa al-Qur’an.

(13)     Ilmu I‘jaz al-Qur’an, yaitu ilmu yang mengungkap segi-segi kemukjizatan al-Qur’an yang melemahkan atau membungkam para penentangnya untuk mengemukakan hal yang sama atau serupa dengan apa yang ada pada al-Qur’an.

(14)     Ilmu Munasabat al-Qur’an, yaitu ilmu yang mengemukakan bentuk-bentuk kesesuaian, keserasian, dak kesatuan organik antara bagian-bagian al-Qur’an, baik antara satu atau kelompok ayat dengan satu atau kelompok ayat lainnya, maupun antara satu atau kelompok surat dengan satu atau kelompok surat lainnya.

(15)     Ilmu Aqsam al-Qur’an, yaitu ilmu yang menjelaskan tentang seluk beluk sumpah dalam al-Qur’an.

(16)     Ilmu Amtsal al-Qur’an, yaitu ilmu yang menjelaskan tentang seluk beluk perumpamaan dalam al-Qur’an.

(17)     Ilmu Jadal al-Qur’an, yaitu ilmu yang menerangkan tentang cara-cara al-Qur’an dalam mendebat para penentangnya guna menunjukkan bukti kebenaran kandungannya.

(18)     Ilmu Rasm al-Qur’an, yaitu ilmu yang menjelaskan tentang kaidah-kaidah dalam penulisan al-Qur’an.

(19)     Ilmu Qashash al-Qur’an, yaitu ilmu yang menjelaskan tentang seluk beluk kisah-kisah dalam al-Qur’an.

(20)     Ilmu Fawatih al-Suwar wa Khawatimiha, yaitu ilmu yang menjelaskan tentang bentuk-bentuk pembukaan surat al-Qur’an dan bentuk-bentuk penutupnya.

(21)     Tarikh al-Qur’an, yaitu pembahasan seputar sejarah al-Qur’an, mulai dari tahap-tahap penurunan (tanazulat al-Qur’an), penulisan, pengumpulan, dan pengkodifikasian, pencetakan, pendistribusian, penerjemahan, dan hal-hal terkait lainnya.

DAFTAR PUSTAKA:

 Abu> Zahrah, al-Ima>m Muhammad, al-Mu‘jizah al-Kubra> al-Qur’a>n: Nuzu>luhu>, Kita>batuhu>, Jam‘uhu>, I‘ja>zuhu>, Jadaluhu>, ‘Ulu>muhu>, Tafsi>ruhu>, Hukm al-Gina>’ bihi>, (Kairo: Da>r al-Fikr al-‘Arabi, 1418 H/1998 M)

Abu Syuhbah, Muhammad, al-Madkhal Li Dirasat al-Qur’an al-Karim, (Riyadh: Dar al-Liwa’, 1987)

‘Abba>s, Fadhl H{asan, Itqa>n al-Burha>n fi> ‘Ulu>m al-Qur’a>n, (‘Oma>n: Da>r al-Furqa>n, 1997)

Amin, Bakri Syeikh, al-Ta‘bir al-Fanni Fi al-Qur’an al-Karim, (Kairo: Dar al-Syuruq, 1980)

Baidan, Nashruddin, Wawwasan Baru Ilmu Tafsir, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005)

Djalal, H. Abdul, Ulumul Qur’an, (Surabaya: Dunia Ilmu, 2000)

Al-Qaththan, Manna‘ Khalil, Mabahits Fi ‘Ulum al-Qur’an, (Kairo: Maktabah Wahbah, tt)

Al-Sayu>thi, Jala>l al-Di>n ‘Abd al-Rahma>n, Al-Itqa>n Fi> ‘Ulu>m al-Qur’a>n, Tahqi>q: Muhammad Abu> al-Fadl Ibra>hi>m (Kairo: Maktabah Da>r al-Tura>ts, tt)

Al-Sha>bu>ni, Muhammad ‘Ali, al-Tibyan Fi ‘Ulum al-Qur’an, (Damaskus: Maktabah al-Ghaza>li, 1390 H)

Al-Shaleh, Subhi, Mabahits Fi ‘Ulum al-Qur’an, (Beirut: Dar al-Ilmi Li al-Malayin, 1988)

Al-Shiddiqi, T.M. Hasbi, Ilmu-Ilmu al-Qur’an, (Jakarta: Bulan Bintang, 1988)

Al-Zarkasyi, Badr al-Din Muhammad bin ‘Abdulla>h, Al-Burha>n Fi> ‘Ulu>m al-Qur’a>n, Tahqiq Mushtafa> ‘Abd al-Qa>dir ‘Atho’ (Beirut: Da>r al-Fikr, 1408 H/1988 M)

Al-Zarqa>ni, Muhammad ‘Abd al-‘Azi>m, Mana>hil al-‘Irfa>n fi> ‘Ulu>m al-Qur’a>n, (Kairo: Maktabah al-Tau>fiqiyyah, tt.)

al-Zahabi, Muh}ammad H{usein, Al-Tafsi>r wa Al-Mufassiru>n (Maktabah Mash’ab bin ‘Umair al-Isla>miyyah, 1424 H/2004 M)

Zarzur, ‘Adna>n Muh}ammad, Madkhal Ila> al-Tafsi>r al-Qur’a>n wa ‘Ulu>mihi, (Damaskus: Da>r al-Qalam, 1419 H/1998 M)