Mari, Berdakwah dengan Akhlak

Islam adalah agama yang santun dan suka pedamaian. Ajarannya senantiasa menunjukkan nilai-nilai kebajikan. Kehadirannya senatiasa memberikan kesejukan bagi lingkungannya. Bahkan terhadap pemeluk agama lain pun Islam juga tetap santun. Tetap menjaga perdamaian dalam berinteraksi.

Hal ini bisa dilihat dari prilaku Nabi Muhammad yang “dipasrahi” agama Islam. Setiap perbuatannya selalu mencerminkan kesantunan. Misalnya, saat ia dilempari batu oleh orang kafir, Nabi tak membalasnya. Justru, Nabi mendoakannya agar mereka diberi hidayah. Nabi sadar bahwa perlakuaan mereka itu dikarenakan ketidaktahuan mereka. Sehingga, dengan kesantunan akhlaknya ini, Nabi berhasil meraih simpati mereka untuk memeluk agama Islam.

Jadi, Islam dan akhlak merupakan satu kesatuan. Tidak bisa dipisahkan. Rasulullah bersabda, “Aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak”. Dari sini bisa kita pahami bahwa hanya itulah sebenarnya tujuan Nabi Muhammad diutus. Bukan yang lain. Pula, Hadist ini memberikan penghargaan yang tinggi terhadap siapa saja yang berakhlak, sekalipun dalam urusan dunia, ia masih kalah.
Kesantunan Islam ini, dahulu juga terjadi di Indonesia. Saat itu, Islam bisa membumi di nusantara ini karena (juga) didakwahkan dengan penuh kesantunan dan perdamaian. Bahkan, keberhasilan dakwah Islam ini mengalahkan agama-agama lain yang telah ada di negeri ini.

Namun, dewasa ini, kesantunan Islam ini mulai terusik oleh beberapa oknum yang “mengaku” Islam namun perilakunya kurang/tidak sesuai dengan ajaran Islam. Mereka mengajarkan Islam dengan kekerasan. Sehingga hal ini membentuk opini masyarakat bahwa Islam adalah agama yang suka bertengkar. Suka perang. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa Islam adalah agama teroris. Dan jika tidak segera ditindaklanjuti, fenomena ini akan lebih menjadi-jadi.

Apalagi pasca peristiwa peledakan gedung WTC di Amerika 2001 lalu, Islam semakin dipahami sebagai agama yang suka perang. Meskipun, juga tak dapat diingkari, kejadian ini juga sedikit banyak membawa berkah. Karenanya, orang semakin penasaran terhadap Islam. Dan, Alhamdulillah, mereka yang dahulu memebenci Islam, sekarang justru memeluk agama ini.

***
Adalah menjadi kewajiban kita semua untuk mendakwahkan Islam dengan cara yang suka damai. Mari kita kenalkan Islam yang moderat. Kita kembalikan kesantunan Islam yang sekarang mulai pudar ini. Tentunya dengan cara kita sendiri.
Caranya? Mari kita gunakan nilai-nilai Islam dalam setiap gerak langkah kita. Apapun profesi kita harusnya senantiasa menunjukkan kesantunan Islam. Karena secara tidak langsung, hal ini akan memberikan pemahaman terhadap orang lain bahwa seperti inilah Islam yang sesungguhnya. Islam yang rahmatallil ‘alamin. Sekian. Waallahu a’lam. (Lip.M. Nurul Huda/Santri Bayt Al-Qur’an Angk.X)

 

*Kutipan ceramah yang diberikan Habib Husain Ibrahim, Jumat, 19 Desember 2014 kemarin.