info@psq.or.id
+62 21 7421661

Ulum al-Qur’an [1]

    Home / Artikel / Ulum al-Qur’an [1]

Ulum al-Qur’an [1]

0

      1. Pengertian Ulum al-Qur’an

Pembahasan tentang ‘Ulum al-Qur’an harus ditinjau dari sisi kata-kata yang merangkai kalimatnya. Ungkapan “’Ulum al-Qur’an” berasal dari bahasa Arab yang terdiri atas dua suku kata, yaitu ”’Ulum” dan “al-Qur’an”. Kata “’Ulum” merupakan bentuk jamak (plural) dari kata tunggal “ilmu’. Kata “ilmu” dapat diartikan dengan salah satu dari tiga makna dasarnya, yaitu:

(a) Masalah-masalah yang telah ditetapkan dalam lingkup rumusan satu disiplin pengetahuan tertentu;

(b) Pengetahuan atau pemahaman tentang masalah-masalah yang telah ditetapkan tersebut secara mantap dan meyakinkan; dan

(c) Kemampuan yang melekat pada diri seseorang yang dihasilkan melalui kajian mendalam terhadap masalah-masalah tersebut.

Dari ketiga makna dasar di atas, yang dimaksudkan dengan kata “ilmu” disini adalah pengertian pertama, yakni sejumlah masalah atau materi pembahasan yang dibatasi kesatuan tema atau suatu tujuan tertentu.

Sementara kata “al-Qur’an” menurut bahasa berarti: (a) semakna dengan lafaz “qira’ah” yang berarti bacaan; (b) kumpul dan berhimpun menjadi satu (al-jam‘ wa al-dhamm); dan (c) bukti (qarinah).

Dan menurut istilah, ada beberapa definisi “al-Qur’an” yang dikemukakan, diantaranya adalah:

(a)    Menurut Dr. Yusuf al-Qasim

القرآن هو الكلام المعجز المنزل على النبي المكتوب في المصاحف المنقول بالتواتر المتعبد بتلاوته

 Artinya: “Al-Qur’an adalah kalam Allah SWT yang mengandung kemukjizatan, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, ditulis dalam mushaf, disampaikan secara mutawatir, dan membacanya memiliki nilai ibadah”.

 (b)   Menurut Syeikh Ali al-Shabuni:

القرآن هو كلام الله المعجز المنزل على خاتم الأنبياء والمرسلين بواسطة الأمين جبريل عليه السلام المكتوب في المصاحف المنقول إلينا بالتواتر المتعبد بتلاوته المبدوء بسورة الفاتحة والمختوم بسورة الناس

 Artinya: “Al-Qur’an adalah kalam Allah SWT yang mengandung kemukjizatan, yang diturunkan kepada penutup para nabi dan rasul, melalui perantaraan malaikat Jibril, ditulis dalam mushaf, disampaikan kepada kita secara mutawatir, membacanya memiliki nilai ibadah, (disusun secara sistematis) mulai dari surat al-Fatihah sampai surat al-Nas”.

 (c)    Menurut Dr. Bakri Syeikh Amin:

القرآن هو كلام الله المعجز المنزل على خاتم الأنبياء والمرسلين بواسطة الأمين جبريل عليه السلام المكتوب في المصاحف المحفوظ في الصدور المنقول إلينا بالتواتر المتعبد بتلاوته المبدوء بسورة الفاتحة والمختتم بسورة الناس

 Artinya: “Al-Qur’an adalah kalam Allah SWT yang mengandung kemukjizatan, yang diturunkan kepada penutup para nabi dan rasul, melalui perantaraan malaikat Jibril, ditulis dalam mushaf, dihafal di dalam dada, disampaikan kepada kita secara mutawatir, membacanya memiliki nilai ibadah, (disusun secara sistematis) mulai dari surat al-Fatihah sampai surat al-Nas”.

Dr. Bakri Syeikh Amin menegaskan bahwa definisi inilah yang disepakati oleh para ulama umumnya dengan para ulama Ushul.

 (d)   Menurut ‘Abd al-Wahhab Khalaf:

القرآن هو كلام الله الذي نزل به الروح الأمين على قلب رسول الله محمد بن عبد الله بألفاظه العربية ومعانيه الحقة، ليكون حجة للرسول على أنه رسول الله، ودستورا للناس يهتدون بهداه، وقربة يتعبدون بتلاوته؛ وهو المدون بين دفتي المصحف، المبدوء بسورة الفاتحة، المختوم بسورة الناس، المنقول إلينا بالتواتر كتابة ومشافهة جيلا عن جيل محفوظا من أي تغيير أو تبديل

 “Al-Qur’an adalah firman Allah SWT yang dibawa turun oleh al-Rûh al-Amin ke dalam hati sanubari Rasulullah Muhammad saw secara bersamaan antara lafaz dan maknanya, sebagai bukti yang mengukuhkan kebenaran Rasulullah saw selaku utusan Allah dan (untuk dijadikan) sebagai pedoman bagi manusia agar mereka terbimbing dengan petunjuk-Nya ke jalan yang benar, dan membacanya merupakan perbuatan ta‘at yang bernilai ibadah. Semua firman itu terhimpun dalam mushaf yang diawali dengan surat al-Fatihah dan di tutup dengan surat al-Nas, diriwayatkan secara mutawatir dari satu generasi ke generasi yang lain melalui tulisan dan lisan, serta tetap terjamin keaslian dan keutuhannya dari segala bentuk perubahan, pertukaran, atau penggantian”.

 Dari beberapa definisi yang dikemukakan di atas, meski diungkapkan dengan berbagai redaksi namun mengacu kepada inti pemahaman yang sama. Namun, disini terlihat bahwa definisi yang diungkapkan oleh ‘Abd al-Wahhab Khalaf lebih lengkap dan mencakup pengertian definisi-definisi lainnya.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ungkapan “’Ulum al-Qur’an” secara bahasa, adalah ilmu-ilmu (pembahasan-pembahasan) yang berhubungan dengan al-Qur’an.

Sedangkan menurut istilah, ada beberapa definisi “’Ulum al-Qur’an” yang dikemukakan oleh para ulama, diantaranya adalah:

  1. Menurut Imam al-Suyuthi:

علم يبحث فيه عن أحوال الكتاب العزيز من جهة نزوله وسنده وآدابه وألفاظه ومعانيه المتعلقة بالأحكام وغير ذلك

 Artinya: “Suatu ilmu yang membahas tentang berbagai keadaan kitab suci Al-Qur’an, dari sisi turun, sanad, adab, lafaz, makna-maknanya yang berkaitan hukum, dan hal lainnya”.

  1. Menurut Syeikh ‘Abdul ‘Azim al-Zarqani:

مباحث تتعلق بالقرآن الكريم من ناحية نزوله وترتيبه وجمعه وكتابته وقراءته وتفسيره وإعجازه وناسخه ومنسوخه ودفع الشبه عنه ونحو ذلك

 Artinya: “Beberapa pembahasan yang berhubungan dengan al-Qur’an, dari sisi turun, pengaturan urutan (ayat dan surat), pengumpulan, penulisan, cara membaca, penafsiran, kemukjizatan, nasikh-mansukh, dan bantahan atau penolakan terhadap hal-hal yang bias menimbulkan kerancauan terhadapnya, serta hal-hal terkait lainnya”.

  1. Menurut Syeikh ‘Ali al-Shabuni:

يقصد بعلوم القرآن الأبحاث التي تتعلق بهذا الكتاب المجيد من حيث النزول والجمع والترتيب والتدوين ومعرفة أسباب النزول والمكي والمدني ومعرفة الناسخ والمنسوخ والمحكم والمتشابه وغير ذلك من الأبحاث التي تتعلق بالقرآن الكريم

Artinya: “Yang dimaksud dengan ‘Ulum al-Qur’an adalah pembahasan-pembahasan yang berhubungan dengan al-Qur’an menyangkut segi turunnya, pengumpulan, tata urutan, kodifikasi, pengetahuan tentang sebab-sebab turun, makki-madani, pengetahuan tentang nasikh-mansukh, muhkam-mutasyabih, dan persoalan-persoalan lainnya yang terkait dengan al-Qur’an al-Karim”.

  1.  Menurut Manna’ Khalil al-Qaththan:

العلم الذي يتناول الأبحاث المتعلقة بالقرآن من حيث معرفة أسباب النزول وجمع القرآن وترتيبه ومعرفة المكي والمدني والناسخ والمنسوخ والمحكم والمتشابه إلى غير ذلك مما له صلة بالقرآن

Artinya: “Ilmu yang mencakup berbagai pembahasan yang berhubungan dengan al-Qur’an dari sisi pengetahuan tentang sebab-sebab turunnya al-Qur’an, pengumpulan, tata urutan (ayat dan surat), pengetahuan tentang makki-madani, nasikh-mansukh, muhkam-mutasyabih, dan persoalan-persoalan lain yang terkait dengan ke-al-Qur’an-an”.

  1. Menurut Dr. Muhammad Abu Syuhbah:

علم ذو مباحث تتعلق بالقرآن الكريم من حيث نزوله وترتيبه وكتابته وجمعه وقراءته وتفسيره وإعجازه وناسخه ومنسوخه ومحكمه ومتشابهه إلى غير ذلك من المباحث التي تذكر في هذا العلم

 Artinya: “Ilmu yang memiliki berbagai objek pembahasan yang terkait erat dengan al-Qur’an dari sisi turun, pengaturan urutan (ayat dan surat), pengumpulan, penulisan, cara membaca, penafsiran, kemukjizatan, nasikh-mansukh, muhkam-mutasyabih dan pembahsan terkait lainnya yang dikaji dalam lingkup ilmu ini”.

Meski “Ulum al-Qur’an” didefinisikan dengan redaksi yang sedikit agak berbeda, namun menunjuk kepada maksud yang sama, yaitu sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan al-Qur’an, seperti persoalan sebab-sebab diturunkannya ayat (asbab al-nuzul), pengumpulan al-Qur’an, penulisan al-Qur’an, penertiban susunan ayat-ayat dan surat-suratnya, masalah makkiyah-madaniyyah, nasikh-mansukh, muhkam-mutasyabih, cara-cara membacanya, kemukjizatannya, upaya penolakan hal-hal yang dapat menimbulkan keragu-raguan terhadapnya, dan berbagai permasalahan lainnya yang menyangkut materi-materi selaku pokok-pokok bahasannya.