Al-Qur’an dan Kesejahteraan Sosial

“Sebuah Rintisan Membangun Paradigma Sosial Islam Yang Berkeadilan dan Berkesahteraan” 

Al-Qur’an menggunakan beberapa istilah yang berarti kesejahteraan sosial. Di antara istilah-istilah itu yang cakupan maknanya luas dan mendalam serta menggambarkan konsep kesejahteraan sosial secara mendasar adalah istilah “al-falah” yang menjadi tujuan akhir dalam kehidupan manusia di dunia ini.

Di dalam al-qur’an, masyarakat yang sejahtera dinamakan al-Muflihun, yang secara harfiah berarti orang-orang yan beruntung. Indikator masyarakat yang sejahtera (al-muflihun), yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada (al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung, (meraih kesejahteraan dunia dan akhirat) (QS. Al-Baqarah(2):4-5).

Dalam bukunya ini penulis menyajikan sebuah tulisan dengan corak tafsir al-maudhu’i (istilah dalam kajian tafsir al-qur’an) atau tafsir tematik.  Tema yang saat ini berkaitan dengan masalah sosial tentang “kesejahteraan”, Kenapa tema pokok yang diangkat karena ada dua pertimbangan dalam memilih corak tafsir ini. Pertama, agar isu-isu sosial, seperti kemiskinan, mendapat jawaban yang meyakinkan dari al-Qur’an. Kedua, agar para mahasiswa Muslim meyakini bahwa al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang akhirat, tetapi juga berbicara tentang maslah sosial dan mendorong kaum muslim untuk melakukan program community development, pengembangan masyarakat, guna meningkatkan kualitas kesejahteraan kaum dhuafa.

Menarik buku ini untuk dibaca karena berhadapan langsung dengan kondisi masyarakat yang sedang berlangsung saat ini tentang kesejahteraan sosial yang solusinya adalah kembali kepada pesan dan ajaran al-Qur’an. Dalam buku ini berbicara dhuafa, fakir, dan miskin dalam perspektif Al-Qur’an, Gelandangan dan pengemis dalam perspektif Al-Qur’an, Sumber-sumber harta yang haram, Wawasan al-Qur’an dalam kedermawanan, Keluarga, pengasuhan dan perlindungan anak, Model pembunuhan anak dan tindak kejahatan Aborsi, Perlindungan tenaga kerja Anak dan pencegahan praktik human Traffickking, Meningkatkan kesejahteraan, membangun kesehatan masyarakat  dan pada bab terakhir pembahasan mengenai Memelihara air, menjaga kualitas lingkungan hidup.

Akhirnya buku ini dapat dijadikan rujukan bagi siapa saja yang ingin mengetahui lebih banyak ajaran al-Qur’an tentang kesejahteraan sosial berikut penerapannya.

Resensi

Judul Buku : Al-Qur’an dan Kesejahteraan Sosial “Sebuah Rintisan Membangun Paradigma Sosial Islam Yang Berkeadilan dan Berkesahteraan 
Penulis : DR. H. Asep Usman Ismail, MA
Editor : Abd. Syakur DJ
Penerbit : Lentera Hati
Kolasi : 377 hal; 15×23 cm
ISBN : 978-979-9048-99-8
Cetakan : I, Juni 2012

M.Y.Arfan (28/9)