info@psq.or.id
+62 21 7421661

Moderasi Islam “Menangkal Radikalisasi Berbasis Agama”

    Home / Artikel / Moderasi Islam “Menangkal Radikalisasi Berbasis Agama”

Moderasi Islam “Menangkal Radikalisasi Berbasis Agama”

0

Penulis buku: Dr. Muchlis Hanafi, MA [Kepala bidang pengkajian Al-Qur’an Balitbang Kementerian Agama RI, Dewan Pakar Pusat Studi Al-Qur’an “PSQ”, dan Sekjen Ikatan Alumni Al-Azhar Mesir Cabang -Indonesia]

Sedikitnya ada dua kecenderungan ekstrem yang ditunjukkan umat Islam beberapa dekade belakangan ini;  yang pertama dicirikan oleh sikap ketat dalam beragama, bahkan cenderung menutup diri; Yang kedua malah bersikap terlalu longgar dan terbuka sehingga mengaburkan esensi ajaran agama itu sendiri. Sikap ekstrem dalam beragama memang bukanlah fenomena baru dalam sejarah Islam. Sejak periode yang paling dini, sejumlah kelompok keagamaan telah menunjukkan sikap ekstrem ini. Sebut saja misalnya yang paling menonjol adalah khawarij dan Murjiah.

Munculnya kencenderungan-kecenderungan ekstrem dalam beragama ini, bukan saja telah merugikan Islam dan Umat Islam, tetapi juga bertentangan dengan karakteristik umat Islam yang oleh al-Qur’an  disebut sebagai ummatan wasathan (QS. Al-Baqarah [2]:143), yaitu umat “tengahan”, “moderat”, adil, dan “terbaik”. Karakter dasar ajaran Islam yang moderat saat ini tertutupi oleh ulah sebagian kalangan umatnya yang bersikap radikal di satu sisi dan liberal di sisi lain. Kedua sisi ini tentu berjauhan dengan titik tengah (wasath)

Mengedepankan sikap moderat memang sangat bersesuaian dengan anjuran ayat di atas (dan ayat-ayat al-Qur’an lainnya yang senafas), tetapi harus disadari sejak dini bahwa penerapannya bukanlah perkara gampang, Untuk itu perlu upaya-upaya rintisan agar “moderasi” atau wasathiyyah menjadi acuan berpikir, bersikap, dan bertindak umat Islam. Apa yang tersaji dalam buku kecil ini disusun dalam spirit semacam itu.

Melalui tulisan yang diberi judul Moderasi Islam “Menangkal Radikalisasi Berbasis Agama”, buku ini ditulis oleh Dr. Muchlis M Hanafi dengan membagi bukunya menjadi delapan bab yang menarik dan perlu untuk dibaca oleh umat Islam.

Bab pertama, mengupas konsep al-Washatiyyah (moderasi) dalam Islam. Bab kedua menyinggung soal Islam, kekerasan, dan terorisme. Bab ketiga yang membahas amar makruf nahi munkar. Bab keempat berbicara yang mengusung fenomena takdir. Bab kelima korelasi perbedaan tafsir Al-Qur’an dan konflik di masa lalu dan masa kini serta solusinya, etika dialog dalam perspektif al-Qur’an. Bab ketujuh mencegah radikalisme berbasis agama; melueruskan konsep jihad dalam Islam. Bab kedelapan menjelaskan toleransi dan perdamaian.

penerbit ; Ikatan Alumni al-Azhar dan Pusat Studi Al-Qur’an. Cetakan ; Januari 2013. Tebal ; 295 hlm