[ DAFTAR AGENDA ]
Knowing Islam "Optimisme dibalik Dzikir dan Do`a"
Tgl Pelaksanaan : 17/06/2010 - 17/06/2010 Lokasi : Ruang Serbaguna PSQ Yayasan Lentera Hati
Acara rutin Knowing Islam yang dikemas dalam bentuk pengajian rutin yang diadakan tiap bulan di Pusat Studi Al-Qur`an (PSQ) Yayasan Lentera Hati, hari ini 17 Juni 2010 mengangkat tema “Optimisme dibalik Dzikir dan Do`a” dengan narasumber Dr. A. Wahib Mu`thi, MA (Manager Program PSQ).
Liputan Kegiatan
Pengajian yang dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 10.15 ini dipandu oleh Muhammad Rizal (Manager Keuangan Lentera Hati). Diikuti oleh seluruh karyawan dibawah naungan Yayasan Lentera Hati sebanyak 35 orang, manager dan general manager Lentera Hati juga berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
Dalam pengantarnya Dr. A. Wahib Mu`thi, MA memaparkan mengenai makna doa dan dzikir baik dari pendekatan semantik kebahasaan maupun dari pengertian yang umum digunakan. Doa menurut Manager Program PSQ ini maknanya adalah permintaan yang kita tujukan pada Tuhan. Mengapa kita memanjatkan do`a? Jawabannya adalah karena kita butuh pertolongan Allah. Sedangkan makna dzikir adalah mengingat, atau menyebut nama Allah. Dalam dzikir terkandung do`a, begitu juga ketika kita berdo`a ada dzikir yang diucapkan. Keduanya tidak terpisahkan satu dengan lainnya.
Dzikir yang paling utama intinya ada lima macam: 1). Membaca Istighfar (Astaghfirullah), 2). Tahlil (La ilaha illa Allah), 3). Tahmid (Alhamdulillah), 4). Tasbih (Subhanallah), dan 5). Shalawat pada Nabi. Kelima dzikir tersebut sudah terangkum dalam do`a yang sering kita ucapkan.
Dzikir pada intinya adalah sarana berkomunikasi antara makhluq (manusia) dengan sang khalik (Allah). Dzikir intinya adalah ingat bahwa Allah senantiasa menemani kita dimanapun kita berada sehingga ketika kita hendak melakukan sesuatu yang dilarang kita menjadi sadar. Dzikir menghadirkan Allah di dalam hati, dan juga dalam segala perbuatan yang kita kerjakan.
Optimisme adalah harapan, keinginan yang kita harapakan tercapai. Hubungan antara optimisme dengan dzikir dan doa adalah tidak bisa lepas dari wujud usaha yang kita lakukan. Jadi untuk mewujudkan apa yang kita inginkan haruslah disertai dengan usaha, kerja keras sembari dibarengi dengan dzikir dan berdo`a, sebab penentu akhir sukses tidaknya usaha manusia adalah Allah, bukan manusia. Namun ikhtiar tetap harus dilakukan. Optimisme maknanya adalah bersungguh-sungguh dalam menggapai yang diinginkan. Sedangkan sisanya dalam bahasa agama disebut dengan taufiq. Taufiq maknanya adalah persesuaian atau kompromi antara kehendak manusia dengan kehendak Tuhan.
Apakah setiap doa akan dikabulkan oleh Allah? Setiap doa pasti dikabulkan oleh Allah karena Allah sendiri telah mengatakannya pada manusia dalam firmannya “berdoalah kepadaku niscaya doamu aku kabulkan”, namun wujud terkabulkanya doa antara satu manusia dengan manusia lainnya berbeda-beda baik dalam sisi kuantitas maupun kualitas. Dari sisi kualitas apa yang kita minta mungkin tidak sama seperti yang kita inginkan, namun inti dari terkabulnya doa adalah adanya kebaikan pada kita dari apa yang kita inginkan. Kata kunci dari terkabulnya doa adalah nilai kebaikan yang diterima, wujudnya bisa beragam, dan waktunya ada yang lama, ada yang cepat tergantung nilai kebaikan yang diterima manusia menurut pandangan Allah.
Dalam doa yang kita panjatkan tidak hanya kebaikan yang diteriam, akan tetapi juga ada unsur ketentraman dan kebahagiaan yang diterima. Ud`uni astajib lakum. [Liputan oleh Mikhail].
|